Oktober 20, 2022

MENGENAL DASAR DAN PERAN INVESTASI DALAM BISNIS

Oleh: Shazfa Zakirah Yasmeenah (@V22-SHAZFA)

Abstrak
Investasi merupakan penempatan sejumlah dana saat ini untuk memperoleh manfaat di masa yang akan datang. Kegiatan investasi perlu ditingkatkan agar pembangunan ekonomi dapat berjalan lancar, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Investasi memiliki manfaat, tujuan serta risiko maka dari itu para investor harus memahami ketiga hal tersebut sebelum melakukan investasi
Kata Kunci: Kegiatan Ekonomi, Investasi, Risiko

PENDAHULUAN
Investasi merupakan kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan tujuan mendapatkan penghasilan atau peningkatan nilai. Secara sederhana, investasi adalah salah satu alat untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita.

Masyarakat Indonesiamayoritas sudah mulai menyadari betapa pentingnya mengumpulkan dan mengembangkan asset guna mencukupi semua kebutuhan dimasa yang akan datang. Dalam hal ini, pelaksanaan investasi adalah hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Namun, sering tidak dipahami seperti apakah investasi tersebut? Bagaimana masyarakat bisa berinvestasi sesuai dengan tujuannya? Dan bagaimana masyarakat memilih investasi yang baik dengan pertimbangan pengembalian besar dengan risiko yang relatif rendah? Masyarakat terkadang tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan investasi, misalnya dengan menabung. Karena kurang pahamnya masyarakat terhadap proses pelaksanaan investasi seperti dicontohkan masyarakat melakukan investasi portofolio “sampah” atau bahkan tertipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka pemahaman secara menyeluruh terkait investasi baik dari manfaat investasi itu sendiri, tujuan investasi, bentuk-bentuk investasi, keuntungan melakukan investasi, serta resiko apa saja yang dapat dialami selama melakukan investasi sangat perlu untuk dilakukan

PEMBAHASAN
Pengertian Investasi
menurut Henry (2009) Investasi adalah suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh penghasilan dan/atau peningkatan nilai investasi dimasa mendatang. Atau dapat juga didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu dengan harapan dapat memberikan pendapatan atau keuntungan (Hartono:2000).
Investasi dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek, yaitu :
  1. Aspek uang yang ditanamkan dan diharapkan, sehingga untuk menilai kelayakan investasi digunakan pula konsep uang.
  2. Aspek waktu sekarang dan masa yang akan datang, oleh karena itu untuk menilai kelayakan investasi digunkan konsep waktu (time value of money).
  3. Manfaat investasi. Dari aspek manfaat ini, maka penilaian kelayakan investasi juga harus melihat manfaat dan biaya yang ditimbulkannya dengan menggunakan azas manfaat (cost benefit ratio).
Tujuan Investasi
Menurut Tandellin (2010) tujuan investasi adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa depan. Seseorang memiliki persepsi bagaimana ia dapat meningkatkan taraf hidupnya di masa yang akan datang atau setidaknya berusaha bagaimana seseorang tersebut mempertahankan pendapatan yang sekarang agar tidak berkurang dari nilai sekarang.
  2. Mengurangi tekanan inflasi, dengan melakukan investasi dalam pemilik perusahaan atau obyek lainnya, seseorang dapat menghindarkan dirinya dari sebuah risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.
  3. Adanya dorongan untuk menghemat pajak, beberapa negara di dunia banyak yang melakukan kebijakan yang bersifat mendorong pertumbuhan investasi di kalangan masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan pada masyarakat yang melakukan investasi di bidang- bidang tertentu.
Jenis dan Karakteristik Investasi
Investasi dapat dikelompokkan menurut beberapa kategori diantaranya:
  1. Investasi menurut jenisnya dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu investasi pada aktiva riil / langsung (direct investment) dan investasi pada aktiva finansial / tidak langsung (indirect investment)
  2. Investasi menurut karakteristik (sifat dan pelaku) dikelompokkan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:
  • Investasi publik (investment public) 
  • Investasi swasta (private investment) 
  • Kerjasama investasi pemerintah dengan swasta (public-private partnership) 
  • Investasi kerjasama antar negara (State Partnership Investment)
Proses Investasi
Seorang investor harus melalui beberapa proses dan tahapan tertentu untuk mencapai keputusan investasi yang terbaik. Tahapan-tahapan tersebut
diantaranya adalah:
  1. Menentukan tujuan investasi
  2. Melakukan analisis sekuritas
  3. Membentuk portofolio
  4. Merevisi portofolio
  5. Evaluasi kinerja portofolio
Manfaat Investasi
Dilihat dari manfaat yang ditimbulkannya, investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Investasi yang bermanfaat untuk umum (publik)
  2. Investasi yang bermanfaat untuk kelompok tertentu
  3. Investasi yang bermanfaat untuk pribadi dan rumah tangga
Risiko Investasi
Risiko investasi merupakan suatu kemungkinan yang terdiri dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada suatu instrumen investasi tertentu atau dengan kata lain, merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian dalam suatu investasi.
Jenis-jenis risiko yang umumnya dihadapi perusahaan dalam investasi yaitu:
  1. Business Risk (Risiko Bisnis),
  2. Financial Risk (Risiko Finansial),
  3. Inflation Risk/Purchasing Power Risk (Risiko Inflasi/Penurunan Daya beli),
  4. Interest Rate Risk (Risiko Suku Bunga),
  5. Social Risk (Risiko Sosial),
  6. Foreign Exchange Risk (Risiko Nilai Tukar),
  7. Political Risk (Risiko Situasi Politik).

KESIMPULAN
  1. Investasi merupakan suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh penghasilan atau peningkatan nilai investasi dimasa mendatang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan investor dengan harapan dapat memberikan manfaat terhadapnya ataupun bermanfaat terhadap publik.
  2. Setiap keputusan yang diambil pasti memiliki resiko, begitu pula investasi. Oleh karena itu, sangat perlu untuk dilakukan manajemen dalam menangani risiko. Investasi perlu digalakkan agar pembangunan ekonomi dapat berjalan lancar.

Referensi:
  1. Amelia, N. H. 2017. INVESTASI: ANALISIS DAN RELEVANSINYA DENGAN EKONOMI ISLAM. Jurnal Ekonomi Islam.
  2. Hidayat, A. A. (2022). W162100004 : Kewirausahaan III : Business Investment & Copyright [Word File]. Universitas Mercu Buana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.