Maret 22, 2022

MERAIH KEUNGGULAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

 

MERAIH KEUNGGULAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

 

Disusun Oleh :  

Nama                  :        ALDIANSYAH  

NIM                    :        41420010027  

Jurusan                :       Teknik Elektro  

Universitas          :        Mercubuana Jakarta Barat   

Kode pembisnis  :        @U32-ALDIANSYAH  

  

ABSTRAK 

     Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh. Bisnis sebaiknya memiliki nilai dan bermanfaat dimana hal ini bisa dilakukan melalui penerapan konsep kewirausahaan sosial. Berbagai kalangan mulai memperbincangkan konsep kewirausahaan sosial sebagai solusi inovatif dalam menyelesaikan permasalahan sosial.. 

     Tujuan kewirausahaan sosial adalah terwujudnya perubahan sosial ke arah yang lebih baik atau positif dan memecahkan masalah sosial untuk kepentingan masyarakat

A.PENDAHULUAN 

 Latar Belakang

     Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka untuk setiap masukan dan perubahan yang positif yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh serta memiliki nilai. Salah satu pendorong terciptanya inovasi selain perubahan dan keharusan untuk beradaptasi adalah kesadaran akan adanya celah antara apa yang ada dan apa yang seharunya ada, dan antara apa yang diinginkan oleh masyarakat dengan apa yang sudah ditawarkan ataupun dilakukan oleh pemerintah, sektor swasta maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

     Bisnis sebaiknya memiliki nilai dan bermanfaat. Hal ini bisa dicapai melalui kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menerapkan konsep kewirausahaan sosial. Konsep kewirausahaan sosial telah menjadi konsep yang popular di berbagai Negara.

 

B. KAJIAN PUSTAKA 

Kewirausahaan merupakan suatu proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa serta kemakmuran. Peter F.Drucker (1994) mendefinisikan kewirausahaan sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Thomas W. Zimmerer (1996;51) mengungkapkan bahwa kewirausahaan merupakan proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam kehidupan sehari- hari. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Thomas W.Zimmerer et al (2005)  merumuskan manfaat berwirauaha sebagai berikut:

1.      Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri. 

2.      Memberi peluang melakukan perubahan : Pebisnis menemukan cara untuk mengombinasikan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai masalah ekonomi dan social dengan harapan akan menjalani kehidupan yang lebih baik

3.      Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya : Memiliki usaha sendiri memberikan kekuasaan, kebangkitan spiritual dan membuat wirausaha mampu mengikuti minat atau hobinya sendiri. 

4.      Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin 

5.      Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya 

6.      Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya

 Entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya tidak lepas dari modal. Modal tidak selamanya identik dengan uang ataupun barang (tangible). Sebuah ide sudah termasuk modal yang luar biasa karena ide merupakan modal utama yang akan membentuk dan mendukung modal lainnya. Beberapa modal yang termasuk ke dalam modal tidak berwujud (intangible) antara lain :

1.      Modal Intelektual Modal Intelektual didefinisikan sebagai kombinasi dari sumberdayasumberdaya intangible dan kegiatan-kegiatan yang membolehkan organisasi mentransformasi sebuah bundelan material, keuangan dan sumberdaya manusia dalam sebuah kecakapan sistem untuk menciptakan stakeholder value (Cut Zurnali , 2008). 

2.      Modal Sosial dan Moral Modal sosial dan moral yang dapat disebut sebagai suatu integritas merupakan suatu hal penting yang membentuk sebuah citra terhadap kepribadian Anda sebagai seorang wirausaha. Pada saat menjalankan bisnis, ada etika wirausaha yang tidak boleh Anda langgar. 

3.      Modal Mental Mental wirausaha harus ditaman sejak dini. Karena modal mental merupakan kesiapan sejak dini kemudian diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi risiko dan tantangan. Sebagai wirausaha, Anda harus berani menghadapi risiko. Risiko disini berarti risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya sehingga hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Anda harus bisa belajar mengelola risiko dengan cara mentransfer berbagai risiko ke pihak lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok dan sebagainya

 

 PEMBAHASAN 

Salah satu manfaat dari kewirausahaan sosial adalah untuk membangun sebuah bisnis sebagai solusi untuk permasalahan sosial ekonomi, pendidikan, lingkungan dan berbagai permasalahan yang telah menjadi tantangan dunia. Seperti yang diungkapkan Bill Drayton, seorang innovator publik yang mendirikan Ashoka Foundation menulis bahwa cara yang paling efektif untuk mempromosikan dapat merumuskan solusi inovatif yang berkelanjutan dan dapat ditiru baik nasional maupun global. Berikut adalah peran wirausaha sosial dalam perekonomian suatu Negara: 

      Menciptakan lapangan kerja 

      Mengurangi pengangguran 

      Meningkatkan pendapatan masyarakat 

      Mengombinasikan factor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian) 

      Meningkatkan produktivitas nasional Menjadi wirausaha sosial tidaklah mudah.

    Wirausaha sosial melihat permasalahan sosial sebagai peluang usaha serta memiliki keberanian dan mengambil risiko untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang dilakukan oleh Purba Plastik. Simpati Anas Agusta Purba pria Batak Karo adalah pemilik nama wirausaha tersebut. Usaha yang bergerak dibidang produksi biji plastik ini berdiri pada bulan Pebruari

2012 dengan mengusung merek “Purba Plastik” yang berlokasi di Jl Djamin Ginting, Lau Cih, 



Medan. Gambar 3.1 Biji plastik yang siap dikirim ke pabrik Bahan baku usaha ini adalah sampah-sampah dari berbagai jenis plastik yang berasal dari lokasi tempat pembuangan akhir. Namun demikian sampah-sampah plastik yang berasal dari rumah tangga juga ditampung disini. Sampah-sampah plastic ini diolah menjadi biji plastic dan selanjutnya dikirim ke pabrik pengolahan untuk kemudian diproses labih lanjut (misalnya menjadi produk plastik yang kita gunakan sehari-hari). Pada usaha ini penyortiran dilakukan oleh ibu-ibu yang berdomisili di sekitar lokasi produksi. Sebelum bekerja di usaha Purba Plastik, ibu-ibu ini kesehariannya adalah seorang pemulung (nyeker). Ternyata bisnis yang dijalankan tersebut memberikan peluang kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitar yang tentunya membawa dampak positif serta mampu mengurangi gundukan-gundukan sampah yang berada di tempat pembuangan akhir.

D. SIMPULAN  

Kewirausahaan sosial adalah tindakan berinovasi dan mengenali masalah sosial dengan menggunakan prinsip kewirausahaan. Modal dasar yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan sosial adalah lebih kepada komitmen untuk membuat perubahan sosial berdasarkan tujuan mulia. Penguaha sosial harus memiliki trategi berdaarkan kekuatan sosial untuk menyebarkan pengaruhnya, penggunaan media sosial akan membantu organisasi maupun individu untuk menyebarkan permaalahan yang dialami masyarakat. Untuk itu pengusaha sosial berfokus pada pengalaman yang dialami masyarakat, sehingga sangat perlu untuk menjalin komunikasi serta mambangun empati melalui peritiwa yang dialami oleh masyarakat

 

 PENUTUP   

Demikian karya tulis ini saya buat, semoga dapat memberikan manfaat ke para pembaca.

DAFTAR PUSAKA   

Bornstein,D, 2004, How to Change the World: Social Entrepreneur and the Power of New Idea.

 

Dees, J. G , 2001, The Meaning of Social Entrepreneurship

 

Drucker, P.F , 1994, Innovation and Entrepreneurhip, New York: Harpercollins Publisher

 

Helltrom, T, 2004, Innovation as Social Action., Denmark: Copenhagen Bussiness School

 

Mulgan, G., Tucker, S., Ali, R., and Sanders,B, 2007, Social Innovation: What It Is, Why It

Matters and How It Can Be Accelerated. Oxford; Skoll Centre for Social Entrepreneurship, Said Business S

 

Saragih, Rintan, 2013. Berwirausaha Cerdas, Inspirasi bagi kaum muda, Yogyakarta;.Graha Ilmu.

 

Saifan, S.A, 2012, Social Entrepreneurship: Definition and Boundaries.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.