November 06, 2022

PELATIHAN KEAHLIAN DAN PENGEMBANGAN SDM GUNA MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN

Oleh : Nur Qalby Nabila Haswadi (@V30-NABILA)

ABSTRAK 

Tujuan dibuatnya arikel ini adalah menegetahui seberapa jauh pengaruh dari pelatihan keahlian yang kita punya dan pengembangan SDM dengan kewirausahaan. Dalam artikel ini akan dijelaskan korelasi antara pelatihan keahlian dengan jiwa seorang wirausahawan, pelatihan adalah suatu pengalaman pembelajaran di dalam mencari perubahan permanen secara relatif pada suatu individu yang akan memperbaiki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaannya itu. Dalam upaya membuka sebuah usaha, seseorang harus mengerti pengetahuan dasar dari kewirausahaan. Seorang wirausahawan tidak cukup hanya mengetahui konsep dasar jika ingin membuka usaha, tapi juga harus mempunyai pengetahuan, pengalaman maupun kemampuan teknis, dan juga harus memiliki beberapa karakteristik wirausahawan dalam menjalankan sebuah usaha. Kesuksesan akan mudah tercapai, jika wirausahawan ini sungguh-sungguh dalam menjalankan usahanya dan menjaga karakteristik dan apa yang harus dilakukan oleh seorang pengusaha untuk mengembangkan dan mempertahankan usahanya hingga bisa berkelanjutan jangka panjang.


Kata Kunci : Pengembangan, Pelatihan, Kewirausahaan


PENDAHULUAN

Pengembangan sumber daya manusia adalah upaya manajemen yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan unjuk kerja organisasi melalui program pelatihan, pendidikan dan pengembangan” (Marwansyah, 2000, hlm. 63). Ini berarti, pelatihan yang dilakukan oleh lembaga atau organisasi memiliki tujuan pengembangan sumber daya manusia tertentu untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga tertentu.

Pengertian yang agak berbeda diungkapkan oleh Handoko (2000, hlm. 4), yang mengartikan kata pengembangan dan manajemen sumber daya manusia sebagai hal yang sama, yaitu sebagai penarikan, seleksi, pengembangan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan-tujuan, baik individu maupun organisasi. Oleh karena itu, bagian kepegawaian berperan sebagai pendukung dalam pelaksanaan aktivitas pengembangan dan berhubungan dengan peningkatan keterampilan dan pengetahuan teknis dari setiap unit kerja. Bagian kepegawaian dapat melakukan perencanaan pengembangan karir pegawai agar organisasi memiliki pegawai yang siap pakai pada saat dibutuhkan untuk posisi baru, atau situasi baru.

Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaa organisasi usaha. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Pelatihan Kewirausahaan bagi Wirausaha sebagai rangkaian kegiatan dari Program Wirausaha Baru merupakan upaya peningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal pengembangan mentalitas berwirausaha sehingga menunjang produktivitas usaha yang selanjutnya meningkatkan pembangunan ekonomi nasional. 

PEMBAHASAN

Pelatihan merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seseorang, sedangkan pengembangan atau development dapat diartikan sebagai penyiapan individu, pembinaan untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi. Pelatihan dapat diartikan sebagai suatu sarana mengubah persepsi, sikap dana menambah ketrampilan, peningkatan kemampuan untuk kepentingan penilian serta mengetahui kinerja. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mengetahui pentingnya suatu pelatihan.  

Pelatihan merupakan suatu upaya untuk memberi kemampuan baik bagi personal maupun lembaga atau organisasi. Pelatihan diartikan sebagai Training is a learning experience in that it seeks a relatively permanent change in an individual that will improve the ability to perform on the job. Ini berarti bahwa pelatihan adalah suatu pengalaman pembelajaran di dalam mencari perubahan permanen secara relatif pada suatu individu yang akan memperbaiki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaannya itu. Terdapat beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk berwirausaha, yaitu :

1) Faktor Individual

        Seorang wirausahawan bisa jadi juga adalah seorang manajer, tetapi tidak semua manajer dapat menjadi wirausahawan. Seorang wirausahawan berpendapat bahwa kita tidak akan bisa mengajarkan pola pikir ataupun sifat. Sedangkan seorang yang lain menyatakan, “ide-ide yang brilian itu sudah biasa, namun orang yang bisa menjalankannya sangat jarang.” Berikut sifat-sifat yang dimaksud meliputi rasa antusias dalam berbisnis, tidak putus asa meskipun gagal, percaya diri, tekad yang kuat, pengolahan resiko, melihat perubahan sebagai peluang, toleransi akan ambiguitas, perlunya inisiatif dan pencapaian, detil dan perfeksionisme, persepsi akan menghabiskan waktu, kreativitas, kemampuan untuk melihat secara garis besar, faktor-faktor yang memotivasi, kepercayaan diri.

2) Faktor Kultural 

        Sebuah penemuan yang sangat umum apabila kebudayaan dan etnik dapat mempresentasikan sebuah jaringan usaha, yang tentunya orang-orang yang tergabung didalamnya merupakan pengusaha. Karena kecenderungan kultur ini masih belum jelas, karena setiap individu dalam sebuah kelompok budaya tidak semuannya menjadi pengusaha dengan alasan yang sama. Efek dari kultur dan sifat etnis ini mungkin terangkai, karena menurut berbagai studi, kebudayaan yang berbeda memiliki nilai dan kepercayaan yang berbeda pula

3) Faktor Masyarakat 

        Dalam semua lingkungan sosial, ada orang yang tidak ingin menjadi pengusaha, tetapi karena situasi dan kondisi, mereka terpaksa menjadi pengusaha. Hal ini disebabkan karena perubahan pangsa pasar. Para imigran di berbagai negara mencoba jalan ini apabila kemampuan berbahasa dan ketrampilan mereka tidak sesuai. Ini disebut sebagai adaptasi. Sebuah studi faktor-faktor etnokultural menyatakan bahwa tidak semua pengusaha muncul lewat kelompok masyarakat yang menghargai kewirausahaan. Mereka memilih untuk berwirausaha karena ada tekanan, dan juga merupakan asimilasi sosial.

        Target yang ingin dicapai dari pelatihan kewirausahaan yaitu menumbuhkan minat kewirausahaan adalah salah satu upaya bagaimana masyarakat diajari untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada, menggali berbagai sumberdaya dan menumbuhkan semangat juga keberanian untuk berani bangkit dari kegagalan agar memunculkan berbagai macam ide-ide yang kreatif. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya memanfaatkan sumber daya yang melimpah dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat agar kesejahteraan bisa segara tercapai. Dengan begitu masyarakat dapat mendapatkan pengalaman sekaligus pendapatan tambahan agar taraf ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera.

        Pengembangan sumber daya manusia di masa depan melalui pendidikan harus disesuaikan dengan perubahan masyarakat, yaitu dari masyarakat agraris ke masyarakat industri, kemudian meningkat ke masyarakat informasi. Sehingga, sumber daya manusia yang diperlukan harus memiliki karakteristik individu yang sesuai dengan jamannya. Individu tersebut harus memiliki integritas, inisiatif, kecerdasan, keterampilan sosial, penuh daya, imaginasi, keluwesan, antusiasme, rasa kepentingan, dan pandangan yang mendunia (Sudjana, 2010, hlm. 390-398).

KESIMPULAN

        Target yang ingin dicapai dari pelatihan kewirausahaan yaitu menumbuhkan minat kewirausahaan adalah salah satu upaya bagaimana masyarakat diajari untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Pengembangan sumber daya manusia di masa depan melalui pendidikan harus disesuaikan dengan perubahan masyarakat, yaitu dari masyarakat agraris ke masyarakat industri, kemudian meningkat ke masyarakat informasi. Dari hasil pelatihan kewirausahaan sosialisasi sumber daya manusia dan dengan adanya pengembangan Sumber daya manusia dan pelatihan kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi lokal daerah menjadi acuan bagi daerah lain untuk ikut serta melakukan pemanfaatan potensi lokal dan dari hasil pengolahan potensi lokal tersebut otomatis bisa membantu menyelesaikan masalah ekonomi, mengurangi pengangguran dan tentunya memperbaiki taraf kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA 

Handoko, H. (2000). Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

Marwansyah. dan Mukaram. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pusat Penerbit Administrasi Niaga.

Sudjana, D. (2007). Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.