Agustus 31, 2022

Technopreneurship


Muhammad Fikri Aditya 41619010033 (@V03-FIKRI)

Technopreneurship membawa makna; tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi yang berkembang pesat menjadi peluang bisnis.

Dalam ruang technopreneur, bukan penemuan tetapi inovasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Ini berarti menemukan solusi untuk masalah memanfaatkan alat yang sudah ada untuk melayani dunia.

Di dalam lingkup Technopreneurship, bukan penemuan yang menjadi kunci kesuksesan akan tetapi inovasi yang menjad kunci. Yang berarti mencari solusi atas permasalahan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya teknologi, dan itu berarti seorang technopreneur harus kreatif, inovatif, dinamis, yang juga melek teknologi karena teknologi memang menjadi pusat perhatian.

Para wirausahawan teknologi ini berhasil menggabungkan kelimpahan teknis mereka dengan tim eksekutif manajemen yang hebat untuk membangun warisan dari bawah ke atas.

  1. 1.  Steve jobs: co-founded Apple & built it into the world’s most valuable company.
  2. 2.  Bill Gates: founded Microsoft Corporation
  3. 3.  Mark Zuckerberg: Facebook
  4. 4.  Jack Dorsey: Twitter
  5. 5.  Elon Musk: Paypall, SpaceX, Tesla
  6. 6. Jeff Bezos: Amazon

Perkembangan Technopreneurship di Indonesia

Berdasar data BPS tahun 2019 jumlah entrepreneur Indonesia mengalami peningkatan menjadi 3,1 %, dari tahun sebelumnya yang hanya 1,6%. Tentu saja hal ini sangat mengembirakan karena salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah jika negara tersebut memiliki jumlah entrepreneur minimal 2 %. Sehingga untuk peningkatan jumlah entrepreneur perlu adanya komitmen dari berbagai pihak, yaitu perguruan tinggi, kemitraan dengan industri dan didukung oleh pemerintah.  Saat ini pemerintah telah memiliki berbagai program untuk meningkatkan peran technopreneur  muda, agar terjadi peningkatan dalam jumlah technopreneur  muda di Indonesia. dan saat inipun ada berbagai pihak industri yang secara bersama-sama dengan perguruan tinggi mendidik para technopreneur  muda.

Berdasar Global Enterpreneurship Index, terdapat 14 pillar yang menjadi pertimbangan bagaimana sikap para entrepreneur agar dapat menjadi seorang entrepreneur yang Tangguh. Pilar tersebut adalah kesempatan untuk memulai bisnis, memiliki keahlian dalam start up, menerima risiko yang timbul, memiliki kemampuan networking, pandangan positif penduduk suatu negera terhadap enterpreneurship, kesempatan dalam melakukan start up, penyerapan teknologi, sumber daya manusia, persaingan, inovasi produk, inovasi proses, pertumbuhan yang tinggi, penerimaan dari pasar secara internasional, kemampuan mengelola risiko terhadap modal.

Berkaitan dengan peningkatan penggunaan teknologi informasi, berdasarkan riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2017, pengguna internet mencapai 143 juta orang. Dari angka-angka tersebut terlihat bahwa perkembangan teknologi digital sangat pesat, sehingga berdampak pada pertumbuhan industri digital. Menyikapi perkembangan tersebut pemerintah pun telah mencanangkan visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai “The Digital Energy of Asia“. Maka dari pernyataan pemerintah tersebut diharapkan para technopreneur semakin termotivasi untuk mengambil ide-ide kreatif dengan bantuan media sebagai katalisator di era revolusi industri 4.0 menuju masyarakat 5.0. sehingga peran technopreneur  muda menjadi lebih siap dalam menghadapi perkembangan teknologi dan menghasilkan berbagai inovasi yang dapat direspon dengan sangat baik oleh konsumen.

 Landasan Technopreneurship

  1. Kebutuhan Masyarakat
  2. Perkaya diri dengan ide dan inspirasi
  3. Rencanakan dengan matang dan lakukan dengan cepat
  4. Tambahkan value pada produk
Manfaat Technopreneurship Secara Ekonomi, Lingkungan dan Masyarakat
Menurut Suparno et al (2008), technopreneurship dapat memberikan manfaat atau dampak baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Dampak secara ekonomi:
  1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
  2. Meningkatkan pendapatan
  3. Menciptakan lapangan kerja baru
  4. Menggerakakan dan menciptakan peluang bisnis pada sektor-sektor ekonomi yang lain
Dampak secara lingkungan:
  1. memanfaatkan bahan baku dari sumber daya alam Indonesia secara lebih produktif
  2. meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumberdaya energi
Dampak secara masyarakat:
  1. memberikan performasi solusi lebih baik dan lebih efisien 
  2. menjawab permasalahan dan memenuhi karakteristik kebutuan masyarakat
  3. ide orisinal
  4. dapat diterapkan ke pasar dan memnuhi kriteria kelayakan ekonomi
  5. memiliki skala pasar dan skala manfaat yang memadai
  6. meningkatkan produktivitas pendapatan, dan lapangan kerja bagi masyarakat


References:

Ubud, Sahnaz. Peran Technopreneur Dalam Perkembangan Teknologi dan Inovasi. Malang: Binus University

Tim Pengembangan Technopreneur. Technopreneurship. Surabaya: ITS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.