Oktober 09, 2022

PERAN KEUNGGULAN BERSAING DALAM MEMPENGARUHI ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN 

 

Oleh: Shazfa Zakirah Yasmeenah (@V22-SHAZFA)


Abstrak:

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui keterkaiatan antara peran keunggulan bersaing dengan orientasi kewirausahaan. Keunggulan bersaing adalah strategi untuk menjadi lebih unggul dari pesaing. Sedangkan Orientasi kewirausahaan adalah kemampuan kewirausahaan yang dimiliki oleh pemilik usaha (owner) untuk menciptakan lingkungan kerja yang kreatif dan inovatif ditengah persaingan yang semakin ketat. 

Kata Kunci : Keunggulan Bersaing, Orientasi Kewirausahaan 


Pendahuluan

Dewasa ini prospek bisnis ritel di Indonesia sangat pesat, yang ditandai dengan banyaknya berdirinya ritel-ritel diberbagai wilayah Indonesia. Ritel adalah salah satu dari beberapa sektor disebagian besar negara terdapat aktifitas kewirausahaan yang luas (Levy et al., 2012: 60). 

Bisnis ritel bergerak pada lingkungan yang kompleks, maka dari itu peritel harus lebih bijaksana dalam mencari peluang pasar dan juga mengembangkan hubungan jangka panjang dengan relasi-relasi dan organisasi-organisasi lain (Rizal dan Asnan, 2009: 13). Terkait dengan mencari peluang pasar dan juga mengembangkan hubungan jangka panjang dengan relasi-relasi dan organisasi-organisasi lain untuk keberlangsungan hidup bisnis ritel, peritel harus memiliki kemampuan orientasi kewirausahaan, memiliki keunggulan bersaing serta kinerja pemasaran yang baik. 


Pembahasan

Orientasi kewirausahaan adalah kontributor yang signifikan untuk keberhasilan suatu perusahaan (Mahmood dan Hanafi, 2013), karena keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan dari kepemimpinan perusahaan yang berorientasi kewirausahaan. Perusahaan yang ingin sukses dalam kewirausahaan harus memiliki orientasi kewirausahaan (Dess dan Lumpkin, 2005) 

Keunggulan bersaing menurut Thomas W, Zimmer dan Norman M, Scarborough (2008 : 116) adalah sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan kecil dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga lebih unggul dari pada pesaingnya. Sedangkan menurut Porter (1990, p.03) keunggulan bersaing adalah jantung kinerja pemasaran untuk menghadapi pesaing. Keunggulan bersaing diartikan sebagai strategi benefit dari perusahaan yang melakukan kerjasama untuk menciptakan keungguln bersaing yang lebih efektif dalam pasarnya. Strategi ini harus didesain untuk mewujudkan keunggulan bersaing yang terus menerus sehingga perusahaan dapat mendominasi baik dipasar lama maupun pasar baru. 

Dengan memiliki keunggulan bersaing maka perusahaan akan mampu bertahan untuk melanjutkan hidup perusahaan. Keunggulan bersaing mutlak harus dimiliki oleh perusahaan/produk untuk mencapai kinerja atau sukses produk yang dihasilkan (Ekawati et al., 2016). Banyak peneliti telah menggunakan penilaian yang berbeda–beda dalam menilai keunggulan bersaing. Agha et al. (2012) menilai keunggulan bersaing dengan dua dimensi yaitu fleksibilitas dan responsiveness. Lee dan Chu (2011) menilai keunggulan bersaing dengan tiga dimensi yaitu, pengurangan biaya, eksplorasi peluang, dan pertahanan ancaman kompetitif. Zaini et al. (2014) juga menggunakan penilaian variabel keunggulan bersaing dengan tiga dimensi namun berbeda, yaitu produk yang unik, kualitas produk, dan harga bersaing. 

Berdasarkan hasil penelitian Mahmood dan Hanafi (2013) serta Pardi et al. (2014) menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing. 

Selanjutnya temuan Sirivanh et al. (2014) menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing seperti:

  1. Orientasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing.
  2. Keunggulan Bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pemasaran.
  3. Orientasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pemasaran.
  4. Keunggulan Bersaing secara positif dan signifikan memediasi pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran. 

Orientasi kewirausahaan adalah kemampuan kewirausahaan yang dimiliki oleh pemilik usaha (owner) untuk menciptakan lingkungan kerja yang kreatif dan inovatif ditengah persaingan yang semakin ketat. Variabel orientasi kewirausahaan terdapat 4 indikator, diantaranya seperti Inovatif, Proaktif, Berani mengambil risiko dan agresif dalam bersaing. 

Keunggulan bersaing adalah strategi untuk menjadi lebih unggul dari pesaing. Variabel keunggulan bersaing terdapat 5 indikator, diantaranya seperti harga bersaing, eksplorasi peluang, pertahanan ancaman bersaing, fleksibilitas dan hubungan pelanggan. 

Kinerja pemasaran adalah ukuran prestasi yang diperoleh dari aktivitas proses pemasaran secara menyeluruh dari sebuah perusahaan atau organisasi. Variabel kinerja pemasaran terdapat 6 indikator, diantaranya seperti kepuasan pelanggan, penyampaian nilai pelanggan, program pemasaran yang efektif, profitabilitas, pangsa pasar dan pertumbuhan penjualan. 


Kesimpulan

  1. Orientasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing.
  2. Keunggulan Bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pemasaran.
  3. Orientasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pemasaran.
  4. Keunggulan Bersaing secara positif dan signifikan memediasi pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran. 


Referensi:

  1. Hajar, S. 2016. PERAN KEUNGGULAN BERSAING MEMEDIASI PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 5, No. 10.
  2. Hidayat, A. A. (2022). W162100004 : Kewirausahaan III : Productivity in Line with Market Demand and Customer Orientation [Word File]. Universitas Mercu Buana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.