Maret 31, 2022

Mengenali Potensi Diri Untuk Lebih Percaya Diri Dalam Berwirausaha

 

Mengenali Potensi Diri Untuk Lebih Percaya Diri Dalam Berwirausaha

Oleh : Ilham Nasuha (U49-ILHAM)

 

I. Abastrak

Menjadi Wirausaha, sudah merupakan pilihan yang tepat untuk Insan Muda dan Generasi saat ini, karena dengan berwirausaha, akan memiliki kehidupan dan penghidupan mandiri yang lebih jelas dan membuat kita lebih percaya diri dengan usaha sendiri yang patut dibanggakan.

Kebanggaan akan sebuah komitmen dalam memiliki sebuah usaha, terlebih akan memberikan penguatan dan keunggulan diri sendiri untuk menerapkan segenap kemampuan diri dan ide-ide kreatif yang akan tertuang dalam konsep usaha yang memang menjadi icon dirinya.  Begitu pula jenis usaha yang dipilih, akan senantiasa memberikan warna dan citra diri, bila dijalani dengan passionnya sendiri, sehingga kita akan lebih mencintai pekerjaan sebagai pelaku usaha dengan kenyamanan tersendiri.

Lalu apa yang harus kita siapkan dalam menjalani usaha itu, agar usaha ini menjadi sebuah kebanggaan, dan bahkan kita lebih percaya diri, yakin dan selalu optimis menjalankan semua proses dalam menjalankan bisnis sehingga menjadi sebuah semangat baru untuk menjalaninya?


II. Pembahasaan

Ada beberapa tips untuk para wirausaha, yang kini sedang semangat-semangatnya menjalani usaha (bisnis) maupun  merintis  sebuah usaha yang sedang diandalkan dan cukup membuat kita percaya diri dalam mengembangkannya. 

Pertama, kita harus menjadikan usaha ini sebagai hobi yang menyenangkan, sehingga kita akan lebih nyaman menjalaninya, tanpa beban apapun, selalu menciptakan kehangatan dan membuat setiap hari-hari menjalani usaha ini secara menyenangkan dan penuh ikhlas.  Selanjutnya selalu menganggap usaha yang kita jalani ini adalah sebuah mainan sederhana yang tidak pernah lepas dari perhatian kita setiap saat, kita monitor dan kita pantau perkembangannya seiring berjalannya waktu, sambil kita terus berikan sentuhan-sentuhan kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan, sehingga kita tidak pernah bosan menjalaninya.

Selanjutnya jangan lupa setiap hari menjalani usaha adalah sebuah pembelajaran, ajang untuk terus mengupdate pengetahuan, keterampilan dan inovasi terkini yang terus dikembangkan di dalam lembaga bisnis yang kita tekuni.jangan pernah bosan untuk mendapatkan ilmu baru untuk memperkaya pengetahuan kita sehingga kita akan selalu terdepan dalam informasi dan strategi pengembangan usaha yang harus terus dilakukan.  Setiap saat, bahkan setiap detik selalu ada perubahan yang mempengaruhi usaha kita.  Kita harus selalu siaga melihat beberapa perubahan lingkungan maupun trend pasar yang ada di masyarakat.  Sehingga kita akan terus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi.

Hal penting yang harus diciptakan, untuk lebih percaya diri menjalani sebuah usaha, kita harus terus mengembangkan sikap-sikap positif wirausaha yang menunjang pertumbuhan bisnis kita, diantaranya selalu istiqomah dalam nilai-nilai kejujuran, keorisinilan, kesungguhan dan keunggulan diri yang akan memberi penguatan langsung pada karakter wirausaha yang diharapkan menjadi modal utama sebagai pelaku bisnis yang handal.. Disamping itu, keyakinan dan keteguhan pemikiran akan keberhasilan/sukses sebuah unit usaha yang dibangun akan memberikan panduan untuk mengiringi perjalanan sukses kita kedepan.

Untuk menunjang keyakinan itulah, kita upayakan, pada saat merintis usaha, terutama pada saat menyusun konsep bisnis dan perencanaan usaha, sebaiknya dibuat perncanaan dan konsep yang jelas dan melakukan pendalaman konten produk/jasa yang benar-benar telah kita analisis dan telah dibuat perhitungan yang matang untuk menghurang resiko-resiko yang dapat mempengaruhi proses operasional usaha yang dijalani.

 

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengenali potensi diri:

1. Kenali Minat dan Bakat

Kenali apa minat dan bakat kita, apa yang membuat kita bersemangat dan tidak pernah bosan melakukannya, apa yang membuat kita bahagia setelah selesai melakukannya. Dengan mengenali minat kita pada apa, dan di bidang apa kita berbeakat, maka selanjutnya akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan pengembangan diri.

 

2. Minta Masukan dari Orang Terdekat

Orang yang paling mengenal diri kita selain kita sendiri adalah orang terdekat, misalnya keluarga, sahabat, mentor, atau saudara. Mereka adalah orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan kita dengan intensitas waktu yang paling banyak, sehingga sangat mungkin mereka mengetahui tentang diri kita, bahkan hal-hal yang paling kecil sekalipun, termasuk potensi yang kita miliki.

 

3. Mencoba Hal Baru, Keluar dari Zona Nyaman

Jangan terpaku hanya pada hal-hal yang ada di sekitar kita saja. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri. Jika kita belum tahu apa hal yang kita sukai, coba lakukan berbagai hal positif yang belum pernah kita coba. Jangan takut salah, jangan takut gagal. Beranjaklah dari zona nyaman, karena berada di zona nyaman tidak akan membuat diri kita tumbuh. Semakin banyak hal positif yang kita coba, maka akan semakin banyak informasi yang kita dapatkan terkait ketertarikan dan kemampuan kita.

 

4. Gali Informasi

Masifnya informasi yang masuk ke dalam kehidupan kita berkat perkembangan teknologi digital dan jaringan internet, memberi kita kesempatan untuk terus memperbarui pengetahuan kita tentang berbagai hal. Jangan pernah berhenti mencari informasi, karena itu adalah sumber potensi yang bermanfaat. Yang perlu diingat adalah, disiplin menyaring bacaan atau tontonan yang kita konsumsi, karena tidak semua konten berisi hal positif, bahkan banyak di antaranya yang mengandung berita palsu/hoax. Jika Anda tertarik pada satu bidang informasi, maka gali sebanyak-banyaknya. Itu merupakan potensi yang suatu hari bisa Anda bagikan ke orang lain.

 

5. Kenali diri sendiri

Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.

 

Pentingnya Pola Pikir dalam Berwirausaha

Perubahan pola pikir kadang sering terjadi terhadap semua orang, terutama kepada orang yang selalu merasakannya, karena mereka akan menyadari perubahan sekecil  apapun terhadap pola pikir mereka, apakah itu pola pikir yang positive atau negative yang mereka rasakan, jika  mereka merasakan perubahan hal positive terhadap diri mereka sendiri maka ada dorongan dalam diri mereka untuk selalu optimis dalam meraih mimpi dalam berwirausaha, dan jika dengan pola pikir yang negative ,  itu akan menyebabkan mereka selalu bersifat pesimis untuk meraih mimpi mereka,  maka dari itu pendidikan dan komunikasi untuk medapatkan informasi sangatlah penting dalam mengubah mindset seseorang dalam berwirausaha supaya mempunyai  pikiran inovatif dan kreatif dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang wirausaha yang berhasil.

 

Upaya mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam wirausaha

Hal yang dapat diupayakan untuk meningkatkan kemampuan kreatifitas dan Inovasi dalam wirausaha antara lain:

 

A.     Mengenali hubungan

Banyak penemuan dan inovasi lahir dari cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru dan berbeda antar obyek, proses,bahan,teknologi dan orang. Seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air teh kemudian dibotolkan menjadi teh botol yang harum dan segar rasanya.

Untuk membantu meningkatkan kreatifitas, dapat dilakukan dengan membuang cara pandang yang statis terhadap hubungan orang dan lingkungan. Sebaliknya diperlukan cara pandang yang baru dan berbeda. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari fenomena tersebut. Hubungan ini nantinya dapat memperlihatkan ide produk dan jasa yang baru. Sebagai contoh kita melakukan Latihan dengan melihat hubungan antara sembako dengan bulan Ramadhan, kebutuhan konsumen dengan produk yang ada dipasaran, serta hubungan antara manajer dengan buruh.

 

B.     Mengembangkan perspektif fungsional

Jika dikembangkan lebih lanjut. Kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional dari benda dan orang. Seorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan dapat membantu menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya sering secara tidak sadar kita menggunakan ujung gunting untuk memasang baut karena obeng yang kita cari tidak ditemukan. Cara lain kita harus memulainya dari cara pandang yang non konvesional dan dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh: menggunakan lidi yang biasa sebagai sapu, digunakan sebagai bahan pembuat piring atau nampan, atau menggunakan akar sebagai pengganti rotan.

 

C.     Gunakan akal

                Penelitian terhadap pengguna fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan telah dilakukan sejak tahun 1950-an dan tahun 1960-an. Otak bagian kanan dipakai untuk hal seperti analogi, imajinasi dan lain-lain. Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja seperti analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah dan lain-lain. Meski secara fungsi ia berbeda, tetapi dalam pekerjaannya ia harus saling berhubungan. Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan. Evaluasi dan tahap implementasi. Jadi bila kita ingin lebih kreatif. Kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua otak kita tersebut. Contoh Latihan dapat kita buat sesuai dengan fungsi belahan otak.

 

D.    Hapus perasaan ragu-ragu

Banyak kebiasaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif. Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa hanya menggunakan 2-10 persen potensi kreatifitas yang dimilikinya. Sehingga banyak orang memiliki kecendrungan membuat penilaian yang cepat terhadap orang ataupun ide-ide.

 

III. Kesimpulan

Akhirnya kembali kepada Sumber Daya Manusia terpilih yang harus kita ambil untuk mendukung tumbuh kembangnya  usaha kita. Pilih orang-orang yang kompeten sesuai bidang keahliannya untuk mengurusi unit-unit usaha yang bisa bekerjasama dan mampu bekerja dalam target dan tujuan perusahaan.  Dan tentunya dapat memberikan kontribusi pemikiran serta memiliki loyalitas dan rasa memiliki pada perusahaan tempat bekerja, sekecil apapun perannya dan sesederhana apaun pekerjaan dalam mendukung usaha kita.  Semua harus memiliki kepedulian dan penciptaan motivasi untuk dapat maju bersama untuk sukses menghasilkan sebuah karya dan persetasi dalam perusahaan.

Itulah sekilas tentang upaya untuk memupuk rasa percaya diri dan untuk lebih yakin menjalankan sebuah usaha, terutama dalam menetapkan usaha apa yang akan dijalankan dan akan bermitra dengan siapa, strategi apa saja yang memang harus dipikirkan jauh-jauh hari dari mula kita menyiapkan perencanaan bisnis yang lebih berkarakter.

 

IV. Daftar Pustaka

[1] https://opop.jabarprov.go.id/menggali-potensi-diri-untuk-lebih-percaya-diri-menjadi-wirausaha/

 

[2]   https://lmsspada.kemdikbud.go.id/mod/page/view.php?id=92389&forceview=1

 

[3] http://www.teknokreatipreneur.com/2018/03/gali-potensi-diri-dalam-meraih-peluang.html

 

[4]    Modul 4 Kewirausahaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.