Oktober 22, 2022

DASAR – DASAR INVESTASI YANG PERLU DIKETAHUI

Oleh:

Oliver Gideon Parsaoran (@V21-OLIVER)

 

Abstrak

Artikel ini membahas tentang dasar – dasar investasi yang perlu diketahui oleh orang – orang yang ingin memulai investasi, agar tidak mengalami kerugian.

 

Kata kunci: investasi, risiko, keuntungan, kerugian

Abstract

This article discusses the basics of investing that people who want to start investing need to know, so as not to experience losses.

 

Keywords: investment, risk, profit, loss

 

PENDAHULUAN

Menurut Wikipedia Investasi adalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sementara itu, mengutip laman Investopedia, investasi adalah membeli aset atau barang dengan tujuan menghasilkan pendapatan atau peningkatan nilai dari aset tersebut.

Ketika seorang individu membeli barang sebagai investasi, tujuannya bukan untuk mengkonsumsi barang tersebut, melainkan untuk menggunakannya di masa depan. Suatu investasi adalah selalu menyangkut pengeluaran sejumlah modal hari ini mulai dari waktu, tenaga, uang, atau aset dengan harapan hasil yang lebih besar di masa depan. Jadi secara sederhana, pengertian investasi adalah mengembangkan uang atau aset lain agar memberikan keuntungan di masa mendatang untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan-tujuan tertentu yang dimaksud seperti keinginan membuka usaha, menikah, menyekolahkan anak, membangun rumah, kebutuhan pension dan sebagainya.

 

PEMBAHASAN

A. Jenis – Jenis Investasi

Investasi biasanya dibagi menjadi dua, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Berikut penjelasannya:

1)     Investasi Jangka Pendek

Bagi sebagian orang yang sedang mencari dana tambahan untuk kebutuhan mendesak, seperti: menambah anggaran untuk membeli rumah, mempersiapkan pernikahan, membayar perawatan rumah sakit, dan berbagai kebutuhan lainnya, investasi jangka pendek menjadi pilihan yang tepat. Jika dilihat dari segi permodalan, investasi jangka pendek bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan tidak sedikit yang memulai dengan modal hanya ratusan ribu rupiah. Namun, meski bisa dimulai dengan modal kecil, investasi jangka pendek juga memiliki risiko. Maka dari itu, investor perlu meluangkan waktu untuk memantau pergerakan saham.

2)     Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang bertujuan untuk memperoleh dana segar di masa yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan, baik yang direncanakan maupun yang bersifat darurat, seperti biaya haji atau umrah, biaya perawatan kesehatan, pembelian rumah, perkawinan, pendidikan anak, dan sebagainya. Tujuan lainnya dari investasi jangka panjang adalah untuk mendapatkan pendapatan pasif berkala seperti bunga, dividen, atau bunga sewa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, investor jangka panjang biasanya mulai berinvestasi dengan modal yang cukup besar. Namun sebenarnya, investasi jenis ini juga bisa dilakukan dengan modal kecil, hanya saja keuntungannya tidak akan maksimal.

Lalu, Ada berbagai macam jenis investasi yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah beberapa jenis investasi yang sedang populer belakangan ini:

1)     Deposito

Deposito atau investasi berjangka waktu merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diminati karena caranya yang sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Jika Anda menabung dalam jumlah dan waktu tertentu, Anda akan mendapatkan bunga sebagai imbalannya. Keuntungan dari deposito adalah tingkat pengembalian yang tetap, dan bunga yang dijanjikan lebih pasti. Sayangnya, Anda tidak dapat menarik uang sebelum mencapai jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.

2)     Saham

Selain deposito, saham juga menjadi salah satu jenis investasi yang paling diminati. Secara teknis, Anda akan membeli saham di bursa efek, setelah itu Anda akan mendapatkan persentase hak kepemilikan perusahaan yang sahamnya telah Anda beli. Semakin besar persentase saham yang dimiliki, maka semakin kuat pula kekuatan Anda dalam perusahaan tersebut. Keuntungan berinvestasi saham terdiri dari dua bentuk, yaitu keuntungan dari capital gain dan dividen. Keuntungan dari capital gain dapat dipantau setiap menit, jam, dan hari. Yang artinya, harga saham suatu perusahaan dapat berubah kapan saja. Sedangkan keuntungan dividen adalah keuntungan yang diperoleh berdasarkan pembagian keuntungan perusahaan. Pembagian dari hasil keuntungan tersebut disesuaikan dengan persentase kepemilikan saham Anda. Berbeda dengan deposito yang keuntungannya tetap, keuntungan dari investasi saham tidak tetap atau tidak menentu. Namun, Anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika perusahaan tempat Anda berinvestasi sedang mengalami perkembangan.

3)     Obligasi

Obligasi adalah jenis investasi yang hampir mirip dengan saham. Bedanya, keuntungan yang Anda dapatkan lebih dinamis dan jumlah uang yang Anda dapatkan cenderung lebih pasti. Misalnya, Anda membeli surat utang seharga Rp5.000.000,- untuk jangka waktu 10 tahun dengan bunga 10%. Namun, sebelum jangka waktu tersebut berakhir, Anda dapat mengambil uang dengan jumlah bunga yang disesuaikan. Untuk memulai, Anda dapat membeli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah dibandingkan obligasi korporasi atau perusahaan.

4)     Reksa Dana

Reksa dana adalah investasi di mana dana yang dikumpulkan dari beberapa investor akan digabungkan menjadi satu dan kemudian diinvestasikan di berbagai pasar modal. Reksa dana dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu: reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana indeks.

B. Tujuan Investasi

Sebenarnya ada beberapa tujuan umum dari sebuah investasi, yaitu:

1)     Menghasilkan pendapatan. Dengan adanya investasi, kita bisa mendapatkan pendapatan yang tetap dalam setiap periode yang dapat berupa bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya

2)     Membuat dana khusus untuk keperluan lain. Dengan hasil dari investasi kita juga dapat membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi, kepentingan sosial

3)     Mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain. Dengan melakukan investasi pada suatu perusahaan, kita ikut terlibat dalam pengambilan keputusan dengan melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut

4)     Menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan

5)     Mengurangi persaingan antar perusahaan-perusahaan yang sejenis

6)     Menjaga hubungan antar perusahaan

C. Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Setiap jenis investasi pasti memiliki berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan dari investasi yang sedang dijalankan. Berikut ini adalah faktor – faktor yang menentukan apakah investasi tersebut dapat memberikan gain atau bahkan loss:

1)     Pendapatan per Kapita

Faktor pertama yang mempengaruhi investasi adalah pendapatan nasional per kapita. Pendapatan per kapita merupakan pendapatan nasional yang dibagi dengan banyaknya jumlah penduduk di dalam suatu negara. Jadi, total rata-rata pendapatan di suatu negara yang disebut sebagai pendapatan per kapita. Informasi mengenai rata-rata pendapatan ini digunakan sebagai bahan evaluasi standar hidup penduduk yang tinggal di negara tersebut. Dari sana, kita dapat memahami seberapa besar pendapatan rata-rata tiap orang. Pendapatan per kapita ini tentu saja dapat mempengaruhi investasi dari segi kemampuan masyarakat untuk membeli produk yang beredar di pasar. Jadi, semakin rendahnya pendapatan per kapita, maka kemampuan masyarakat untuk melakukan transaksi pembelian juga semakin rendah.

2)     Tren

Di dalam dunia investasi, ada juga istilah tren di mana peningkatan atau penurunan harga investasi dapat dipengaruhi dari perhatian masyarakat terhadap investasi tersebut. Ketika orang sering membicarakan sebuah investasi, maka harganya akan meningkat dan begitu pun sebaliknya saat investasi tersebut mulai jarang diperbincangkan, maka harganya pun akan ikut menurun.

3)     Situasi Politik dan Keamanan

Keadaan politik dan keamanan suatu negara juga dapat mempengaruhi nilai investasi. Apabila negara tersebut berada di situasi politik dan keamanan yang tidak baik, maka para investor cenderung untuk menarik investasinya dan hal ini yang membuat nilai investasi menjadi turun.

4)     Situasi Industri dan Ekonomi

Selain situasi politik dan keamanan, ada juga situasi industri dan ekonomi yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan investasi. Seperti misalnya, saat ini finance technology terus berkembang pesat sehingga banyak orang yang tertarik untuk menanam dana di perusahaan-perusahaan tersebut. Semakin banyaknya investor yang tertarik untuk menyuntikkan dana pada sebuah industri, maka nilai investasinya pun akan meningkat juga. Selain itu, Anda harus tahu bahwa hal ini dapat membantu peningkatan  arus ekonomi di suatu negara.

5)     Kondisi Sarana dan Prasarana yang Tersedia

Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi investasi adalah kondisi sarana dan prasarana yang tersedia. Semakin baik kondisi sarana dan prasarana yang disediakan, maka akan semakin banyak pula investor yang tertarik untuk menyuntikkan dana ke pihak penyedia sarana dan prasarana tersebut. Maka dari itu, nilai investasi pun akan mengalami peningkatan.

D. Jenis – Jenis Risiko Investasi

Risiko investasi merupakan potensi kerugian yang dapat dialami investor dari aktivitas investasi tersebut. Risiko ini umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk). Seperti apa kedua jenis risiko tersebut?

1)     Risiko Investasi Sistematis (Systematic Risk)

Merupakan jenis risiko eksternal yang tak dapat dihindari atau dikendalikan. Risiko investasi ini dapat mempengaruhi semua efek serta tak dapat dikurangi dengan diversifikasi. Yang termasuk risiko sistematis adalah:

·       Risiko suku bunga; risiko investasi yang muncul karena adanya fluktuasi suku bunga sehingga dapat mempengaruhi pendapatan investasi

·       Risiko inflasi; disebut juga risiko daya beli yang berarti peluang arus kas dari investasi memiliki nilai yang lebih rendah di masa depan karena adanya perubahan daya beli akibat inflasi

·       Risiko nilai tukar mata uang (valas); risiko investasi yang terjadi karena adanya perubahan kurs valuta asing, contohnya ketika mata uang domestik tengah melemah

·       Risiko komoditas; risiko investasi yang dipicu karena adanya perubahan harga komoditas tertentu, biasanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga juga permintaan dan penawaran

2)     Risiko Investasi Tidak Sistematis (Unsystematic Risk)

Merupakan jenis risiko yang dapat dihindari atau dikendalikan. Risiko investasi ini dapat diatasi dengan membentuk portofolio investasi atau melakukan diversifikasi. Yang termasuk risiko tidak sistematis yaitu:

·       Risiko likuiditas; risiko yang terjadi karena adanya kesulitan menyediakan uang tunai dalam periode tertentu

·       Risiko reinvestment; risiko yang terjadi pada penghasilan aset keuangan yang mewajibkan perusahaan melakukan reinvest

·       Risiko finansial; risiko yang berkaitan dengan struktur pendanaan

·       Risiko bisnis; risiko yang berkaitan dengan bisnis perusahaan tempat seseorang berinvestasi

E. Cara Mengatasi Risiko Investasi

Keuntungan atau return dan risiko investasi saling berkaitan. Bila return besar, maka risikonya pun akan lebih tinggi. Sebaliknya, jika return investasi kamu kecil, maka risiko yang dihadapi akan lebih rendah. Agar risiko tersebut dapat diatasi atau diminimalisir, lakukan tiga cara berikut:

1)     Menentukan Target Investasi

Sebelum berinvestasi, kamu dapat mengetahui banyak hal dengan menentukan target terlebih dahulu. Mulailah dengan menentukan jangka waktu investasi yang diinginkan serta jenis investasi dan jenis risiko yang bisa kamu hadapi. Sebagai contoh, bila kamu ingin berinvestasi jangka pendek dengan risiko yang minim, pilihlah reksadana. Instrumen investasi ini juga cocok dengan investor pemula. Jika sudah memahami beragam market dan jenis investasinya, kamu dapat beralih ke risiko yang lebih tinggi.

2)     Rutin Mengawasi Investasi

Setelah melakukan tip di atas, cara mengatasi risiko investasi selanjutnya yaitu dengan memegang penuh kendali atas investasi yang kamu lakukan. Kamu bisa melakukannya dengan memonitor pergerakan investasi secara rutin. Tujuannya supaya kamu tidak akan ketinggalan kesempatan menarik untuk mendapatkan profit lebih tinggi. Kamu juga bisa mengetahui saat tren investasi sedang turun. Intinya kamu dapat mengetahui dinamika investasi untuk meminimalisir risiko.

3)     Waspada Terhadap Penipuan

Tidak sedikit investor yang terjerat investasi bodong. Agar terhindar dari penipuan tersebut, pastikan kamu mengetahui apakah lembaga keuangan atau perusahaan tempat kamu ingin berinvestasi sudah memiliki legalitas yang jelas. Tak kalah pentingnya yaitu perusahaan tersebut haruslah memiliki izin resmi dari Bappebti dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini juga berlaku untuk manajer investasi, Bank Kustodian, dan agen penjual.

 

KESIMPULAN

Investasi adalah aktivitas menanamkan modal ke dalam bentuk aset tertentu agar nilai aset yang lebih besar dibandingkan saat awal menanamkan modal. Bila dilihat dari kacamata perekonomian, aset yang telah diinvestasikan tersebut bukanlah produk, barang atau jasa yang dikonsumsi sehari-hari melainkan produk, barang atau jasa yang memberikan keuntungan di masa depan. Walaupun begitu, investor dihimbau untuk tetap berhati - hati dan bijaksana dalam investasi untuk meminimalisir kerugian. Karena investasi merupakan persiapan masa depan, sebaiknya investasi dilakukan sebelum seluruh pendapatan yang dimiliki digunakan untuk kebutuhan dan keinginan sehari - hari atau yang lebih dikenal dengan pay yourself first.

 

REFERENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Investasi

https://money.kompas.com/read/2022/01/06/120500926/mengenal-apa-itu-investasi--definisi-jenis-dan-contohnya-?page=all

https://www.okbank.co.id/id/information/news/macam-macam-investasi-yang-populer-di-indonesia-sepanjang-tahun-2022

https://www.okbank.co.id/id/information/news/5-faktor-yang-mempengaruhi-investasi-berhasil-atau-gagal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.