November 09, 2022

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

 

Oleh : Umi Nurul Solikhah (@V08-UMI)

ABSTRAK

Motivasi merupakan elemen penting yang menggerakkan seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Ketika berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, kemampuan seseorang untuk terus fokus, mendorong diri sendiri, dan mencapai sesuatu akan menurun secara perlahan. Oleh karena itu, motivasi bekerja menjadi elemen penting bagi karyawan untuk unjuk diri melalui kinerja terbaik. Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan begitu besar. Tanpa komponen ini, akan sulit untuk mencapai tujuan maupun target yang telah ditetapkan perusahaan.

Kata kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan, Kinerja Terbaik

PENDAHULUAN

Motivasi kerja merupakan dasar bagi suatu organisasi untuk mengembangkan baik instansi pemerintah maupun instansi swasta tidak lain karena adanya keinginan untuk mewujudkan tujuan dan usaha yang dilakukan secara bersama, sistematis, serta berencana. Motivasi kerja dapat dikatakan sebagai penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu mengubah tingkah laku individu untuk menuju pada hal yang lebih baik. Motivasi kerja meliputi usaha untuk mendorong atau memberikan semangat kepada karyawan dalam bekerja.

Benowitz (2001:43) motivasi kerja adalah kekuatan yang menyebabkan individu bertindak dengan cara tertentu. Adapun cara untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan adalah dengan meningkatkan motivasi kerja melalui training, misalnya mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kerja, berikan reward (bonus) bagi karyawan yang berprestasi, melakukan pendekatan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan, mengadakan kegiatan khusus untuk membangun kekeluargaan antar karyawan dengan pimpinan. Motivasi kerja menunujukkan adanya disiplin dalam bekerja sehingga karyawan lebih tekun, cermat dan lebih giat atau semangat untuk melakukan suatu pekerjaan yang menjadi kewajiban bagi seorang karyawan. Dengan hal tersebut, maka karyawan melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan program kerja yang telah dibuat dan mengikuti peraturan dalam bekerja. Sehingga menghasilkan pekerjaan yang kualitas maupun kuantitas yang dapat memuaskan.

PERMASALAHAN

Pada hakikatnya motivasi kerja adalah untuk menggerakan dan mengarahkan karyawan dalam bekerja sehingga mencegah terjadinya hambatan, kesalahan dan kegagalan dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut bagaimana peranan motivasi terhadap kinerja karyawan dan seberapa penting peranan motivasi terhadap kinerja karyawan.

PEMBAHASAN

A.    Motivasi

 I.     Pengertian Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan usaha, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Motivasi diartikan juga sebagai suatu kekuatan sumber daya yang menggerakkan dan mengendalikan perilaku manusia. Motivasi sebagai upaya yang dapat memberikan dorongan kepada seseorang untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki, karena perilaku seseorang cenderung berorientasi pada tujuan dan didorong oleh keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam konteks pekerjaan, motivasi merupkan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Ada tiga elemen kunci dalam motivasi yaitu upaya, tujuan organisasi dan kebutuhan. Upaya merupakan ukuran intensitas. Bila seseorang termotivasi maka ia akan berusaha secara maksimal untuk mencapai tujuan, akan tetapi belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi.

 II.   Teori Motivasi Hierarki Maslow

Teori hierarki ini dikemukakan oleh seorang psikolog yang bernama Abraham Maslow pada tahun 1943. Teori ini mengemukakan 5 kebutuhan hidup manusia berdasarkan hirarkinya yaitu mulai dari kebutuhan yang mendasar hingga kebutuhan yang lebih tinggi. hirarki kelima kebutuhan tersebut diantaranya adalah :

·       Kebutuhan Fisiologis, yaitu kebutuhan terhadap makanan, minuman, air, udara, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan untuk bertahan hidup. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar.

·       Kebutuhan Keamanan, yaitu kebutuhan akan rasa aman dari kekerasan baik fisik maupun psikis seperti lingkungan yang aman bebas polusi, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja serta bebas dari ancaman.

·       Kebutuhan Sosial, yaitu kebutuhan untuk dicintai dan mencintai. Manusia merupakan makhluk sosial, setiap orang yang hidup di dunia memerlukan keluarga dan teman.

·       Kebutuhan Penghargaan, Maslow mengemukakan bahwa setelah memenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan dan sosial, orang tersebut berharap diakui oleh orang lain, memiliki reputasi dan percaya diri serta dihargai oleh setiap orang.

·       Kebutuhan Aktualisasi Diri, kebutuhan ini merupakan kebutuhan tertinggi menurut Maslow, Kebutuhan Aktualisasi diri adalah kebutuhan atau keinginan seseorang untuk memnuhi ambisi pribadinya.

III.   Manfaat Motivasi

Manfaat motivasi adalah menumbuhkan gairah atau semangat kerja sehingga produktivitas kerja setiap karyawan meningkat sehingga hasil dari setiap pekerjaan karyawan meningkat pula. Menurut Hasibuan (2004 : 97) menyatakan bahwa tujuan pemberian motivasi bagi seorang karyawan selain memberikan keuntungan pada karyawan itu sendiri juga memberikan keuntungan kepada organisasi seperti :

1)    Dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan

2)    Dapat mendorong semangat dan gairah kerja karyawan

3)    Dapat mempertahankan kestabilan karyawan

4)    Dapat meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan

5)    Dapat menciptakan suasana dan hubungan kerja dengan karyawan

6)    Dapat meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan

IV.   Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Karyawan

Secara garis besar ada 6 (enam) faktor yang mempengaruhi motivasi (Ishak, 2003: 15)

1)    Faktor kebutuhan manusia, mencakup kebutuhan dasar (ekonomis), kebutuhan rasa aman (psikologis), dan kebutuhan sosial.

2)    Faktor kompensasi, mencakup upah, gaji, balas jasa

3)    Faktor komunikasi, mencakup hubungan antar manusia, baik hubungan atasan-bawahan, hubungan sesama atasan, dan hubungan sesama bawahan.

4)    Faktor pelatihan, mencakup pelatihan dan pengembangan serta kebijakan manajemen dalam mengembangkan karyawan

5)    Faktor kepemimpinan, mencakup gaya kepemimpinan

6)    Faktor prestasi kerja, mencakup prestasi dan kondisi serta lingkungan kerja yang mendorong prestasi kerja tersebut.

B.    Kinerja

   I.   Pengertian Kinerja

Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance yang berarti prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang. Atau juga dapat diartikan kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Para atasan atau manager sering tidak memperhatikan kecuali sudah sangat buruk atau segala sesuatu jadi serba salah. Teralalu sering manager tidak mengetahui betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan/organisasi menghadapi krisis yang serius.

 II.   Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja

a.     Efektifitas dan Efisiensi

Bila suatu tujuan tertentu akhirnya bisa dicapai, kita boleh mengatakan bahwa kegiatan tersebut efektif tetapi apabila akibat-akibat yang tidak dicari kegiatan menilai yang penting dari hasil yang dicapai sehingga mengakibatkan kepuasan walaupun efektif dinamakan tidak efisien. Sebaliknya, bila akibat yang dicari-cari tidak penting atau remeh maka kegiatan tersebut efisien (Prawirosentono, 1999:27).

b.     Otoritas (Wewenang)

Otoritas adalah sifat dari suatu komunikasi atau perintah dalam suatu organisasi formal yang dimiliki seorang anggota organisasi kepada anggota yang lain untuk melakukan suatu kegiatan kerja sesuai dengan kontribusinya (Prawirosentono, 1999:27). Perintah tersebut mengatakan apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dalam organisasi tersebut.

c.     Disiplin

Disiplin adalah taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku (Prawirosentono, 1999:27). Jadi, disiplin karyawan adalah kegiatan karyawan yang bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dengan organisasi dimana dia bekerja.

d.     Inisiatif

Inisiatif yaitu berkaitan dengan daya pikir dan kreatifitas dalam membentuk ide untuk merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi.

III.   Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan

1.     Memberikan dukungan atau dorongan kepada karyawan untuk berkembang

-       Memberi kesempatan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan yang berbeda

-       Mengembangkan potensi diri

-       Tumbuh dan berkembang

-       Memberi motivasi kepada karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

2.     Membuat standart kerja yang jelas

-       Memudahkan mengontrol kinerja atau performance karyawan

-       Dengan adanya standart yang jelas, karyawan akan berusaha mencapai standart tersebut dengan cara memperbaiki performance atau kinerja.

3.     Menetapkan area tanggung jawab dalam bekerja

-       Adanya tanggung jawab yang tinggi, memotivasi karyawan untuk meningkatkan performance agar tanggung jawabnya terselesaikan dengan baik.

4.     Menentukan rangkaian kegiatan

-       Menjadikan situasi kerja lebih sistematis

-       karyawan tidak tumpang tindih dalam melakukan pekerjaan

5.     Mengawasi karyawan dalam melakukan pekerjaan

-       Mengetahui kebutuhan karyawan untuk mencapai standart

-       Menunjukkan kepedulian kepada karyawan sehingga mereka termotivasi untuk mencapai kesuksesan.

KESIMPULAN

Setiap organisis atau perusahaan tentunya memiliki tujuannya masing-masing, dan dalam pencapaiannya tersebut motivasi dari para karyawannya sangatlah penting karena motivasi kerja karyawan akan berpengaruh pada berhasil atau tidaknya suatu organisasi dalam pencapaian tujuan tersebut, tidak hanya bagi organisasi, motivasi juga berpengaruh pada pribadi karyawan itu sendiri. Milsalnya karyawan yang memiliki motivasi kerja yang tinggi akan mendapatkan kompensasi yang lebih dari pada karyawan yang stagnan atau yang kinerjanya menurun. Tidak hanya itu, motivasi kerja karyawan juga dapat menurun seiring dengan berjalannya waktu, dan bila hal itu terjadi, para atasan berperan penting untuk mengembalikan motivasi yang ada pada karyawan nya guna mencapai keberhasilan tujuan organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Olivia Theodora 2015, Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Sejahtera Motor Gemilang Surabaya, Vol.3 No.2.

Parwanto, H.M. Wahyuddin, 2006, Pengaruh Faktor-Faktor Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pusat Pendidikan Komputer Akuntansi IMKA di Surakarta, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wahyuningsih, 2003, Kinerja Karyawan, Jakarta : Ghalia Indonesia.

Novita 2011, Faktor – faktor yang mempengaruhi Motivasi Kerja, Jakarta, PT. Gunung Agung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.