Juni 06, 2022

Ekspor untuk Industri Kecil

Ekspor untuk Industri Kecil

Oleh : Sandy Faizal Harist (@T10-Sandy)

Pandemi Covid-19 bukanlah menjadi halangan untuk melakukan ekspor. Industri Kecil di Indonesia harusnya melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk ekspor ke berbagai negara. Beberapa produk makanan minuman ekspor meningkat. Saat ini beberapa negara mulai pemulihan ekonomi yang semakin membaik. Ini merupakan peluang ekspor pasca pandemic

Langkah awal untuk menembus pasar ekspor adalah dengan menetapkan produk andalan dan negara tujuan ekspornya. Industri Kecil dapat melakukan riset pasar ekspor, adaptasi produk dan mencari informasi ketentuan di dalam negeri dan persyaratan di negara tujuan ekspor. Selanjutnya, Industri Kecil hendaknya memanfaatkan dukungan dari pemerintah, asosiasi dan BUMN serta perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Dengan memanfaatkan internet dengan melakukan digital, marketing di berbagai website maupun media sosial. Industri Kecil juga sebaiknya mengikuti program peningkatan SDM ekspor berupa pelatihan dan pendampingan ekspor maupun berbagai webinar. 

Ada empat langkah yang harus ditempuh pelaku usaha hingga produknya bisa diekspor, yakni persiapan administrasi, legalitas sebagai eksportir, persiapan produk ekspor, dan persiapan operasional.

Persiapan Administrasi

Sebagai badan usaha yang akan melakukan bisnis internasional tentunya harus mempunyai kantor yang bersifat permanen atau memiliki kontrak dalam jangka waktu panjang, beserta perlengkapan dan peralatan pendukung lainnya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus mempunyai jaringan komunikasi dan tenaga operasional yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, serta menyiapkan company profile sebagai bahan informasi dan promosi kepada calon pembeli.

Legalitas sebagai Eksportir

Kemudian, calon eksportir juga harus mempersiapkan legalitas yang dibutuhkan untuk mengekspor produknya. Beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan di antaranya, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pokok (NPWP), serta dokumen lain yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah persyaratan di atas dipenuhi, pelaku usaha juga harus menyiapkan dokumen lainnya seperti kontrak penjualan, faktur perdagangan, Letter of Credit (L/C), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading (B/L), polis asuransi, packing list, Surat Keterangan Asal, surat pernyataan mutu, dan wessel export untuk eksportir.

Persiapan Produk Ekspor

Sambil persyaratan di atas dilengkapi, pelaku usaha sebelumnya harus dapat mengetahui ketentuan persyaratan internasional atau ketentuan permintaan pasar luar negeri, misalnya kuantias, kualitas, pengemasan, pelabelan, penadanaan dan waktu pengiriman.

"Pelaku usaha juga harus mengkalkulasi biaya-biaya yang diperlukan mulai dari ongkos produksi hingga pemasaran, sehingga bisa menetapkan harga jual produk," katanya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus bisa memastikan produksi yang kontinyu, sehingga tidak akan kelimpungan saat mendapatkan pesanan dalam jumlah yang besar.

Persiapan Operasional

Di sisi lain, pelaku usaha juga harus memperhatikan hal operasional lainnya, seperti proses ekspor, prosedur dan dokumen ekspor. Serta mulai mengenali kebijakan dan peraturan ekspor-impor, serta strategi ekspor.

Para pelaku Industri Kecil masih perlu meningkatkan pengetahuan akan akses pasar global, maka pasar ekspor produk-produk pada saat ini masih didominasi dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Hal ini menunjukkan Indonesia perlu memanfaatkan peluang pasar ekspor.

Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut dan bersaing dengan negara lain, faktor penting yang harus diperhatikan oleh Industri Kecil adalah pemenuhan keamanan dan mutu produk sesuai standar-standar yang ditentukan, penggunaan teknologi proses yang efisien dan inovatif, serta pengembangan produk menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.