September 03, 2022

PELUANG USAHA INDUSTRI KREATIF


 Oleh : Tasya Reviana Azhari (@V28-TASYA)

Abstrak

    Artikel ini membahas tentang peluang usaha yang dapat dilakukan dan dikembangan melalui kreatifitas. Latar belakang dari artikel ini yaitu banyaknya masyarakat indonesia yang belum banyak tahu mengenai cara mencari peluang untuk mendirikan suatu usaha sehingga mereka yang belum memiliki pekerjaan menjadi pengangguran dan mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran di indonesia. Artikel ini disusun bertujuan agar masyarakat indonesia dapat membuka usaha dengan melihat peluang yang ada sehingga dapat mengurangi presentase pengangguran yang ada di indonesia.

Kata Kunci : Peluang, Usaha, Ide, Kreatif.


Pendahuluan

    Kewirausahaan, pada dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mengubah sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada.

    Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan menurut Hisrich dalam Suryana, mengatakan bahwa kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan nilai dengan mencurahkan waktu dan usaha, diikuti penggunaan uang, fisik, risiko, dan kemudian menghasilkan balas jasa berupa uang serta kepuasan dan kebebasan pribadi. Pada dua definisi ini ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi.

    Dapat diartikan secara menyeluruh bahwa  kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya, kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.


Permasalahan 

    Pengangguran di Indonesia cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia ada sebanyak 8,40 juta orang per Februari 2022. Semakin tingginya tingkat pengangguran di indonesia menyebabkan semakin kompleks masalah sosial ekonomi di masyarakat. Oleh karena itu, pengangguran harus disiasati supaya menurun jumlahnya dari tahun ketahun. 

    Salah satu cara untuk mengurangi jumlah pengangguran di indonesia adalah dengan mengembangkan wirausaha. Bisnis yang berkembang pada saat ini menawarkan keunikan, kreativitas, dan inovasi yang sering disebut sebagai bisnis kreatif. Bisnis kreatif yang dilakukan bersama dengan UMKM diperkirakan dan diharapkan akan menjadi penopang ekonomi negara dalam menghadapi krisis global yang melanda dunia. 


Pembahasan

    Seseorang yang akan melakukan usaha sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu mengenai masalah yang terjadi di pasar. Pencarian ini juga memiliki tujuan agar pembisnis meliihat peluang usaha, diantaranya yaitu:

1. Kebutuhan Konsumen

Sebelum membuka usaha, pembisnis harus mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan di lingkungan sekitar. Dengan mengetahui kebutuhan dan keperluan yang ada di lingkungan sekitar, hal ini dapat menjadi dasar untuk menentukan usaha yang akan dijalankan.

2. Memanfaatkan Keterampilan atau Hobi

Untuk menemukan peluang usaha, seorang pembisnis bisa mendapatkan ide bisnis yang layak berasal dari keterampilan yang dimiliki diri sendiri. Keterampilan yang dikembangkan akan menjadi usaha yang menghasilkan keuntungan.

3. Memperhatikan Trend

Seorang pembisnis dapat memulai usaha dengan melihat tren yang sedang terjadi. Dengan mengikuti perkembangan berita dan informasi di sekitar, kita dapat membuka usaha tertentu.

4. Memahami dan Menganalisa Pasar

Untuk memulai suatu ide bisnis, baiknya dilakukan penelitian atau analisa pasar terlebih dulu. Tujuannya adalah mengetahui segmen pasar tujuan usaha dan mengetahui apa yang menjadi keinginan dari calon pembeli .Tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan, pengumpulan data, analisa pasar dan pesaing dan yang terpenting adalah segera ambil kesimpulan untuk segera memulai suatu usaha dengan perencanaan yang matang.

5. Menciptakan Ide Usaha Baru

Dengan menciptakan ide usaha baru, kita bisa menjadi pelengkap terhadap jenis usaha lain. Karena semua ide tersebut didapatkan lewat analisa kebutuhan dan bagaimana memanfaatkan peluang untuk melengkapi usaha yang sudah berjalan saat ini.

6. Tambahkan Nilai Produk yang Sudah Ada

Jika seorang pembisnis telah memiliki usaha, misalnya Toko Handphone, maka dapat menambahkan usaha aksesoris handphone untuk melengkapi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Dalam menjalankan suatu usaha terdapat 3 hal yang harus diingat dan menjadi modal utama untuk mendapatkan hasil terbaik dalam usaha yaitu kreativitas, inovasi, dan kerja keras. 

    Selain itu Supriyadi & Widodo (2002) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diingat oleh seorang pembisnis atau wirausaha dalam melihat peluang, diantaranya :

1. Pengalaman dan Objektifitas

Pengalaman akan membantu seorang wirausaha dalam menilai sebuah peluang usaha. Misalnya pengalaman seseorang berdagang pakaian batik akan membantunya menilai peluang membuka konveksi pakaian batik. Pengalaman bisa berasal dari apa yang pernah dilakukannya, bisa juga melalui konsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman. Selain itu objektivitas dalam menilai sebuah peluang juga diperlukan sehingga usaha yang dijalani sudah diawali dengan perhitungan yang matang.

2. Kedekatan Pasar

Salah satu kesalahan dalam wirausaha yaitu ada kecenderungan hanya faktor kemampuan berproduksi saja yang diutamakan, sedangkan kemampuan untuk memenuhi keinginan konsumen kurang diperhatikan. Mestinya memproduksi untuk bisa dijual, bukan sekedar memproduksi apa yang dapat dibuat.

3. Pemahaman Teknis

Kurangnya pemahaman teknis terutama bagi produk baru akan menghambat atau mengakibatkan tertundanya pendirian usaha baru. Sebaiknya saat melihat peluang usaha, seorang wirausaha segera mencari tahu sedetail mungkin persiapan teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut, sehingga saat usaha dimulai tidak banyak waktu dan biaya terbuang karena faktor teknis.

4. Kebutuhan Finansial 

Perlu dihitung biaya yang dibutuhkan untuk produk baru, termasuk biaya coba-coba. Pengadaan alat, pelatihan SDM, dan lain-lain. Besarnya kebutuhan ini akan membantu menentukan harga serta kapan dan bagaimana break event point (BEP) dapat dicapai.

5. Diferensiasi Produk 

Terutama untuk membedakan produk maupun jasa yang akan ditawarkan, dengan produk pesaing. Peluang akan semakin besar jika seorang wirausaha mampu menawarkan produk yang memiliki nilai lebih atau berbeda dari yang sudah ada.

6. Pemahaman Aspek Hukum 

Terutama berkaitan dengan masalah hak cipta, merk dagang, hak paten, dll (SIUT, SIUP, SIUJK, TDP, NPWP, PKP). Pemahaman terhadap aspek hukum membantu mengurangi faktor resiko. 


Kesimpulan 

    Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak produk industri kreatif yang dapat berkembang. Maka dari itu, sebaiknya masyarakat indonesia dapat mempersiapkan diri untuk membuka usaha agar dapat membantu meningkatkan perekonomian negara ini dan juga membuka lowongan pekerjaan sehingga membantu mengurangi presentase penggangguran yang ada. Serta siap dalam  mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif melewati bidang kewirausahaan.


Daftar Pustaka

Grahanusa Mediatama. (2022, May 9). Angka Pengangguran Turun Pada Februari 2022, TAPI Belum Kembali Ke level Pra COVID-19.

Korri Arisena, G. M. (2017). Diktat Kewirausahaan. IMISSU Single Sign On of Udayana University.

Modul Mata Kuliah Kewirausahaan 3. Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Nurgraha, Jusup. (2022). COMPETENCIES ENTREPRENEUR“mencari peluang” atau “menciptakan peluang”.

Peluang Usaha INDUSTRI KREATIF | Rachmawati | Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana. (2009). UNY Journal — The Official UNY Scientific Journal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.