Mei 30, 2022

Pentingnya menjaga Partnership dalam sebuah usaha (Entrepreneurship)

Oleh : Pasca Fitri Pratama (@T19-Pasca)

 

-       Latar Belakang

Dalam membangun sebuah usaha, atau entrepreneurship terdapat hal-hal atau faktor yang menjadi kunci agar sebuah usaha menjadi lancar dan maju. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi struktur organisasi ataupun aturan yang diterapkan. Faktor lainnya adalah bagaimana seorang entrepreneur menjalin relasi dan koneksi dengan rekan baik rekan kerja ataupun partner.

Dalam entrepreneurship, inovasi dan kreativitas yang diciptakan diharapkan dapat memberikan manfaat. Manfaat tersebut selain dapat dirasakan oleh pengguna atau konsumen, juga dapat dimanfaatkan oleh partner bisnis atau rekan. Karena sebuah inovasi yang menghasilkan produk, terkadang memerlukan bantuan mitra atau partner. Seperti pemunculan ide, realisasi ide, pembagian tugas hingga pengadaan bahan untuk menciptakan inovasi menjadi produk.

Oleh sebab itu dalam sebuah usaha tentu sedikit banyak memiliki partnership, baik untuk membantu merealisasikan ide menjadi produk ataupun dalam menentukan ide-ide yang akan dibuat demi mendapatkan tujuan bersama dan keuntungan bersama.


-       Partnership

Partnership dalam Bahasa Inggris berarti kemitraan. Dalam dunia usaha atau bisnis, partnership atau kemitraan ini terjadi karena adanya dua atau lebih usaha yang berbeda namun memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga terjadi kerjasama yang dapat menghasilkan suatu keuntungan bagi pihak-pihak yang tergabung.

Berikut adalah jenis-jenis partnership dalam dunia usaha :

1.    General Partnership, Yaitu tipe kemitraan yang sifatnya tidak harus resmi, namun tetap ada perjanjian walaupun tidak tertulis (tetapi kebanyakan partner bisnis melakukan kontrak tertulis. Tujuan dari jenis partnership ini cenderung kepada membantu sebuah bisnis dalam survive atau tetap berjalan, seperti ketika bisnis memiliki hutang, pihak partner akan membantu untuk melunasi hutang demi kelancaran bisnis bersama.

2.    Limited Partnership, yaitu jenis kemitraan yang mewajibkan seluruh pihaknya mendapatkan keuntungan yang sama. Dalam kemitraan jenis ini, masalah operasional usaha hanya menjadi tanggung jawab pihak yang menjalankan operasional.

3.    Limited liability partnership, jenis kemitraan yang satu ini memiliki kemiripan limited partnership, namun mitra dapat membantu dalam operasional usaha, namun ketika pihak lain melakukan sebuah kesalahan maka pihak lainnya tidak bertanggung jawab, karena hanya berfokus pada masalah internal / operasional perusahaan.

Dari beberapa jenis kemitraan diatas terdapat beberapa keuntungan yang diantara lainnya adalah :

-       Modal yang didapatkan menjadi lebih besar, sehingga jika diolah dengan sesuai dan tepat, dapat membantu kemajuan dan perkembangan usaha.

-       Saling melengkapi antar mitra sehingga dapat memperbaiki sistem kerja dalam bisnis.

-       Kesempatan dalam melebarkan atau meluaskan jaringan usaha lebih besar

Meskipun terdapat beberapa keuntungan yang didapatkan dalam menjalin partnership atau kemitraan, namun berbeda pihak tentu menginginkan sesuatu yang berbeda, konsep , ide dan pola pikir yang berbeda tentu menjadi sebuah tantangan yang dihadapi ketika menjalani partnership.

            Berikut adalah beberapa kekurangan yang dapat terjadi dalam partnership:

-       Kehilangan kekuasaan atau kendali penuh dalam bisnis, karena kemitraan berarti kerjasama, sehingga kita harus menghormati keputusan yang telah disepakati bersama.

-       Keinginan untuk mengambil keuntungan yang banyak, dalam kasus ini banyak dari mitra atau partner yang akhirnya berhenti menjalin kerjasama karena merasa tidak melihat keuntungan yang dirasa dapat memenuhi keinginannya.

-       Partnership cenderung memiliki tanggung jawab atau kewajiban yang tidak ada batasnya karena dapat menyeret harta pribadi untuk menjalankan bisnis, selain itu juga partnership tidak selalu dapat berjalan seterusnya, jika pemilik bisnis sudah berganti dan tidak menginginkan partnership maka dapat diputus dan cenderung dapat menimbulkan konflik.

 

-       Menjaga Partnership dalam usaha

Jika dirasa partnership dapat meringankan anda untuk memulai atau menjalankan usaha, usahakan untuk memiliki kesepakatan yang dapat membuat pihak-pihak yang terlibat tetap setuju dan mengerti. Mendiskusikan, menentukan dan menyepakati perjanjian yang disetujui oleh semua pihak yang terlibat, terkait kewajiban, pembagian keuntungan dan tanggung jawab apabila salah satu pihak melanggar dan penyelesaian masalah.

Jika sudah selesai mendiskusikan hal-hal tersebut dan hal-hal lainnya, maka partnership dapat dijalankan berdasarkan kewajiban dan tanggung jawab masing masing pihak. Seluruh pihak yang menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya juga harus berkolaborasi untuk kemajuan usaha sehingga dapat dikatakan dengan partnership yang sehat.

Dengan menjalin partnership yang sehat, maka perluasan jaringan usaha yang akan kembali lagi dengan mendapatkan banyak manfaat, keuntungan dan kepentingan usaha bersama. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga agar partnership tetap terjaga dalam usaha :

-       Menentukan visi dan misi bersama. Visi dan misi diperlukan agar bisnis yang dijalankan menjadi terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Perbedaan visi misi dapat menjadikan suatu pihak merasa dirugikan. Oleh sebab itu tentukan partner yang memiliki visi dan misi yang dapat disepakati bersama.

-       Perjanjian pembentukan usaha. Dengan pembuatan perjanjian pembentukan usaha berarti tidak melihat status dari partner, baik itu keluarga, saudara, teman dan lainnya, sehingga dapat membedakan hubungan pribadi dan partner bisnis. Perjanjian ini meliputi hak, kewajiban, kewenangan dan laiinya.

-       Pemilihan badan usaha yang akan didirikan. Menentukan badan usaha juga menjadi hal yang harus diperhatikan karena pemilihian suatu badan usaha tertentu maka tanggung jawab yang diterima juga dapat berbeda.

-       Pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam bagian ini, terkadang pembagian tugas dan tanggung jawab tidak seimbang sehingga terkadang ada satu pihak yang terpaksa menerima karena merasa membutuhkan partner, ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka tidak bisa diganti karena sudah ada perjanjian. Oleh sebab itu pembagian tugas dan tanggung jawab harus sesuai dan berdasarkan kesepatakan masing-masing pihak yang terlibat.

-       Komunikasi antar partner. Hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah komunikasi. Komunikasi adalah hal penting yang menentukan kesuksesan sebuah hubungan (mitra). Komunikasi harus dijalin dengan baik dan rutin. Baik sekedar menanyakan tentang pekerjaan atau diskusi hal yang dapat dilakukan berikutnya.                                                  

Referensi :

https://bahasan.id/dalam-berbisnis-membangun-networking-itu-penting-simak-caranya/

https://kumparan.com/karjaid/bekerja-professional-atau-wirausaha-1rGzd195590

https://majoo.id/solusi/detail/partnership-adalah

https://lenterakecil.com/pengertian-entrepreneurship-kewirausahaan/

https://www.qiscus.com/id/blog/pengertian-keuntungan-dan-tips-menjalin-partnership-dalam-berbisnis/

https://rangkulteman.id/berita/partnership-adalah-apa-itu-dan-bagaimana-cara-kerjanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.