Senin, November 29

Trading Sebagai Budaya Millenial

 

Mulailah Trading Selagi Masih Muda

Oleh Agustinus Kukuh M W (@S15_AGUSTINUS)

Email august17.kukuh@gmail.com

Abstrak

Tahun 1840, para petani di Chicago, America, mengalami masa sulit karena masalah pemasaran biji-bijian sejenis palawija, gandum, jagung, dan kedelai (grain), padahal grain sendiri adalah makanan pokok masyarakat di America. Menjelang masa tanan, harga grain sangat tinggi, karena permintaan banyak dan stok sedikit. Sebaliknya, pada masa tanam, harga grain turun karena permintaan sedikit dan stok banyak. Mereka menjual grain pada saat musim panen, karena tidak mempunyai tempat penyimpanan. Selain itu, masalah distribusi (terkait transportasi) juga mempengaruhi kebutuhan untuk produksi maupun pemasaran jarak jauh, sehingga stok kembali sedikit namun permintaan banyak.

Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Kata kunci: Pemasaran, historis, modal, permintaan

Pengertian Trading:

Dalam dunia finansial, trading sering disebut-sebut sebagai salah satu sumber pemasukan. Secara sederhana, trading adalah aktivitas jual beli instrumen investasi dalam jangka waktu singkat. Aktivitas ini menyerupai aktivitas berdagang yang menawarkan keuntungan besar walau dilakukan dalam rentang waktu pendek.

Belakangan, banyak orang mengandalkan aktivitas trading guna mendapat pemasukan tambahan. Apa pun instrumen yang diperjualbelikan, keuntungan trading memang menggiurkan. Tak sedikit orang berhasil memperoleh kekayaan dalam sekejap mata melalui aktivitas ini. Namun, kamu juga perlu paham ada risiko tinggi di balik trading.

Trading mengharuskan kita berperan aktif dalam mencapai target profit pada suatu periode waktu. Artinya, untung dan rugi dari dana yang kamu kembangkan bergantung pada usahamu sebagai trader. Kalau kamu sukses mengelola dana itu, profit bakal masuk kantong. Sebaliknya, kamu bisa kehilangan uang dalam jumlah tak sedikit jika kurang cermat atau salah membuat perhitungan.

Tanpa pengetahuan dan pengalaman yang cukup, maka saat terjun ke bisnis trading saham akan menjadi jalan yang berbahaya. Itu karena banyak sekali 'karang' tajam yang membuat calon investor putus harapan karena mengalami rugi tanpa tahu ilmunya.

Bagi para pemula yang ingin menjalani investasi saham sebaiknya mempelajari analisis teknikal dan analisis fundamental yang menjadi dasar sebelum membeli saham. Selain itu, calon investor juga diminta rajin membaca dan mencari informasi di berbagai media, termasuk melalui buku saham.

Istilah dalam Trading:

ROE (return on equity) adalah rasio pengembalian terhadap ekuitas. ROE bisa menunjukkan pada para investor mengenai kemampuan modal yang dimiliki oleh perusahaan sendiri (ekuitas) untuk menghasilkan laba bersih.

Adapun PER (price earning ratio) adalah perbandingan antara harga saham dan laba bersih perusahaan. Dengan tahu level PER dari satu emiten, calon investor bisa tahun apakah harga saham emiten itu wajar atau tidak secara nyata, jadi bukan hanya lewat perkiraan.


DER (debt equity ratio) ini membandingkan jumlah seluruh utang emiten atas modalnya. Jadi kian tinggi besaran rasio DER, kian meningkat level risiko emiten itu.

Sementara EPS (earnings per share) atau laba bersih per saham. Makin rasio EPS ini, maka kinerja perusahaan semakin membaik. Di sisi lain, PBV (price to book value) adalah rasio yang membandingkan nilai pasar suatu saham terhadap nilai buku per saham, biasanya dipakai untuk melihat bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, dan asuransi.

Keuntungan Melakukan Trading

Trading adalah salah satu instrumen investasi yang cukup banyak diminati di era sekarang. Saat ini ada beberapa instrumen trading yang bisa kamu pilih, yaitu forex, saham, dan berjangka (futures). Masing-masing instrumen punya kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu cermati. Sebelum itu, mari simak lebih dulu 7 keuntungan melakukan trading sebagai pengembangan danamu berikut ini.

·         Bisa dilakukan dari mana saja

Kemajuan teknologi internet memungkinkan kamu melakukan trading secara online. Berbekal laptop, tablet, atau smartphone, serta kuota internet saja kamu bisa mendapat penghasilan meski hanya tinggal di rumah. Tidak perlu repot pergi keluar rumah jika berdiam di rumah saja kamu bisa menghasilkan uang kan?

·         Praktis dengan fitur Auto Trading

Dalam aplikasi trading online, fitur Auto Trading membantumu melakukan jual beli sesuai perintah yang diberlakukan secara otomatis. Kamu pun tidak usah memantau pergerakan harga instrumen trading dari waktu ke waktu. Cukup pasang harga beli dan jual sesuai trading plan kamu dan biarkan fitur bekerja otomatis.

·         Biaya yang Relatif Rendah

Karena serba online, aktivitas trading jelas tidak memakan biaya banyak. Sebagai trader, kamu memiliki kontrol langsung untuk melakukan transaksi jual beli. Tidak perlu mengeluarkan biaya jasa pialang. Biaya yang dikenakan sekuritas juga relatif lebih rendah dibandingkan melakukan transaksi dengan jasa pialang.

·         Dapat dilakukan Sebagai Pekerjaan Sampingan

Bosan dengan rutinitas kerja kantoran yang itu-itu saja? Kamu bisa melakukan trading sebagai pekerjaan sampingan. Di sela-sela kesibukan bekerja, manfaatkan waktu luangmu secara produktif dengan bekerja paruh waktu menjadi trader. Apalagi, pasar forex dan komoditi aktif 24 jam. Kamu tinggal mengatur waktu antara bekerja di kantor dan melakukan trading. 

·         Memberikan Penghasilan Tambahan

Jika kamu sudah mencermati seluk beluk trading, aktivitas ini merupakan cara mudah menghasilkan uang dalam waktu singkat. Namun, selalu pahami bahwa setiap instrumen trading punya kelebihan dan kekurangan. Kamu hanya perlu mempelajari lebih detail masing-masing instrumen dan pilih mana yang sekiranya cocok dengan kondisi finansialmu saat ini.

·         Berlatih dengan Akun Demo

Membaca teori memang tidak sama dengan praktik langsung. Namun, terjun langsung dalam dunia trading juga berisiko bagi kamu yang memiliki modal terbatas. Solusinya, kamu bisa berlatih trading dengan akun demo. Fasilitas akun simulasi demo trading kerap ditawarkan oleh broker dan media finansial. Berlatih dengan akun demo dapat menajamkan keterampilan trading sambil menerapkan strategi-strategi yang selama ini hanya kamu pelajari secara teori saja.

·         Bisa Mulai dengan Modal Terbatas

Salah satu keuntungan trading adalah kamu bisa memulainya dengan modal terbatas. Dalam trading forex, misalnya, dikenal sistem margin dan leverage. Keberadaan sistem ini memungkinkan broker meminjamkan sejumlah dana secara proporsional dengan jaminan dana dari trader. Jadi, meski modalmu terbatas, kamu bisa mulai trading berkat sistem tersebut.  

3 RESIKO UTAMA TRADING SAHAM


 

Namun, risiko trading tergolong tinggi, sehingga butuh pengetahuan dan keterampilan memadai sebelum kamu melakukan pengembangan dana di trading.

Dalam melakukan investasi di saham, sebagai investor perlu memahami beberapa tingkat resiko yang dapat terjadi, dengan ini resiko kerugian selalu ada di tangan anda. Trader yang mengetahui dan trader yang menyelesaikanya:

a. RESIKO PERUSAHAAN BANGKRUT

Ini adalah resiko terbesar dalam investasi di saham. Jika suatu perusahaan bangkrut, maka kita sebagai pemegang saham minoritas dapat dipastikan tidak akan kepabagian apa-apa dari kekayaan perusahaan tersebut. Resiko ini adalah sebesar uang yang kita tanamkan di perusahaan itu. Sehingga, jika resiko ini terjadi, dapat dipastikan semua uang kita akan hilang.  

b. RESIKO LIKUIDITAS SAHAM

Resiko likuiditas saham adalah kerugian yang dapat muncul pada saat saham tersebut tidak lagi ada transaksi yang memadai di pasar sekunder. Ini adalah resiko terbesar kedua. Jika saham yang kita miliki tiba-tiba tidak ada transaksi yang memadai di pasar sekunder, apakah karena kinerja perusahaan yang sangat buruk, ataukah, karena kepercayaan pasar yang hilang, atau sebab lainnya, maka dapat dipastikan harga saham kita akan jatuh ke titik terendah, bahkan bisa lebih rendah dari harga terendah yang diizinkan di bursa saham.  

c. RESIKO FLUKTUASI

Resiko fluktuasi adalah kerugian yang muncul karena saham yang kita miliki harganya turun di pasar sekunder, baik karena faktor makro maupun mikro yang bersifat sementara. Faktor makro misalnya kondisi perekonomian secara keseluruhan, baik di dalam negeri maupun internasional. Faktor mikro misalnya karena sektor bisnis yg dijalani sedang tidak diuntungkan, atau, karena kondisi internal perusahaan. Kerugian yang bisa timbul dari hal tersebut tidak akan mencapai 100% dan juga tidak akan mencapai harga terendah. 

Berbagai Macam Strategi Trading 

Kebanyakan strategi trading menggunakan Analisis Teknikal, namun ada juga yang menggunakan Analisis Fundamental. Berikut adalah berbagai macam strategi trading yang umum digunakan:

1. NEWS TRADING
Trading menggunakan berita. Trader bisa mendapat keuntungan dengan mengantisipasi atau trading mengikuti dampak kejadian peristiwa ekonomi.

2. MACRO TRADING
Jenis trading ini sangat bergantung pada Analisis Fundamental. Ttraders akan melihat indikator fundamental ekonomi (yaitu data makroekonomi) untuk mencoba memahami kekuatan mata uang relatif terhadap mata uang lainnya.

3. CARRY TRADE
Carry trade berusaha mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan suku bunga antar negara. Biasanya, mata uang yang dibeli dan ditahan semalam akan menghasilkan bunga bank di negara yang mata uangnya dibeli. Trader dapat mencari mata uang suatu negara dengan suku bunga rendah untuk membeli mata uang suatu negara yang membayar suku bunga tinggi, sehingga menguntungkan dari selisih perbedaannya.

4. SCALPING
Dalam strategi trading ini, trader membuka banyak posisi trading dan mencoba mendapatkan untung kecil dari setiap trading. Scalping adalah salah satu strategi trading tercepat. Scalper berusaha untuk mempertahankan posisi mereka untuk waktu yang singkat, sehingga mengurangi risiko.

5. DAY TRADING
Day trading mungkin adalah strategi trading yang paling terkenal. Day trading, seperti namanya, adalah metode pembelian dan penjualan dalam hari yang sama. Posisi ditutup dalam hari yang sama saat diambil, dan tidak ada posisi yang ditahan sampai semalam.

6. SWING TRADING
Swing trading adalah strategi trading jangka menengah. Posisi trading sering ditaham selama lebih dari satu hari hingga satu minggu. Trader akan mencari untuk peluang trading pada "swing high" atau "swing low" selama periode waktu tertentu. Strategi ini mampu menyaring beberapa "noise pada pergerakan harga, seperti terlihat dalam day trading. Ini menjadikan strategi swing trading adalah pilihan yang sangat baik bagi para trader newbie yang baru saja memulai trading.

7. POSITION TRADING
Position trading adalah strategi trading jangka panjang. Jenis trading ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu dan terkadang lebih lama, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Trader yang menggunakan strategi ini biasanya mengandalkan Analisis Fundamental bersama dengan Analisis Teknis. Jenis trading ini mungkin membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi.

8. TREND TRADING atau TREND FOLLOWING
Trend trading adalah salah satu strategi trading yang paling populer dan umum. Strategi ini mencoba untuk mengidentifikasi trend naik atau trend turun dan memilih titik masuk dan keluar trading berdasarkan trend itu. Di Trend Following, trader akan menahan posisi trading mereka sampai trend berakhir. Bila berminat mempelajari strategi ini, disarankan membaca buku Panduan Trend Following.

9. RANGE TRADING
Range trading adalah strategi trading yang populer berdasarkan pada gagasan bahwa harga sering dapat bertahan dalam kisaran yang dapat diprediksi selama jangka waktu tertentu. Strategi ini bekerja dengan baik di pasar sideways. Trader bergantung pada kemampuan untuk sering membeli dan menjual pada posisi tertinggi dan terendah resistance dan support yang dapat diprediksi, kadang-kadang bisa dilakukan berulang kali selama satu atau lebih sesi trading.

10. MOMENTUM TRADING
Momentum trading adalah strategi untuk menangkap pergerakan harga yang kuat dalam arah tertentu, yang merupakan indikasi kemungkinan bahwa harga akan terus berlanjut ke arah itu.

11. BREAKOUT / BREAKDOWN TRADING
Strategi Breakout / Breakdown adalah metode di mana trader akan mencoba mengidentifikasi titik masuk pada penjebolan tingkat harga tertentu. Jika harga menembus lebih tinggi dari level resistance yang didefinisikan sebelumnya, trader dapat membeli dengan harapan bahwa harga akan terus bergerak lebih tinggi. Demikian pula, jika harga memecah level support ke bawah, trader dapat menjual dengan tujuan untuk menutup posisi pada harga yang lebih rendah.

12. PULLBACK / RETRACEMENT TRADING
Pullback / Retracement trading didasarkan pada gagasan bahwa harga tidak pernah bergerak dalam garis lurus sempurna. Biasanya harga membuat semacam jeda di tengah tren yang lebih besar. Trader akan menunggu harga untuk koreksi, atau "retrace," sebelum melanjutkan tren sebelumnya.

13. REVERSAL TRADING
Dalam Reversal trading, trader berusaha untuk mengantisipasi pembalikan dalam trend harga. Strategi ini dianggap lebih sulit dan berisiko. Pembalikan harga yang benar bisa jadi sulit dikenali, tetapi trader akan mendapatkan keuntungan besar bila mereka dapat memprediksi pembalikan harga yang benar.

14. CONTRARIAN TRADING
Seperti namanya, Contrarian Trading cenderung melawan trend pasar yang berlaku. Seorang trader contrarian melakukan kebalikan dari kebanyakan trader lain dan, pada kenyataannya, bertaruh melawan kerumunan untuk mendapatkan keuntungan darinya. Mereka membeli ketika harga berkinerja buruk, lalu menunggu sampai kinerja mereka membaik. Atau jual ketika harga terlalu tinggi dan menuai keuntungan ketika ada koreksi. Contrarian trading dianggap sebagai strategi trading dengan risiko yang sangat tinggi. 

15. PRICE ACTION TRADING
Strategi Price Action sangat bergantung pada kemampuan pembacaan grafik data harga, tanpa menggunakan indikator Analisis Teknis. Terkadang strategi ini disebut Naked Trading. Pengguna Price Action percaya bahwa harga dianggap sebagai sinyal utama dari aktivitas di pasar. Biasanya trader menggunakan pola Candlestick atau pola harga

Kesimpulan

Sebagai pemula, Anda disarankan menggunakan modal yang kecil dan meningkatkan jumlahnya seiring bertambahnya pemahaman Anda.
Begitu juga ketika menghadapi kerugian, hadapilah dengan pikiran jernih dan lakukan average down dengan membeli saham yang nilainya sedang turun. Bisa jadi Anda malah mengalami keuntungan ketika kondisi pasar telah stabil kembali.

Sebaliknya, ada peluang profit yang lebih besar bisa dapatkan bila trading saham dalam jangka panjang. Apabila saham tersebut memiliki reputasi dan fundamental serta kinerja yang baik Segala cara trading saham tidak akan efektif apabila tidak disertai kesabaran. 

Referensi

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190810104949-17-91100/usia-muda-mau-beli-saham-pelajari-ini-dulu-yah-gaes

https://www.akseleran.co.id/blog/trading-adalah/

https://www.juruscuan.com/trading/927-berbagai-macam-strategi-trading

https://astronacci.com/blog/read/3-resiko-utama-trading-saham

https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/cara-mudah-trading-saham-untuk-pemula/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.