Maret 31, 2022

Kepemimpinan Berfikir Visioner Berwirausaha di Era Generasi Milenial

 Oleh: Dikar Ardiyanto (@50-DIKAR)

Abstrak

Kepemimpinan adalah kemampuan aspirasional, kekuatan dan keunggulan dari sifat-sifat pemimpin yang pada akhirnya menjadi stimulus psikologis yang dapat menyebabkan collective boundaries. Selanjutnya akan muncul kepatuhan, kesetiaan, kerjasama, dan rasa hormat dari anggota kelompok kepada pemimpin. Pemimpin harus mengetahui apa yang ingin dicapai , pemimpin visioner sangat memahami betapa pentingnya untuk melibatkan semua pemangku kepentingan dalam kewirausahaan untuk mewujudkan visi masa depan. Pemimpin visioner milenial dalam berkomunikasi bersifat Instant Communication, real time, Network Development, lebih terbuka terhadap berbagai akses informasi yang bersifat lintas batas sehingga menjadikan mereka memiliki kompetensi

Pendahuluan

Visioner adalah salah satu kepribadian atau sikap yang mampu dijadikan sebagai acuan dalam memilih seorang pemimpin. Secara sederhana, yang dimaksud dengan visioner adalah skill atau kemampuan dalam memanfaatkan peluang yang mungkin terjadi di masa depan. Orang yang memiliki gaya kepemimpinan visioner selalu mampu melihat segala potensi organisasi atau perusahaan yang mungkin tak mampu dilihat atau disadari oleh orang lain. Kemudian, setelah mengetahui potensi atau peluang yang mungkin terjadi di masa depan tersebut, pemimpin visioner akan langsung melahirkan berbagai ide yang mampu meningkatkan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam persaingan dengan para kompetitornya. Dari kemampuan tersebut dipercaya bahwa pemimpin visioner mampu menggapai visi dan misi, ataupun cita-cita perusahaan di masa mendatang. Akan tetapi, tentu saja diperlukan dukungan serta komitmen penuh dari seluruh anggota organisasi terhadap pemimpinnya agar cita-cita tersebut akhirnya mampu dicapai.

Pembahasan

Nilai-nilai Generasi Milenial Menurut Bencsik & Machova (2016:82), generasi milenial atau milenium merupakan pemimpin yang lahir pada tahun 1981 – 1994 atau disebut dengan generasi Y. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter.

Karakteristik nilai-nilai budaya generasi millennial yang ditunjukkan pemimpin visioner antara lain: Menjadikan teknologi sebagai lifestyle, generasi yang ternaungi, lahir dari orang tua yang terdidik, multi talenta , multi bahasa, ekspresif dan eksploratif, selalu yakin, optimistik, percaya diri, menginginkan kesederhanaan, dan segala sesuatunya serba instan, prestasi merupakan sesuatu yang harus dicapai, bekerja dan belajar lebih interaktif melalui kerjasama tim, kolaborasi dan kelompok berpikir, mandiri dan tersturuktur dalam penggunaan teknologi Jika kamu saat ini merasa belum memiliki sikap visioner, maka sekaranglah waktu yang tepat untuk menguasai kemampuan tersebut. Tidak perlu ragu, pada dasarnya semua orang mampu menjadi seorang yang visioner asal mengetahui caranya.Berikut adalah beberapa tips menjadi seorang pemimpin visioner yang dapat kamu terapkan.

1. Pandai Menjaga Hubungan Baik

Hal pertama yang perlu dilakukan agar bisa menjadi seorang pemimpin visioner adalah mampu menjalin hubungan yang baik dengan pihak manapun. Khususnya dalam hal berbisnis, pandai menjaga hubungan dengan orang lain adalah cara paling efektif untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Barulah setelah kepercayaan tersebut didapatkan, kamu mampu menggali lebih jauh mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan serta apa yang mampu membuat hidup orang lain lebih mudah. Tanpa adanya jalinan hubungan yang baik serta kepercayaan, siapa pun tak akan mampu menggapai hal-hal yang ingin diraihnya ketika berbisnis. 

            2. Mampu Membangun Suatu Nilai

        Selanjutnya, kamu perlu mewujudkan impian dengan cara pembentukan sebuah nilai. Pemimpin visioner harus mampu meyakinkan orang yang bakal menjalani bisnis dengannya bahwa mereka pasti mampu memperoleh keuntungan atas layanan atau produk yang ditawarkan. Cara membentuk nilai ini bisa melalui memahami keinginan pelanggan. Untuk mengetahuinya, kamu bisa langsung bertanya pada pelanggan terkait hal-hal apa saja yang diinginkan atau diperlukannya. Cara lainnya bisa melalui survei yang dilakukan di berbagai platform. Sebagai contoh, media sosial, lalu melakukan diskusi bersama sumber terkait. Dengan mengetahui apa yang konsumen inginkan, barulah pemimpin mampu memulai untuk membentuk suatu nilai..

            3. Lihai Mengatasi Masalah pada Bisnis

    Langkah yang ketiga untuk menjadi seorang pemimpin visioner adalah kamu harus mampu mengatasi bermacam-macam hambatan yang menghampiri. Dalam berbisnis, inti tujuan yang harus diraih adalah kemampuan dalam memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Namun, yang menjadi masalah adalah bisnis biasanya perlu dimulai dengan cara berbagi ide dengan orang lain agar mampu membuat mereka setuju serta menerima penawaran yang diberikan. Di lain sisi, kamu juga perlu memberanikan diri dan bertanya alasan yang membuat mereka menolak tawaran yang diberikan. Oleh karena itu, sebagai seorang yang visioner, kamu perlu mengatasi hal tersebut dan mencari jalan keluarnya.

            4. Terbiasa Berpikir Secara Dinamis

    Pemimpin dengan sikap visioner tak akan pernah meninggalkan sebuah diskusi sebelum segala hal yang dibahas di dalamnya jelas dan dimengerti. Ketika diskusi tersebut telah melahirkan persetujuan, kamu perlu memahami dengan jelas mengenai langkah seperti apa yang selanjutnya perlu diambil. Sebagai seorang pemimpin visioner, kamu perlu menyampaikan segala informasi dengan jelas serta mampu tetap teguh bertahan terhadap nilai yang akan ditawarkan. Itulah mengapa sikap visioner harus dibarengi dengan kemampuan untuk terus berpikir secara dinamis dan memikirkan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. Bahkan, ketika tujuan atau target yang ingin diraih akhirnya terwujud, kamu masih harus terus berkembang dan berusaha. Dengan begitu, tujuan serta cita-cita selanjutnya yang lebih besar bisa ditentukan dan juga berhasil diraih.

          5. Memiliki Kemampuan Manajemen Risiko

    Karena sudah memikirkan banyak hal dengan matang, seseorang dengan model leadership visioner umumnya mempunyai kemampuan ini.Risk management atau manajemen risiko adalah sebuah proses dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, menganalisis, mengendalikan, serta berupaya untuk menghindari, menghilangkan, atau meminimalkan risiko yang tak bisa diterima. Melalui manajemen risiko seorang pemimpin mampu mengecilkan potensi kerugian terhadap risiko yang mungkin dihadapi oleh organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya.

    Kepemimpinan Wirausaha Menurut Bennis (1995) visi adalah gambaran masa depan yang diinginkan perusahaan, sebagai mimpi yang mirip dengan pernyataan misi, prospek masa depan adalah realistis, kredibel dan menarik, dan suatu kondisi yang memiliki cara yang lebih baik daripada jauh di sana sebelumnya. Visi menghubungkan dan mendorong para pemangku kepentingan perusahaan / organisasi agar termotivasi dalam pekerjaan mereka (Yoeli & Berkovich, 2010). Prinsip Atribut Kewirausahaan Pengembangan visioner sebagai cita-cita ambisius dalam sebuah perusahaan yang tidak hanya dilakukan satu langkah, tetapi mengembangkan visioner yang dibangun dan dilakukan langkah demi langkah. Ketika bangunan sudah dibangun dan dikerjakan, langkah selanjutnya mereka harus memprioritaskan yang paling penting dan dipilih secara strategis. Menguasai sepenuhnya prinsip dan tindakan kepemimpinan kewirausahaan adalah proses menuntut pertumbuhan sejalan dengan tiga komponen, yaitu pengembangan pribadi individu, efektivitas tim, dan perubahan organisasi. Kepemimpinan pengusaha bahwasannya ia mampu membangkitkan yang terbaik dari setiap individu, tim dan organisasi, ingat bahwa kepemimpinan pengusaha adalah untuk menanamkan kepercayaan diri dalam berpikir, berperilaku dan bertindak dengan pemikiran pengusaha sepenuhnya sehingga menyadari tujuan nyata dan organisasi untuk pertumbuhan yang menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat.

Kesimpulan

    Wawasan kepemimpinan visioner untuk memahami masa depan dan memiliki kemampuan untuk membawa organisasi tumbuh dan mampu menghadapi semua tantangan zaman. Dalam berwirausaha membutuhkan pemimpin visioner, yang berorientasi pada pencapaian visi yang telah ditetapkan untuk mengundang semua pihak untuk secara efektif menjangkau melalui berbagai program dan kegiatan yang produktif. Selanjutnya, kepemimpinan visioner dalam berwirausaha memiliki prinsip, keterampilan, dan karakteristik yang dimiliki perusahaan.

Referensi :

https://www.cermati.com/artikel/visioner-pengertian-ciri-dan-cara-memilikinya\

https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/karakter-wirausaha-karakteristik-wirausaha-untuk-menuju-sukses-adalah-sebagai-berikut/

https://zenodo.org/record/3375329/files/1.%20Nana.pdf?download=1

https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/sosio_ekons/article/download/2558/2044

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.