Oktober 23, 2022

MENGENAL PERBEDAAN DAN CONTOH INVESTASI BISNIS

 

Rajib Fahmi(@V27-Rajib)

Abstrak

Investasi baik individu maupun bisnis berinvestasi menghabiskan uang untuk mendapatkan uang yang lebih banyak.Tingkat nilai pengembalian dalam investasi dapat dilihat dari kinerja keuangan dari uang yang diinvestasikan tersebut.Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluangterjadinya kerugian atau kehancuran.Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon “high risk bring about high return”, artinya jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.Investasi juga merupakan suatu kegiatan yang sangat menguntungkan secara finansial, dan juga merupakan kegiatan yang mempunyai resiko tinggi. Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktifitas-aktifitas dalam proses pengambilan keputusan. Dalam dunia bisnis investasi khususnya saham, informasi harga bisa berubah dengan cepat tergantung penawaran yang terjadi di lantai bursa dan juga aspek-aspek lain yang juga sangat berpengaruh.

kunci : Risiko saham, Pendukung Keputusan

 

 

Pendahuluan

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktivas dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada periode tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia : Investasi merupakan penanaman modal atau uang pada suatu perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan. Secara umum investasi dapat di artikan sebagai meluangkan waktu/memanfaatkan waktu, uang, atau tenaga demi mendapat keuntungan dimasa yang akan datang. Jadi, investasi dapat dikatakan membeli sesuatu dan diharapkan pada masa yang akan datang dapat dijual dengan harga yang lebih tinggin dari semula. Guna mempertahankan bisnisnya, perusahaan harus terus berinovasi untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat. Perusahaan dituntuk untuk memproduksi dalam jumlah yang banyak, tetapi menggunakan sumber daya seminimal mungkin agar dapat bersaing dan menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan mereka. Namun demikian, keputusan berinvestasi bukanlah sesuatu yang mudah, perlu banyak hal yang harus dilakukan investor agar dapat menanam modalnya di perusahaan.

 

 

Pembahasan

Investasi artinya Anda menanamkan modal sesuai dengan kesepakatan kepada sebuah badan usaha untuk kemudian diputar dalam usaha yang mendatangkan keuntungan. Jadi di sini bukanlah Anda yang menjalankan perusahaan tetapi orang lain. Modal tersebut bisa ditanamkan pada investasi emas, reksadana, atau saham.Sedangkan bisnis definisinya adalah, Anda sendiri yang terjun secara langsung menangani sebuah usaha, melakukan pembelian, penjualan, atau  keduanya dan Anda pula yang menentukan apakah usaha tersebut bisa mendatangkan keuntungan atau justru  merugi. Futures misalnya perdagangan forex adalah jenis usaha yang saat ini banyak ditekuni

 

-Perbedaan Investasi Bisnis dengan Investasi Individu

Investasi individu biasanya dilakukan hanya dalam rangka mengembangkan aset yang dimiliki. Misalnya saja Anda membeli saham atau emas. Dalam beberapa waktu setelah pembelian, Anda mengharapkan adanya imbal hasil berupa dividen dari saham atau kenaikan harga jual emas.

Dalam investasi bisnis, alih-alih hanya untuk meningkatkan aset yang ada, perusahaan bisa memperoleh keuntungan jangka panjang yang berkesinambungan. Misalnya saja peningkatan produktivitas dan keuntungan perusahaan.

 

-Contoh-contoh Investasi Bisnis

Bagi sebuah perusahaan, investasi bisnis adalah hal yang penting. Adanya investasi yang dilakukan bisa membuat usaha yang dijalankan bertahan lama dan semakin besar skalanya. Ada beberapa contoh investasi dalam bisnis yang perlu Anda ketahui:

 

1.Modal

Modal merupakan investasi yang wajib dimiliki oleh perusahaan untuk memulai dan mengembangkan bisnisnya, Modal biasanya berupa uang yang akan dipakai untuk membeli peralatan dan bahan baku. Modal ternyata tidak diperlukan di awal saja. Selama bisnis berlangsung, sebaiknya Anda juga menyisihkan sebagian dari profit yang didapat untuk kembali diinvestasikan ke dalam bisnis. Dana itu bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan pengembangan bisnis.

 

2.Menambah Peralatan Produksi

Berinvestasi dalam bentuk peralatan produksi dan aset lain sangat penting dalam mendukung operasional bisnis. Anggaplah Anda memiliki usaha percetakan. Jika di awal Anda hanya punya 10 unit mesin cetak, Anda bisa menginvestasikan lagi 10 buah mesin yang sama atau lebih canggih. Semakin banyak mesin yang Anda punya, semakin besar peluang Anda untuk meningkatkan jumlah produksi.

 

3.Pemasaran yang Mumpuni

Produk yang berkualitas saja tidak jadi jaminan bagi sebuah perusahaan. Anda juga memerlukan strategi pemasaran yang mumpuni. Mulai dari memperkenalkan produk Anda ke pasaran hingga mempertahankan loyalitas pelanggan. Ada berbagai cara pemasaran yang bisa dicoba. Ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Tidak perlu ragu mengeluarkan dana untuk iklan berbayar karena Anda sendiri yang akan merasakan efek positifnya.

 

4.Pelatihan Karyawan

Selain aset yang bersifat materi, karyawan juga merupakan aset yang tidak kalah berharga. Tanpa adanya karyawan, bisnis Anda tidak akan bisa berjalan dengan baik. Semakin mumpuni kualitas karyawan Anda, semakin tinggi kemungkinan bisnis Anda akan berkembang. Selain menemukan tenaga yang sesuai, jangan ragu untuk memberikan upgrade pengetahuan kepada mereka. Beri perlakuan yang baik pada semua karyawan agar mereka semakin semangat dalam bekerja. Semakin baik kinerja karyawan, semakin baik pula produktivitas bisnis Anda.

 

5.Perluas Jaringan

Bisnis tidak akan selamanya berjalan lancar. Ada masa naik turun yang mungkin akan Anda hadapi. Di saat-saat seperti ini, Anda tidak bisa mengandalkan komponen internal saja. Bantuan dari luar termasuk dari rekan-rekan sesama pengusaha juga tidak kalah pentingnya. Memiliki jaringan dan relasi yang luas adalah investasi bisnis yang harus Anda lakukan terus-menerus agar bisnis berjalan lancar.

 

6.Crowdfunding

Crowdfunding atau urun dana merupakan cara yang banyak dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Investasi bisnis satu ini diperoleh perusahaan dengan cara kolektif. Bisa bersumber dari keluarga, teman maupun investor. Crowdfunding sendiri memiliki beberapa bentuk yakni donasi, hadiah dan ekuitas. Perbedaan jenis crowdfunding yang Anda pilih juga menentukan posisi pemberi dana dalam bisnis Anda.


Kesimpulan

Dalam investasi bisnis, seseorang atau sebuah perusahaan mengalokasikan dana dengan tujuannya meningkatkan aset dan modal untuk kegiatan operasional bisnis. Sama seperti investasi pada umumnya, dalam bisnis investasi diharapkan bisa membawa keuntungan dalam jangka panjang.

  

Refrensi

http://eprints.upnyk.ac.id/18263/1/ABSTRAK.pdf

https://repofeb.undip.ac.id/4489/3/5.%20S%20-%20Abstrak%20-%2012010111120018.pdf

http://repository.iti.ac.id/bitstream/123456789/1063/2/2.%20Bab%201.pdf

https://xaham.id/blog/company/memahami-tentang-investasi-bisnis-dan-contohnya/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.