Rabu, November 10

Pengaruh Product Development Dan Promotion Mix Terhadap Peningkatan Penjualan Yang Berdampak Pada Keunggulan Bersaing Oleh Putri Auliya (@S18-PUTRI)

 

Pengaruh Product Development Dan Promotion Mix Terhadap Peningkatan Penjualan Yang Berdampak Pada Keunggulan Bersaing Oleh Putri Auliya (@S18-PUTRI)

I.                     PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Strategi dlam pemasaran merupakan aset yang penting dimiliki oleh suatu perusahaan, karena strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan yang dikehendaki yaitu mencapai tingkat penjualan yang maksimal dan memperoleh laba sebanyak-banyaknya. Persaingan yang semakin ketat menuntut organisasi-organisasi untuk memiliki keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing. Menurut Nurcahyati dan Imam Gozali (2010), “Keunggulan kompetitif tercapai ketika organisasi dapat menciptakan nilai melalui produk atau jasa yang diberikan pada pelanggan. Akan tetapi, perusahaan perlu menciptakan biaya produksi yang lebih rendah daripada harga jual yang ditawarkan pada pelanggan”. Berdasarkan teori tersebut, organisasi bisa menciptakan keunggulan kompetitif ketika organisasi tersebut bisa memberikan nilai yang terbaik kepada pelanggan dan biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan nilai tersebut dibuat lebih rendah. Fungsi pemilihan desain produk maupun product development yang dikehendaki oleh pelanggan dapat mendorong perusahaan melakukan inovasi penawaran yang berbasis persaingan kompetitif guna memenangkan segmen pasar tersentu dan dapat memaksimalkan persaingan tersebut untuk memenangkan keunggulannya. Produk yang memiliki nilai kegunaan dan estetika yang tepat, maka konsumen dapat melakukan proses pembelian. Dengan semakin banyaknya pelanggan yang memiliki akseptasi yang tinggi terhadap produk yang dibelinya maka akan mendatangkan benefit bagi perusahaan. Industri baja lapis seng di indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini memiliki tingkat persaingan yang cukup ketat. Banyak pelaku industri yang tidak mampu bersaing baik dari aspek kualitas, harga, desagn produk, inovasi dan ketahanan produk maupun aspek. Sebagai salah satu produsen baja baja lapis seng perusahaan baik yang khusus membuat baja galvanis dimana galvanis ini dijual kepada perusahaan-perusahaan maupun kelompok usaha menengah untuk membuat berbagai produk seperti genteng metal, bahan atap baja ringan, rangka atap baja, kaleng, drum dan lain-lain. Dalam konsep produk, perusahaan menerapkan konsep product development dengan kelas coating AZ 150 yang diproses dengan tehnologi tinggi dengan komposisi yang akurat sehingga memberikan perlindungan tahan korosi. Keberadaan bisnis baja celup galvanis di Indonesia terus semakin berkembang pesat dimana produk yang dihasilkan semakin dibutuhkan oleh masyarakat terutama dalam menunjang kebutuhan sektor baja pembangunan infrastruktur dan perumahan. Mengingat product development yang diperlukan adalah kualitas yang berstandar maka sebuah produk masuk pada grade atau kualitas tertantu itulah yang menjadi ragam pilihan masyarakat. Konsumen menggunakan produk baja galvanis sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pembelian produk-produk atau tidak, kapan sebaiknya pembelian dilakukan serta berapa besar kebutuhan akan produk yang dibeli sesuai dengan kemampuan daya beli konsumen. Perusahaan harus tepat dalam penentuan dan penetapan alat promotion Mix yang mampu memnerikan informasi yang tepat pada konsumennya Suatu produk mengharuskan memiliki inovasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan industri pesaing, karena dengan persaingan diantara kompetitor yang semakin kompleks, menetapkan elemen bauran promosi akan mempengaruhi hasil penjualan perusahaan. Persaingan dalam sebuah bisnis sudah pasti dapat membuat industri dan pasar lebih atraktif, tingginya intensitas rivalitas ditandai dengan penerapan strategi pemasaran yang seperti apa yang mampu merebut hati pelanggan menjadikan nilai tersendiri bagi perusahaan. Peoduk persaing yang akan masuk pada pasar serupa atau segmentasi yang sama maka mereka juga harus memiliki keunggulan bersaingnya. Industri baja Indonesia masih menyimpan harapan bersaing di pasar Asia Tenggara. Ada dua keunggulan dari industri baja nasional jika dibandingkan dengan industri baja dari negara Asia Tenggara lain. Pertama, struktur industri baja Indonesia yang sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir. Kedua, produksi baja Indonesia memiliki peluang terbesar di Asia Tenggara. "Konsumsi baja di Asia terbesar di dunia, dimana tahun 2015 sebesar 955 juta ton, 2016 sebanyak 993 juta ton,". Kendati demikian, ada tantangan para pelaku industri untuk mengembangkan pasar komoditas baja. Salah satunya, dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Agipora (2009 dalam Pradana 2010) menjelaskan bahwa suatu produk telah menjadi perhatian serius dari manajemen terkait pengembangan produk baru karena sasaran yang dituju mulai mempersoalkan varian yang kurang menarik. Perkembangan perekonomian sekarang ini terjadi terutama disektor persaingan industri baja galvanis disektor pasar global, mengharuskan para pelaku usaha harus pandai dalam mengoptimalkan setiap peluang yang ada guna meraih hasil yang optimal.. Semakin desainnya menarik semakin berpengaruh pula pada Promotion Mix penjualan, begitupula dengan penjualan. suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh keuangan, teknologi, politik, budaya, produk, Promotion Mix, lokasi, promosi, physical evidence, people, process, sehingga membentuk suatu sikap pada konsumen untuk mengolah segala informasi dan mengambil kesimpulan berupa response yang muncul produk apa yang akan dibeli, Buchari Alma (2011). Dengan demikian, di dalam product development dan kemampuan perusahaan dalam berinovasi atau memiliki rancangan varian produk yang terbarukan jika dilihat dari penjualan dalam bentuk yang sama tetapi dalam sistem yang berbeda maka akan menghasilkan penjualan yang berbeda juga. Mengingat bahwa product development dan Promotion Mix merupakan salah satu faktor yang juga penting dalam meningkatkan penjualan yang memiliki daya saing dan keunggulan yang kompetitif, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam dengan judul ”Pengaruh product development dan promotion mix terhadap peningkatan penjualan dan dampaknya pada keunggulan kompetitif pada industri baja lapis seng di Indonesia”.

 

II.                   TINJAUAN PUSTAKA

A.      Product Development

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2017) “product development adalah strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang sekarang. Mengembangkan konsep produk menjadi produk fisik untuk meyakinkan bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapat diwujudkan”. Sedangkan menurut Menurut Henry Simamora (2015), “pengembangan produk adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya kedalam tambahan lini produk yang berhasil secara komersial”. Pencarian produk baru didasarkan pada asumsi bahwa para pelanggan menginginkan unsur-unsur baru dan pengenaan produk baru akan membantu mencapai tujuan perusahaan.

B.      Promotion Mix

Perusahaan harus dapat memberikan daya tarik tersendiri didalam memperkenalkan atau menawarkan produk atau jasa yang dihasilkan. Dalam kegiatan bauran promosi atau (promotion mix) pelaksanaan setiap point-poin yang ada didalamnya harus lebih diperhatikan karena hal tersebut dapat dijadikan sebagai kombinasi yang baik dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Kotler dan Amstrong (2017) bauran promosi meliputi: Advertising, Sales Promotion, Public Relation, Personal Selling, Direct Marketing.

1.       Penjualan

Penjualan adalah sebuah usaha atau langkah konkrit yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang atau jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya. Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari produk atau barang yang dihasilkan produsennya dengan pengelolaan yang baik. Dalam pelaksanaannya, penjualan sendiri tak akan dapat dilakukan tanpa adanya pelaku yang bekerja didalamnya seperti agen, pedangang, dan tenaga pemasaran. Pengertian hasil Penjualan (Sales Volume) Menurut Ismaya dalam Kamelia (2006) mengemukakan pengertian sales volume merupakan penjualan yang berhasil dicapai atau ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu.

2.       Keunggulan Bersaing

Keunggulan bersaing merupakan hasil dari implementasi strategi yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan Menurut Porter (1994) dalam Suparyadi (2003) keunggulan bersaing tidak dapat dipahami dengan cara memandang sebuah perusahaan sebagai suatu keseluruhan, tetapi harus dari asal keunggulan bersaing itu , yaitu berbagai aktivitas berlainan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendesain, memproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung produknya. Menurut Barney dan wright (1998) yang dikutip oleh Sri Harjanti (2004): ada empat kondisi yang harus dipenuhi sebelum suatu sumber daya dapat disebut sebagai sumber keunggulan bersaing yang berkelanjutan: Merupakan sumber daya perusahaan yang sangat berharga (valueable), terutama dalam kaitannya dengan kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan atau menetralisasi ancaman dari lingkungan perusahaan, Relatif sulit untuk dikembangkan, sehingga menjadi langka di lingkungan kompetitif, Sangat sulit untuk ditiru atau diimitasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan atau subtitute oleh produk lainnya.

3.       Kerangka Berpikir

Menurut Sugiyono (2017) kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antara variabel yang diteliti dan merupakan tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis penelitian yang berbentuk bagan alur yang dilengkapi penjelasan kualitatif. product development memiliki peran penting dalam pemasaran. product development yang baik mencerminkan perusahaan konsisten menjaga pengembangan produk. Demikian pula Promotion Mix merupakan faktor yang juga penting dalam meningkatkan pembelian. Menurut Buchari Alma (2011) penjualan merupakan suatu keputusan yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi, politik, budaya, produk, Promotion Mix, lokasi maupun promosi yang dilakukan perusahaan sehingga membentuk sikap untuk menggali informasi dan selanjutnya mengambil keputusan untuk membeli. Lebih lanjut Kotler dan Keller (2017) menjelaskan penjualan merupakan keputusan dimana pelanggan secara actual melakukan pembelian suatu produk. Dengan demikian penjualan merupakan suatu keputusan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membuat pelanggan tertarik membeli produk yang mereka sukai. Sementara keputusan pelanggan untuk melakukan pembelian tentu sudah berdasarkan pada suatu pertimbangan yang matang. Menurut Kotller (2014) menciptakan hubungan yang kuat dan erat dengan pelanggan merupakan tujuan semua pemasar, ini menjadi keberhasilan pemasaran dalam membentuk ikatan pelanggan. Keunggulan kompetitif yang mampu memberikan solusi dan tingkat persaingan yang unggul dalam memilih sasaran penjualannyajuga bagian yang sangat erat dalam perusahaan Berdasarkan pertimbangan data tersebut, penulis membuat model penelitian dengan variabel product development dan Promotion Mix yang peneliti anggap dapat mempengaruhi penjualan. Adapun kerangka berpikir sebagai berikut:



 

4.       Hipotesis Penelitian

Menurut Sugiyono (2017) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Karena sifatnya masih sementara, maka perlu dibuktikan kebenarannya melalui data empirik yang terkumpul. Adapun Hipotesis yang penulis ajukan adalah sebagai berikut:

H1 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara product development terhadap peningkatan penjualan pada Industri Baja Lapis Seng di Indonesia.

H2 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara promotion mix terhadap peningkatan penjualan pada Industri Baja Lapis Seng di Indonesia.

H3 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara product development dan promotion mix secara bersama-sama terhadap peningkatan penjualan pada Industri Baja Lapis Seng di Indonesia.

H4 : Diduga terdapat pengaruh signifikan antara produk development terhadap keunggulan bersaing pada Industri Baja Lapis Seng di Indonesia.

H5 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara promotion mix terhadap keunggulan bersaing pada Industri Baja Lapis Seng di Indonesia.

H6 : Diduga terdapat pengaruh signifikan antara penjualan terhadap keunggulan bersaing pada Industri Baja Lapis Seng di Indonesia.

III.                 METODOLOGI PENELITIAN

A.      Tempat Penelitian

Menurut Sugiyono (2017) tempat penelitian merupakan sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal yang objektif. Penulis mengadakan penelitian pada Industri Baja Lapis Seng Indonesia.

B.      Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah asosiatif, menurut Sugiyono (2017) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian penelitian asosiatif ini dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala

C.      Populasi dan Sampel

1.       Populasi

Populasi merupakan sekumpulan objek yang ditentukan melalui suatu kriteria tertentu yang akan dikategorikan ke dalam objek yang akan diteliti. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Industri Baja Lapis Seng Indonesia.

2.       Sampel

Menurut Sugiyono (2017)) sampel adalah jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah konsumen Industri Baja Lapis Seng Indonesia, dalam hal ini berjumlah 100.

D.      Teknik Penentuan Data

1.       Data Primer Menurut Sugiyono (2017)) data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”. Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: obervasi, kuesioner dan studi kepustakaan.

2.       Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara yang diperoleh dan dicatat pihak lain. Menurut Sugiyono (2017)) “Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung yang memberikan data kepada pengumpul data, misalnya orang lain atau dokumen”.

E.       Metode Pengumpulan Data

1.       Kuesioner Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data primer kuantitatif, penulis menghubungi responden yaitu pelanggan yang merupakan pelanggan yang secara rutin membeli produk di Industri Baja Lapis Seng Indonesia.

2.       Studi Pustaka Untuk medapatkan data sekunder penulis melakukan dengan cara penelaahan terhadap literature berupa buku pemasaran dan publikasi serta bahan-bahan yang berhubungan dengan masalah yang berkaitan dengan penelitian ini.

 

IV.                HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A.      Analisis Deskriptif

1.       Variabel product development diperoleh ratting score sebesar 4,03 berada pada interval 3,40-419.

2.       Variabel promotion mix diperoleh ratting score sebesar 3,96 berada pada interval 3,40- 419.

3.       Variabel peningkatan penjualan diperoleh ratting score sebesar 4,20 berada pada interval 3,40-419.

4.       Variabel keunggulan bersaing diperoleh ratting score sebesar 4,14 berada pada interval 3,40-419.

B.      Analisis Verifikatif

1.       Pengujian Sub Struktur 1 Pada bagian pengujian sub struktur 1 dimaksudkan untuk menunjukkan hasil dari pengujian atas variabel X1, X2 terhadap Y. Adapun model Sub Struktur 1 dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

                                   


Pada analisis kuantitatif untuk mengetahui nilai pengaruh, signifikansi, variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil analisisnya adalah sebagai berikut:

Analisis Regresi Linier Berganda



 

Dependent Variable: Peningkatan Penjualan (Y) Berdasarkan hasil pengujian di atas, diperoleh persamaan regresi Y = 8,017 + 0,534X1 + 0,179X2. Persamaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      Nilai konstantta 8,017 diartikan bahwa apabila variabel product development dan marketing mix tidak ada, maka telah terbentuk nilai peningkatan penjualan sebesar 8,170.

2.      Nilai koefisien regresi promotion mix 0,179 angkanya positif artinya setiap ada peningkatan promotion mix sebesar 0,179 point, maka akan meningkatkan penjualan sebesar 0,179 poin.

 

V.                  KESIMPULAN

1.       Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara product development terhadap peningkatan penjualan dengan korelasi sebesar 0,605 dan determinasi sebesar 36,5%, uji hipotesis probability signifikansi 0,000 < 0,05.

2.       Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara promotion mix terhadap peningkatan penjualan dengan korelasi sebesar 32,3 dan determinasi sebesar 10,5%, uji hipotesis probability signifikansi 0,000 < 0,05.

3.       Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara product development dan promotion mix terhadap peningkatan penjualan dengan korelasi sebesar 634 dan determinasi sebesar 40,2%, uji hipotesis probability signifikansi 0,000 < 0,05.

4.       Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara product development terhadap keunggulan bersaing dengan korelasi sebesar 0,565 dan determinasi sebesar 31,9%, uji hipotesis probability signifikansi 0,000 < 0,05.

5.       Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promotion mix terhadap keunggulan bersaing dengan korelasi sebesar 0,345 dan determinasi sebesar 11,9%, uji hipotesis probability signifikansi 0,000 < 0,05.

6.       Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara peningkatan penjualan terhadap keunggulan bersaing dengan korelasi sebesar 0,836 dan determinasi sebesar 69,9%, uji hipotesis probability signifikansi 0,000 < 0,05.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Adi Sismanto (2006), Analisis Pengaruh Orientasi Pembelajaran, product development dan Inovasi Terhadap Keunggulan Bersaing Untuk Meningkatkan penjualan Tesis. Universitas Diponegoro, Semarang.

Algifari (2010), Analisis Regresi, Teori, Kasus dan Soluysi. Edisi kedua. Yogyakarta: BPFE UGM.

Arikunto, Suharsimi (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Assauri, Sofjan. 2013. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Freeman, R.E (2004). A Stakeholder Theory of Modern Corporations, Ethical Theory and Business, 7th ed.

http://www.openjournal.unpam.ac.id/index.php/JEE/article/view/3440/6584

Hasan, Ali (2013). Marketing, Yogyakarta: Media Utama.

Hasan, Ali. 2013. Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan. Yogyakarta: CAPS (Center For Academic Publising Service).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.