Oktober 26, 2022

Pentingnya Strategi Periklanan Dalam Sebuah Bisnis

 

Abstrak

Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum  Invensi teknologi komunikasi ini secara berturut-turut dalam kurun waktu yang berbeda melahirkan perangkat komunikasi massa lainnya yakni radio, film dan televisi. Untuk keempat media inilah yakni surat kabar/majalah, radio, film, dan televisi di kemudian hari dikenal dengan sebutan nama media massa. Dalam perkembangannya kegiatan periklanan juga menggunakan bentuk-bentuk media massa lainnya yaitu radio, film, dan televisi. Media-media inilah yang kemudian hari dikenal sebagai media utama yang digunakan dalam kegiatan periklanan atau lebih dikenal dengan sebutan media lini atas (above the line media)

Pendahuluan

Persaingan bisnis telekomunikasi semakin kompetitif dan menjadikan perusahaan harus mampu memberikan penyampaian komunikasi yang jelas dan berbeda dari pesaingnya, sehingga perusahaan dapat menarik perhatian dan pembelian dari konsumen. Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam menarik konsumen adalah dengan kegiatan pemasaran. Pemasaran memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan; seperti produk, harga, distribusi dan promosi. Promosi menjadi salah satu strategi yang tepat dalam penyampaian komunikasi kepada konsumen. Salah satu bentuk bauran promosi yang tepat digunaka oleh perusahaan telekomunikasi adalah periklanan dan promosi penjualan. Periklanan adalah komunikasi komersil mengenai sebuah organisasi dan produkproduknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum. Penyebaran pesan melalui iklan, secara relatif menelan biaya dari GDP sehingga menyebabkan perubahan yang cukup signifikan dalam pemilihan media. Periklanan terus berkembang dari tahun ke tahun dalam percaturan industri dan ekonomi dunia. Bersamaan dengan itu pula, iklan televisi mulai mengendalikan dominasi periklanan sampai saat ini

Pembahasan

Dunn dan Barban (1978) menuliskan, bahwa iklan merupakan bentuk kegiatan komunikasi non personal yang disampaikan lewat media dengan membaya ruang yang dipakainya untuk menyampaikan pesan yang bersifat membujuk (persuasive) kepada konsumen, oleh perusahaan, lebaga non-komersial, maupun pribadi yang berkepentingan (Widyatama, 2007:15). Iklan memiliki enam prinsip dasar, yaitu : 1) ada pesan tertentu, 2) dilakukan komunikator, 3) dilakukan secara non-personal, 4) disampaikan untuk khalayak tertentu, 5) dilakukan dengan cara membayar, 6) mengharapkan dampak tertentu dari penyampaian pesan yang dilakukan (Widyatama, 2007:17-24)

Jenis Periklanan

Kegiatan periklanan dapat dikategorikan menjadi iklan baris atas, iklan baris bawah, dan melalui iklan baris sesuai dengan tingkat penetrasinya.

 

·         Iklan baris atas mencakup aktivitas yang sebagian besar tidak ditargetkan dan memiliki jangkauan yang luas. Contoh iklan baris atas adalah iklan TV, radio, & surat kabar.

·         Iklan baris di bawah mencakup aktivitas yang berfokus pada konversi yang diarahkan ke kelompok sasaran tertentu. Contoh iklan di bawah garis adalah baliho, sponsor, iklan di dalam toko, dll.

·         Melalui iklan baris termasuk aktivitas yang melibatkan penggunaan strategi Iklan Baris Atas & Bawah secara bersamaan. Ini diarahkan untuk membangun merek dan konversi dan memanfaatkan strategi periklanan yang ditargetkan (dipersonalisasi) . Contoh periklanan melalui baris adalah periklanan berbasis cookie, strategi pemasaran digital, dll.

Kegiatan periklanan juga dapat dikategorikan menjadi 5 jenis berdasarkan media periklanan yang digunakan . Jenis iklan tersebut adalah:

·         Iklan Cetak: Iklan koran, majalah, & brosur, dll.

·         Iklan Siaran: Iklan televisi dan radio.

·         Iklan Luar Ruang: Penimbunan, spanduk, bendera, bungkus, dll.

·         Iklan Digital: Iklan yang ditampilkan melalui internet dan perangkat digital.

·         Integrasi Produk / Merek: Penempatan produk di media hiburan seperti acara TV, video YouTube, dll.

Pentingnya Periklanan

Bagi Pelanggan

·         Kenyamanan:  Iklan informatif yang ditargetkan membuat proses pengambilan keputusan pelanggan lebih mudah karena mereka mengetahui apa yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

·         Kesadaran:  Periklanan mendidik pelanggan tentang berbagai produk yang tersedia di pasar dan fitur mereka. Pengetahuan ini membantu pelanggan membandingkan berbagai produk dan memilih produk terbaik untuk mereka.

·         Kualitas Lebih Baik:  Hanya merek yang mengiklankan diri dan produknya. Tidak ada iklan untuk produk tidak bermerek. Ini memastikan kualitas yang lebih baik kepada pelanggan karena tidak ada merek yang mau membuang uang untuk iklan palsu.

Bagi Perusahaan

·         Kesadaran: Iklan meningkatkan kesadaran merek dan produk di antara orang-orang yang termasuk dalam pasar sasaran.

·         Citra Merek:  Periklanan yang cerdas membantu bisnis untuk membentuk citra merek dan kepribadian merek yang diinginkan di benak pelanggan.

·         Diferensiasi Produk:  Iklan membantu bisnis untuk membedakan produknya dari produk pesaing dan mengkomunikasikan fitur dan keunggulannya kepada audiens target.

·         Meningkatkan Goodwill:  Periklanan menegaskan kembali visi merek dan meningkatkan goodwill merek di antara pelanggannya.

·         Value For Money:  Iklan menyampaikan pesan kepada khalayak luas dan cenderung bernilai uang bila dibandingkan dengan elemen lain dari bauran promosi.

Keuntungan Menggunakan Periklanan

·         Mengurangi Biaya Per Unit: Daya tarik iklan yang luas meningkatkan permintaan akan produk yang menguntungkan organisasi karena memanfaatkan skala ekonomi.

·         Membantu Dalam Membangun Merek:  Iklan bekerja secara efektif dalam membangun merek. Merek yang mengiklankan lebih disukai daripada yang tidak.

·         Membantu Meluncurkan Produk Baru: Meluncurkan produk baru itu mudah bila didukung oleh iklan.

·         Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Yang Ada Pada Merek: Iklan meningkatkan kepercayaan pelanggan yang ada pada merek karena mereka merasa bangga ketika mereka melihat iklan produk atau merek yang mereka gunakan.

·         Membantu Mengurangi Perputaran Pelanggan: Iklan strategis untuk penawaran baru dan layanan yang lebih baik membantu mengurangi perputaran pelanggan.

·         Menarik Pelanggan Baru: Iklan yang menarik membantu merek dalam mendapatkan pelanggan baru dan mengembangkan bisnis.

·         Mendidik Pelanggan: Iklan menginformasikan kepada pelanggan tentang berbagai produk yang ada di pasar dan juga mendidik mereka tentang apa yang harus mereka cari dalam produk yang tepat.

Kekurangan Periklanan

·         Meningkatkan Biaya: Periklanan adalah pengeluaran untuk bisnis dan ditambahkan ke biaya produk. Biaya ini akhirnya ditanggung oleh konsumen akhir.

·         Membingungkan Pembeli: Terlalu banyak iklan dengan klaim serupa seringkali membingungkan pembeli tentang apa yang harus dibeli dan haruskah ia membeli produk tersebut atau tidak.

·         Terkadang Menyesatkan: Beberapa iklan menggunakan strategi cerdas untuk menyesatkan pelanggan.

·         Hanya Untuk Bisnis Besar: Periklanan adalah urusan yang mahal dan hanya bisnis besar yang mampu membelinya. Hal ini membuat usaha kecil keluar dari persaingan dengan usaha besar yang menikmati monopoli di pasar.

·         Mendorong Penjualan Produk Inferior: Iklan yang efektif bahkan mengarah pada penjualan produk inferior yang tidak baik bagi konsumen.

Kesimpulan

Periklanan tidak hanya ada pada zaman modern sekarang ini, namun kehadirannya telah ada ribuan tahun silam sejak manusia mulai saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada mulanya iklan yang mereka upayakan masih sangat sederhana yaitu dalam bentuk lisan dan ditujukan untuk saling menukar barang yang mereka miliki. Bahasa mereka pun pada waktu itu juga masih sangat sederhana dan cenderung sangat tidak terstruktur dengan baik dan efektif, sehingga cara beriklan seperti yang mereka praktekkan ini terkadang mengalami hambatan. Umumnya mereka menambahkan bahasa tubuh (gesture) agar terjadi kesepakatan ketika menyampaikan pesan iklan yang mereka upayakan. Tak cukup dengan itu saja, kehadiran benda yang dimaksud turut pula dihadirkan pada saat praktek beriklan tadi berlangsung.

Daftar Pustaka

Natalia, P., & Mulyana, M. (2014). Pengaruh periklanan dan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 2(2), 119-128.

Watie, E. D. S. (2016). Periklanan dalam Media Baru (Advertising In The New Media). Jurnal The Messenger, 4(1), 37-43.

Erlita, N. (2016). Potret periklanan di media massa Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial, 5(2), 199-210.

Prasetya, I. S., & Widyawati, N. (2016). Pengaruh Produk, Harga, Saluran Distribusi, dan Periklanan terhadap Keputusan Pembelian Kukubima Ener-G. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM), 5(7).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.