Minggu, November 7

PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMBANGUN NEGRI DAN MERUBAH SUMBER DAYA MANUSIA BERJIWA ENTERPRENEUR



@S11-AZIZ,






Latar belakan 

            Globalisasi membuat kompetisi semakin ketat dan transfer pengetahuan semakin cepat.  Dunia sudah memasuki peradaban keempat dengan sebutan era kreatif yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.  Kebutuhan terhadap inovasi sangat mutlak  jika bersaing dalam dunia yang berubah dengan cepat dan tidak diramalkan ini.  Bangsa Indonesia pun harus bekerja keras dan kreatif jika ingin survive dan menang dalam persaingan.  Setiap perusahaan dan instansi pemerintah, terutama para pemimpinnya, harus berpikir terus untuk selalu menemukan sesuatu yang baru yang lebih baik dan efisien, agar menang dalam persaingan jika tidak ingin “dimakan” oleh negara lain.  Kritik yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia kurang kreatif harus ditanggapi dengan serius dan hal itu harus dianggap sebagai tantangan.   Untuk menjawab itu, presiden Republik Indonesia baru-baru ini telah melontarkan gagasan membentuk KIN (Komisi Inovasi Nasional) yang pada hakekatnya Ki Hajar Dewantoro (pahlawan pendidikan nasional) telah bicara tentang konsep inovasi dengan menerapkan prinsip Niteni (mencari tahu, meneliti); Niroake (menirukan, simulasi); dan Nambahake (mengembangkan dan memberi nilai tambah).

 

            Wirausaha (entrepreneur) diartikan sebagai  seorang inovator dan penggerak pembangunan.  Bahkan, seorang wirausaha merupakan katalis yang  agresif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.  Wirausaha adalah individu yang memiliki pengendalian tertentu terhadap alat-alat produksi dan menghasilkan lebih banyak daripada yang dapat dikonsumsinya atau dijual atau ditukarkan agar memperoleh pendapatan (McClelland, 1961). Wirausaha adalah pencipta kekayaan  melalui inovasi, pusat pertumbuhan pekerjaan dan ekonomi, dan pembagian kekayaan yang bergantung pada kerja keras dan pengambilan resiko (Bygrave, 2004). Ini berarti bahwa kewirausahaan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.

Kewirausahaan bukanlah sesuatu yang baru dalam ekonomi. Istilah kewirausahaan telah dilakukan setidaknya sejak 150 tahun yang lalu, dan konsepnya telah ada sejak 200 tahun lalu (Bygrave, 2004)

 

Peranan sumber daya manusia 

            Pembangunan ekonomi membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas bertujuan untuk meningkatkan produktivitasnya agar peran SDM dalam proses pembangunan lebih maksimal. Namun, kelebihan kuantitas SDM di Indonesia mendorong pemerintah tidak hanya mengarahkan penduduk menjadi tenaga kerja atau karyawan, tetapi juga menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Penumbuhan minat kewirausahaan menjadi penting dalam pembangunan ekonomi mengingat kondisi kontras antara demand dan supply tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja sangat tinggi sedangkan permintaannya relatif rendah. Sementara itu, jurnlah penyedia lapangan pekerjaan (entrepreneur) di Indonesia masih sedikit. Melalui jiw~}(ewirausahaan, unit-unit usaha barn perlu dibangun agar mampu menampung kelebihan tenaga kerja. 


Definisi wirausaha

            Definisi entrepreneur (wirausaha) adalah orang yang berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti (Kasmir, 2007). Peluang akan dengan mudah dimanfaatkan seorang entrepreneur untuk membuat usaha baru dengan potensi profit yang besar. Tidak hanya peluang dalam kondisi positif (baik), tetapi juga dalam kondisi buruk. Entrepreneur dapat dengan mudah menganalisa permintaan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat, bahkan dalam kondisi buruk seperti bencana dan kelangkaan. Jenis usaha yang digeluti entrepreneur dapat merupakan penciptaan usaha baru maupun membeli usaha yang telah lama berdiri.






Banyak hal yang dapat memotivasi entrepreneur dalam memulai usaha barn. GEM menjelaskan ada dua motivasi seseorang menjadi entrepreneur, yaitu atas dasar opportunity (peluang) dan necessity (keterpaksaan). Motivasi seseorang untuk memulai usaha dengan memanfaatkan peluang sehingga menghasilkan pendapatan dan keuntungan di masa mendatang disebut opportunity entrepreneurship. Sedangkan necessity entrepreneurship merupakan motivasi memulai usaha karena

 

Peran Kewirausaahan Di Indonesia 

Peran entrepreneur di negara berkembang seperti Indonesia banyak membawa dampak positif Peran entrepreneurship berupa kontribusi dalam transformasi masyarakat dengan pendapatan rendah ke pendapatan yang lebih tinggi dan dari masyarakat berbasis sektor primer ke dalam masyarakat berbasis sektorjasa dan teknologi (Wim Naude, 2008). Terdapat tiga dampak positif entrepreneur dalam menyelesaikan masalah-masalah di negara berkembang. Pertama, entrepreneur membuka jenis usaha baru dalam perekonomian. Usaha-usaha yang dikembangkan menambah heterogenitas usaha di Indonesia. Masyarakat menjadi kreatif dalam mengembangkan jenis usaha. Kedua, menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja. Ketika entrepreneur membuka usaha, berarti membuka langkah untuk mengurangi proporsi pengangguran dan pelamar kerja. Ketiga, meningkatkan output perkapita nasional. Peningkatan produktivitas akibat munculnya usaha-usaha barn akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan masyarakat, 

    Rata-rata entrepreneur di Indonesia merupakan kelompok necessity entrepreneur. Yang mendasari minat kelompok ini untuk membangun usaha adalah faktor dorongan ekonomi keluarga. Kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil mengakibatkan usaha kelompok ini hanya bersifat individu dan kurang menyerap tenaga kerja. Kelompok necessity entrepreneur cenderung asal-asalan dalam manajemen usahanya. Pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari masih menjadi motivasi terpenting keIompok ini. Sebenarnya sebagian necessity entrepreneur memiliki skill yang cukup dalam membangun usaha, tetapi masalah utama terletak pada permodalan

   Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:

  1. Menciptakan lapangan kerja
  2. Mengurangi pengangguran
  3. Meningkatkan pendapatan masyarakat
  4. Mengombinasikan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian)
  5. Meningkatkan produktifitas nasional
  6. Mendorong pertumbuhan ekonomi
  7. Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial
  8. Mendorong terciptanya masyarakat adil dan makmur
  9. Menggerakan kegiatan ekonomi
  10. Mendorong inovasi produk baru
  11. Mendorong produktivitas SDM (Sumber Daya Manusia)
  12. Terjalinnya silaturahmi

 

Penyebab Keberhasilan dalam Berwirausaha

 

            Setiap orang pasti ingin berhasil dalam berwirausaha. Nah, berikut penyebab keberhasilan seseorang dalam melakukan wirausahanya.

1. Visi, misi, dan strategi yang jelas

Sebagai orang yang ingin berwirausaha harus memiliki tujuan dan strategi yang jelas dalam melakukan usahanya. Contohnya, aplikasi ojek online yang bermula dari keinginan pemilik usahanya untuk membuat transportasi yang bisa menembus kemacetan Ibukota. Tercetuslah ide mengembangkan aplikasi ini.

2. Melihat atau menciptakan peluang usaha

Masih ingat dengan minuman es cappuccino cincau? Dulu sangat booming 'kan? Pencetus usaha tersebut sangat pintar melihat peluang usaha dengan mengombinasikan antara cappuccino dengan cincau. Jadilah minuman baru yang belum pernah ada sebelumnya.

3. Pantang menyerah

Jangan pernah langsung mengharapkan untuk memperoleh keuntungan saat pertama kali mulai berwirausaha. Tentu saja yanh namanya usaha pasti mengalami untung dan rugi. Oleh karena itu, pantang menyerah merupakan sikap yang wajib dimiliki oleh calon wirausahawan.

4. Mampu mengelola keuangan

Pisahkan antara pendapatan dari hasil berwirausaha dengan keuangan pribadi. Saat memilih untuk berwirausaha, kamu harus mampu mengelola keuangan. Harus ada pembagiannya nih, mana yang digunakan untuk membeli bahan baku, promosi, dan gaji karyawan. Sulit ya kelihatannya? Namanya juga wirausaha.

 



 DAFTAR PUSTAKA

Setiawan D, Winarsih E, Sindhu Y. (2017) IPS Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga

https://investor.id/business/201327/peran-penting-kewirausahaan-bagi-pertumbuhan-ekonomi-dan-bisnis

http://eprints.undip.ac.id/36859/1/darwanto-Peran_Entrepreneur_proceed_polines.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.