Oktober 30, 2022

MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI PERIKLANAN

 


Oleh: Fhiladelvia (@V25-Fhiladelvia)

ABSTRAK

Periklanan sangat penting dalam pemasaran bisnis dan sangat membantu dalam menyampaikan pesan kepada calon pelanggan maupun konsumen setia. Iklan menjadi sarana yang digunakan oleh para produsen atau perusahaan untuk membatu menghapi dan memenangkan persaingan bisnis yang semakin ketat dengan menarik perhatian dan minat konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Menerapkan strategi periklanan yang efektif dapat membantu perusahaan dalam membangun dan meningkatkan Brand Awareness, sehingga dapat meningkatkan pembelian. Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan mulai dari periklanan menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action), membuat nama dan logo yang menarik, content marketing, sosial media, e-commerce, mengikuti event, dan sebagainya.

Keyword: Iklan, Brand awareness, Bisnis


PENDAHULUAN

Pada era globalisasi dan digitalisasi saat ini, media informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat dan dalam jumlah yang cukup banyak. Perkembangan ini dimanfaatkan oleh para pelaku usaha atau perusahaan untuk mengembangkan usahanya sehingga timbulnya persaingan antar perusahaan yang saling berlomba-lomba memenangkan pasar agar kelangsungan hidup perusahaannya tetap terus berjalan. Salah satu bentuk strategi yang dilakukan oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan ini adalah dengan menunjukkan merek dagang (brand) kepada konsumen. Merek juga dianggap memiliki nilai yang sama dengan sebuah reputasi. Menunjukkan keunggulan sebuah merek yang dapat membedakan dengan kompetitor akan membawa produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan melekat di benak konsumen. Strategi yang efektif untuk memperkenalkan merek/brand kepada masyarakat yaitu dengan melakukan periklanan, baik melalui media sosial, televisi, media cetak, ataupun media lainnya.


PEMBAHASAN

A. Periklanan

Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo (1999: 223) periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan perusahaan, lembaga nonlaba, serta individu-individu. Menurut Kotler dan Amstrong (2008: 150) “Periklanan (advertising) adalah semua bentuk terbayar presentasi nonpribadi dan pemasaran ide, barang, atau jasa dengan sponsor tertentu”. Menurut Djaslim Saladin (2002:219) menyatakan bahwa advertising adalah salah satu alat promosi, biasanya digunakan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat dimana bentuk penyajian iklan ini bersifat non-personal.

Maka, dapat disimpulkan bahwa iklan adalah bentuk promosi ataupun pengenalan produk, jasa, atau layanan yang disampaikan melalui media tertentu dan bahasa persuasif untuk menarik khalayak umum agar tertarik membeli produk ataupun jasa yang disediakan.

Menurut Shimp (2000), fungsi-fungsi periklanan tersebut adalah :

  1. InformingPeriklanan membuat konsumen sadar akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif. Periklanan menampilkan peran informasi lainnya yaitu mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek-merek yang telah ada.
  2. PersuadingIklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk yang diiklankan.
  3. RemindingTujuan dari adanya iklan berikutnya yaitu untuk melindungi agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen dan juga meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada sebelumnya.
  4. Adding ValuePeriklanan memberikan nilai tambah dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektif menyebabkan merek dipandang sebagai merek yang lebih elegan, lebih bergaya dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing.

B. Brand Awareness

Menurut Durianto, dkk (2017), Brand Awareness adalah kesanggupan calon konsumen dalam mengenali dan mengingat kembali akan adanya suatu merk sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Kemudian, menurut Rangkuti (2014), berpendapat bahwa Brand Awareness adalah kemampuan seorang pelanggan untuk mengingat suatu merk atau iklan tertentu secara spontan setelah dirangsang dengan beberapa kata kunci. Sementara itu, menurut Kotler dan Keller (2011), mengungkapkan bahwa Brand Awareness atau Kesadaran Merek ini adalah kemampuan merk tersebut untuk muncul dalam benak konsumen, terutama ketika mereka sedang memikirkan produk tertentu dan seberapa mudahnya merk tersebut dimunculkan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Brand Awareness merupakah istilah yang mengambarkan sejauh mana merek dikenal oleh konsumen.

Tahap Brand Awareness

1. Unaware 
Pada tingkatan pertama ini, merek atau brand tidak dikenali pasar. Merek masih belum disadari oleh konsumen atau konsumen masih sangat asing dan tidak mengenal merek tersebut.

2. Brand Recognition
Di tahap ini, konsumen mampu mengenali suatu produk atau merek saat mereka melihat produk tertentu. Hal ini dipicu oleh nama merek yang dipakai, ditambah juga tampilan visual khas dari produk, logo, dan warna. 

3. Brand Recall
Pada tahap brand recall, konsumen bisa mengingat merek sebuah produk berdasarkan kategori jenis produknya, serta sudah memiliki ingatan mengenai keberadaan merek. Konsumen dapat mengingat, tanpa harus melihat produknya dulu.

4. Top Awareness Brand
Tingkatan ini merupakan tingkatan tertinggi. Biasanya konsumen selalu mengingat merek tertentu saat membicarakan suatu jenis barang, bahkan bisa pula secara spontan teringat akan produk dari brand tertentu ketika mereka sedang membutuhkannya. Semakin dikenali khalayak luas, semakin tinggi pula indikator brand awareness yang telah dicapai.

C. Strategi Periklanan untuk Membangun Brand Awareness

Menurut Smart Insights, pola AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action) merupakan salah satu prinsip advertising yang paling efektif dan populer digunakan. Model AIDA dapat diterapkan pada serangkaian iklan, seperti dalam kampanye, atau pada satu iklan. Ini sangat serbaguna dan dapat digunakan di TV, radio, papan iklan, surat kabar, majalah, iklan online dan sosial.

Attention (Perhatian)
Attention atau perhatian, yaitu memastikan target pasar mengetahui keberadaan produk atau layananmu. Menurut Corporate Finance Institute, menciptakan kejutan melalui visual yang kreatif atau konten iklan yang menarik adalah cara terbaik untuk memikat perhatian konsumen.

Interest (Minat)
Perusahaan perlu memahami tantangan yang dihadapi konsumen untuk membuktikan bahwa produk atau jasa yang disediakan dapat membantu. Konten iklan harus mudah dikonsumsi agar konsumen tidak kehilangan minat dengan cara menggunakan tulisan yang mudah dibaca dan slogan yang menarik.

Desire (Kebutuhan)
Pada tahap ini, sangat penting untuk fokus pada manfaat produk atau layanan daripada fitur yang ditawarkan. Hal ini karena jika konsumen tidak familiar dengan fitur-fitunya, maka mereka tidak akan paham manfaat dari produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, selalu jelaskan manfaat dari setiap fitur yang ditawarkan. Sehingga, calon konsumen bisa tahu apakah produknya bisa jadi solusi atas permasalahan yang mereka alami.

Action (Tindakan)
Saat menerapkan action harus memanfaatkan call-to-action, yaitu suatu kalimat ajakan yang mengarahkan calon konsumen untuk melakukan sesuatu. Contohnya seperti “Klik link ini untuk memesan!”, “Tekan banner di bawah untuk melakukan pembelian”, “Isi alamat email Anda untuk berlangganan!” dan kalimat-kalimat lainnya.

Selain model AIDA, ada pula upaya-upaya lain yang dapat meningkatkan brand awareness, upaya tersebut, antara lain:

  • Membuat nama, logo, dan tagline yang mudah diingat serta menarik.
  • Membangun bisnis melalui website, media sosial, dan e-commerce.
  • Menggunakan influencer untuk mempromosikan produk di berbagai media sosial yang mereka miliki.
  • Menjalankan content marketing.
  • Mengikuti event, menjadi sponsor di berbagai acara.
  • Memberikan promo, merchandise, dan berbagai penawaran menarik.


KESIMPULAN

Periklanan merupakan bentuk promosi ataupun pengenalan produk, jasa, atau layanan yang disampaikan melalui media tertentu dan bahasa persuasif. Melalui periklanan ini, masyarakat dapat mengenali produk yang ditawarkan perusahaan, atau disebut dengan brand awareness. Brand awareness atau kesadaran merek merupakan salah satu cara untuk mengukur efektivitas pemasaran yang diukur oleh kemampuan pelanggan untuk mengenali dan mengingat nama, gambar atau tanda-tanda lain yang terkait dengan merek dagang. Ketika konsumen mengenal sebuah merek, mereka cenderung akan melakukan pembelian terhadap merek yang mereka kenal dari pada yang tidak dikenali.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmed, A. (2020, September 8). The AIDA Process in Advertising. Retrieved from smallbusiness.chron.com: https://smallbusiness.chron.com/aida-process-advertising-10490.html

Rahayu, R. M. (2017). Membangun Brand Awareness Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah. Competence: Journal of Management Studies11(2).

Lukitaningsih, A. (2013). Iklan yang efektif sebagai strategi komunikasi pemasaran. Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan13(2), 116-129.

Wicaksono, P. (2021, Desember 28). Tahapan Penting Membangun Brand Awareness. Retrieved from www.qubisa.com: https://www.qubisa.com/article/tahapan-penting-membangun-brand-awareness


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.