Maret 31, 2022

Berpikir Visioner, Kreatif dan Inovatif Dalam Berwirausaha

Oleh : Thathit Gumilar T. Mochtar(@U16-THATHIT)


Pendahuluan

Sikap malas, egois, dan perilaku serba instan lainnya merupakan sikap negatif yang

melekat pada mayoritas orang yang ada pada saat ini. Sehingga sedikit dari orang - orang

tersebut yang membuka usaha sendiri untuk membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Hal

tersebut mengharuskan orang - orang tersebut tidak memiliki waktu untuk berpangku tangan,

sehingga orang - orang tersebut memiliki semangat untuk mampu mengendalikan serta

memimpin usahanya tersebut. Seperti contohnya adalah William Tanuwijaya yang sukses

dengan membuka platform belanja daring yaitu Tokopedia, selanjutnya ada Nadiem Makarim

yang juga sukses membuat Go-Jek, dan masih banyak lagi orang - orang yang seperti mereka

di Indonesia.

Kesuksesan mereka tidak luput dengan sikap tekun dan ulet serta memiliki ide yang

kreatif dan inovatif dengan memandang kebutuhan untuk masa depan masyarakat banyak dan

dengan melihat peluang yang ada di era digital seperti ini. Hal ini juga tidak lepas juga dari

sikap kepemimpinan mereka yang dapat mengorganisasi usaha mereka yang dari kecil hingga

mampu besar seperti saat ini.

Zaid (2011) mengungkapkan bahwa hampir 62,5% efektivitas organisasi / perusahaan

dapat ditentukan oleh kepemimpinan yang visioner. Hasil penelitian ini menyimpulkan

bahwa pemimpin visioner harus mengadopsi visi yang lebih menarik dan efektif serta pandai

dalam penyampaiannya kepada anak buahnya untuk memperoleh dukungan dari para

pemangku kepentingan dan secara langsung mendedikasikan diri untuk berpartisipasi dalam

implementasi visi yang mereka harapkan bermanfaat.


Pembahasan

Pengusaha Visioner dalam Kewirausahaan

Visi mampu mengubah integratif menghasilkan makna yang lebih dalam dengan

catatan: harus sesuai untuk organisasi dan waktu yang tepat, sesuai dengan sejarah, budaya

dan nilai-nilai organisasi, sesuai dengan situasi organisasi saat ini dan mampu memberikan

prediksi realistis dan informatif tentang apa yang bisa dicapai di masa yang akan datang. Jadi,

tidak ada mesin penggerak organisasi yang lebih kuat untuk mencapai keunggulan dan

kesuksesan di masa depan, kecuali; visi yang menarik, pengaruh, dapat direalisasikan dan

mendapat dukungan yang luas (Andrew, 2009)

Menurut Kate (2014) menyatakan bahwa tidak cukup hanya memiliki visi, karena

yang pertama kita butuhkan adalah fokus kepada visi organisasi yang mencerminkan situasi,

hal tersebut adalah pengamatan dasar yang harus dilakukan. Bagaimana visi dapat

mencerminkan kinerja perusahaan. Saat ini, perusahaan memerlukan kompetensi dalam

kinerja keahlian / keterampilan dan sumber daya yang memadai untuk mencapai tujuan

organisasi.

Therese (2009) menjelaskan bahwa visi mengkomunikasikan inti dari kewirausahaan

dan untuk apa perusahaan didirikan. Pernyataan dasar singkat dan merujuk pada tujuan akhir

perusahaan. Kepemimpinan dengan visi (visionary leadership) adalah kepemimpinan yang

bekerja terutama berfokus pada rekayasa masa depan yang penuh tantangan, menjadi agen

perubahan (agent of change) yang unggul, menentukan arah perusahaan, dan mengetahui

prioritas utama, menjadi pelatih profesional, dapat membimbing personel lain menuju

profesionalisme yang diharapkan, pemimpin visioner adalah persyaratan pemimpin yang

terdesentralisasi sehingga organisasi mampu menunjukkan kekuatan dan karakteristik

kualitas budaya yang diharapkan.

Yang artinya sebagai pengusaha harus memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu

mengkoordinir perusahaannya agar mampu bersaing dengan perusahaan lain tanpa

menjatuhkannya. Serta harus mampu melihat peluang yang ada untuk masa depan dan harus

memiliki target yang harus dicapai perusahaannya.


Pengusaha Kreatif dan Inovatif dalam Kewirausahaan

Sebagai pengusaha juga harus dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif agar

barang/jasa yang ditawarkannya mampu memiliki daya tarik dan ciri khas yang berbeda serta

agar para konsumen tertarik dengan barang/jasa yang ditawarkan. Jika pengusaha memiliki

kreatifitas dan inovasi pasti tidak akan tahan dengan sistem kerja yang standar saja dan selalu

bereksperimen untuk membentuk sistem perusahaannya yang sesuai dan nyaman bagi

karyawan dan para konsumennya.

Pengusaha juga harus mengasah kreativitas dan inovasinya di lingkungan kerjanya,

dan berikut ini adalah cara efektif untuk melatih kreativitas dan inovasi dalam lingkungan

kerja:

1. Observasi

Observasi adalah cara membangun kreativitas dengan mengamati kondisi atau

lingkungan sekitar. Para pengusaha juga dapat melakukan observasi dengan

mengamati lingkungan kantor, kondisi pegawai,serta produk atau jasa di

pasaran kepada konsumen. Selain itu, pengusaha juga mampu melakukan

membaca buku, menonton televisi, mendengarkan radio, atau melihat

pengalaman orang lain untuk mendapatkan lebih banyak informasi, khususnya

yang berhubungan dengan kondisi usaha saat ini.

2. Brainstorming atau Bertukar Pikiran

Brainstorming atau bertukar pikiran adalah tindakan yang penting dilakukan

sebelum membuat perencanaan. Dalam proses brainstorming pengusaha serta

pegawai dipacu untuk berpikir out of the box. Hal ini akan mendapatkan

ide-ide yang brilian yang sebelumnya tidak terpikirkan yang mampu membuat

perusahaan berkembang.

3. Modifikasi

Modifikasi merupakan tindakan memperbaharui ide sebelumnya menjadi lebih

menarik. Sebelum memodifikasi produk, jasa, atau sistem usaha, Anda dapat

memulai dengan mengubah rutinitas Anda terlebih dahulu. Misalnya, jika

biasanya Anda ke kantor naik mobil, maka sekarang Anda dapat mencoba

untuk menggunakan sepeda atau motor untuk menghindari kemacetan di

perjalanan. Contoh lainnya adalah dengan menempelkan kaca pada dompet

agar lebih mudah berdandan. Perubahan-perubahan kecil yang demikian akan

perlahan-lahan merangsang kreativitas otak Anda.


Prinsip Atribut Kewirausahaan

Pengembangan visioner sebagai cita-cita ambisius dalam sebuah perusahaan yang

tidak hanya dilakukan satu langkah, tetapi mengembangkan visioner yang dibangun dan

dilakukan langkah demi langkah. Ketika bangunan sudah dibangun dan dikerjakan, langkah

selanjutnya mereka harus memprioritaskan yang paling penting dan dipilih secara strategis.

Menguasai sepenuhnya prinsip dan tindakan kepemimpinan kewirausahaan adalah proses

menuntut pertumbuhan sejalan dengan tiga komponen, yaitu pengembangan pribadi individu,

efektivitas tim, dan perubahan organisasi. Kepemimpinan pengusaha bahwasannya ia mampu

membangkitkan yang terbaik dari setiap individu, tim dan organisasi, ingat bahwa

kepemimpinan pengusaha adalah untuk menanamkan kepercayaan diri dalam berpikir,

berperilaku dan bertindak dengan pemikiran pengusaha sepenuhnya sehingga menyadari

tujuan nyata dan organisasi untuk pertumbuhan yang menguntungkan bagi semua pemangku

kepentingan yang terlibat.


Pemimpin Dunia dalam Kewirausahaan

Granite (2012) menyebutkan bahwa keterampilan kepemimpinan visioner, yaitu:

1. Kepemimpinan visioner menolak status quo kepemimpinan organisasi, karena

status quo menghilangkan keinginan untuk meningkatkan institusi jangka

panjang.

2. Strategi untuk memenuhi tuntutan lembaga yang unggul, maka kepemimpinan

visioner berusaha menyatukan visi para pemangku kepentingan.

3. Kepemimpinan visioner dikatakan berhasil apabila kepemimpinan dapat

menciptakan strategi untuk mengelola, bereksperimen dan berinovasi.

1. Conceptual Skills (Keterampilan Konseptual) Keterampilan konseptual

adalah kapasitas mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan

semua minat dan kegiatan organisasi. Hal ini termasuk kemampuan manajer

untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan memahami hubungan antar

bagian yang saling berkaitan, dan memperoleh, menganalisis, serta

menafsirkan yang diterima dari berbagai sumber.

2. Human Skills (Keterampilan Manusia) Keterampilan manusia adalah

kemampuan untuk bekerja dengan pemahaman, dan memotivasi orang lain,

baik sebagai individu atau kelompok. Manajer membutuhkan keterampilan ini

untuk mendapatkan partisipasi dan memimpin kelompok dalam mencapai

tujuannya.

3. Administrative Skills (Keterampilan Administrasi) Seluruh keterampilan

administrasi terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, staf,

dan pengawasan. Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk mengikuti

kebijakan dan prosedur, mengelola anggaran yang terbatas dan sebagainya.

Keterampilan administrasi merupakan perpanjangan dari keterampilan

konseptual. Manajer melakukan keputusan melalui penggunaan keterampilan

administratif dan kemanusiaan.

4. Technical Skills (Keterampilan Teknis) Keterampilan teknis adalah

kemampuan untuk menggunakan peralatan, prosedur kerja, dan teknik

prosedur divisi tertentu, seperti akuntansi, produksi, penjualan atau

permesinan dan sebagainya. Konsep kewirausahaan adalah pendekatan yang

sangat strategis. Visi sangat penting untuk menentukan kemana arah masa

depan perusahaan. Seorang pemimpin yang memiliki konsep:

1) bagaimana merekayasa masa depan untuk menciptakan perusahaan

yang produktif;

2) untuk memantapkan dirinya sebagai agen perubahan;

3) posisi sebagai penentu arah kewirausahaan;

4) pelatih profesional atau pelatih;

5) dapat menunjukkan kekuatan pengetahuan berdasarkan pengalaman

profesional, didukung oleh karakteristik budaya pekerjaan dalam

mencapai tujuan yang ditetapkan dalam visi dan diuraikan dalam misi.


Kesimpulan

Sikap yang harus dimiliki seorang pengusaha sangat mempengaruhi dalam kemajuan

dari perusahaannya, serta seorang pengusaha harus memiliki jiwa kepemimpinan yang

mampu mengkoordinir para karyawannya agar mampu memberikan pelayanan yang

memuaskan kepada konsumen. Pengusaha juga harus memiliki sikap visioner, kreatif, dan

inovatif untuk mampu bersaing di era digital seperti saat ini. Serta harus bertanggung jawab

dengan pekerjaan dan mematuhi dengan aturan yang berlaku dalam perusahaan dan

pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.