November 10, 2022

PENTINGNYA MOTIVASI KERJA KARYAWAN DALAM OPTIMALISASI KEUNTUNGAN BISNIS

Oleh: Marlina Christiaji (@V24-Marlina)

Abstrak

    Semakin berkembangnya teknologi yang memudahkan segala aspek kehidupan termasuk dalam berbisnis, membuat semakin banyak berdirinya bisnis-bisnis yang tentunya membuat persaingan antar bisnis semakin ketat. Setiap perusahaan tentunya ingin bertahan bahkan mengembangkan bisnisnya agar memiliki keuntungan yang semakin maksimal. Dalam berjalannya sebuah perusahaan tentunya sumber daya manusia berkontribusi dengan sangat besar bagi sukses atau tidaknya usaha tersebut. Kinerja karyawan yang maksimal akan membantu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal pula. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya motivasi kerja.

kata kunci: sumber daya manusia, kinerja karyawan, motivasi kerja

PENDAHULUAN

    Pada era globalisasi, persaingan bisnis semakin ketat karena tidak hanya bersaing dengan produk lokal melainkan juga harus bersaing dengan produk mancanegara. Dalam sebuah perusahaan maupun organisasi, sumber daya manusia atau SDM memiliki peran penting dalam berjalannya perusahaan atau organisasi tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan dan kehidupan organisasi/perusahaan, oleh karena itu manusia menjadi perancang, pelaku, dan penentu tercapainya tujuan organisasi/perusahaan. Di samping itu tujuan organisasi tidak mungkin tercapai tanpa peranan manusia, bagaimanapun canggihnya teknologi sekalipun faktor manusia dianggap asset yang sangat penting dalam suatu organisasi, karena apabila sebuah perusahaan atau organisasi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas maka hal tersebut dapat memudahkan perusahaan atau organisasi untuk mengintegrasikan visi perusahaan. Dengan kontribusi penting yang dapat diberikan sumber daya manusia yaitu karyawan bagi kesuksesan sebuah usaha maka penting sebuah bisnis untuk memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kinerja sumber daya manusia. Kinerja yang baik akan mampu membantu tercapainya tujuan bisnis sesuai dengan yang telah direncanakan, tentunya sebuah bisnis tidak hanya mengharapkan pegawai yang mampu, cakap dan terampil, tetapi juga pegawai yang memiliki kemauan untuk bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kinerja di pengaruhi oleh berbagai faktor salah satu yang terpenting yaitu motivasi kerja karyawan. 

PEMBAHASAN

1. Sumber Daya Manusia

    Sumber daya manusia adalah sebagai orang yang dipekerjakan oleh perusahaan atau departemen di perusahaan yang bertanggung jawab atas perekrutan, pelatihan, tunjangan, dan catatan. Menurut Hasibuan, Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya. Menurut Hamali (2016:2) menyatakan bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas. Sumber daya yang terdapat dalam suatu organisasi bisa dikelompokkan atas dua macam, yakni sumber daya manusia (human resource) dan sumber daya non manusia (nonhuman resource). Kelompok sumber daya non manusia ini mencakup modal, mesin, teknologi, bahan-bahan (material) dan lain-lain. Sulistiyani dan Rosidah (2009:11) mrndrefinisikansumber daya manusia sebagai aset dan berfungsi sebagai modal (non material / non financial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi. Sumber daya manusia memiliki beberapa manfaat, yaitu:

  • Tenaga Kerja: Tenaga kerja atau ‘man power’ adalah seluruh penduduk yang mempunyai usia siap kerja (produktif). Tenaga kerja memiliki kemampuan untuk memberikan jasa setiap satuan waktu yang dapat menghasilkan produk berupa barang maupun jasa yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri atau orang lain 
  • Tenaga Ahli: Sumber daya manusia dapat difungsikan sesuai bidang dan kemampuannya, salah satunya yaitu sebagai tenaga ahli bagi suatu perusahaan atau dalam sebuah negara. 
  • Pemimpin: Sumber daya manusia yang memiliki kapasitas lebih besar dengan skill dan pengalaman yang mumpuni sehingga dalam hal ini akhirnya bisa berperan sebagai bagian adanya pemimpin bagi suatu golongan, perusahaan, maupun organisasi. 
  • Tenaga Usahawan: Sumber daya manusia yang bisa berperan menjadi tenaga usahawan ialah mereka yang dapat melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kemandirian dalam rangka menciptakan suatu produk baru yang bermanfaat bagi orang banyak maupun lingkungannya. 
  • Pengembangan IPTEK: Sumber daya manusia juga memiliki fungsi utama dalam penemuan dan pengembangan ilmu sehingga bisa digunakan untuk kemajuan dirinya sendiri, arti lingkungan, dan orang lain termasuk perusahaan ataupun organisasi.

2. Kinerja Karyawan

    Kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan kegiatan atau menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. Menurut Rivai & Basri (2004) Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara ilegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Kinerja apabila dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun), maka pengertian performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara ilegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika (Rivai & Basri, 2004; Harsuko 2011). Menurut Sinambela, dkk (2012) kinerja karyawan adalah kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangatlah perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Menurut Steers (dalam Suharto & Cahyono 2005) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu: 

  • Kemampuan, kepribadian dan minat kerja. 
  • Kejelasan dan penerimaan atau kejelasan peran seseorang pekerja yang merupakan taraf pengertian dan penerimaan seseprang atas tugas yang diberikan kepadanya. 
  • Tingkat motivasi pekerja yaitu daya energi yang mendorong, mengarahkan dan mempertahankan perilaku.

3. Motivasi Kerja

    Motivasi adalah sebuah kebutuhan yang mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu. Menurut Melayu motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Sedangkan menurut Wayne F. Cassio, motivasi adalah sesuatu kekuatan yang dihasilkan dari keinginan seseorang untuk memuaskan kebutuhannya (misalnya : rasa lapar, haus dan bermasyarakat). Menurut PF. Drucker, motivasi berperan sebagai pendorong kemauan dan keinginan seseorang. dan inilah yang motivasi dasar yang mereka usahakan sendiri untuk menggabungkan dirinya dengan organisasi untuk berperan dengan baik.

    Motivasi kerja adalah dorongan yang menggerakkan seseorang dalam bekerja untuk melakukan pekerjaan dengan segala upaya dan bekerjaa secara efektif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Menurut Ernest J. McCormick motivasi kerja merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja. Dalam kehidupan berorganisasi, motivasi menjadi suatu hal yang sangat penting dan perlu diadakan karena dengan adanya motivasi mampu merubah perilaku seseorang yang termotivasi. Menurut Hasibuan motivasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu : 

  • Motivasi Positif (insentif positif): Motivasi ini maksudnya adalah manager memotivasi (merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi diatas perestasi standar. Dengan motivasi positif, semangat kerja bawahan akan meningkat karena umumnya manusia senang menerima yang baik-baik saja. 
  • Motivasi Negatif (insentif negatif): Motivasi negatif maksutnya adalah manager memotivasi bawahan dengan standar bahwa mereka akan mendapat hukuman. Dengan memotivasi negatif ini semangat bekerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat karena mereka takut dihukum, tetapi untuk jangka panjang dapat berakibat kurang baik

Motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengarahkan kemampuan dalam bentuk keahlian dan keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut Winardi 1983 (dalam Suwarto 2010) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah sebagai berikut: 

  • Kebutuhan-kebutuhan pribadi. 
  • Tujuan-tujuan dan persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan. 
  • Cara dengan apa kebutuhan-kebutuhan serta tujuan-tujuan tersebut akan direalisasikan.

4. Teori Motivasi Kerja

    Menurut Abraham Maslow (dalam Harsuko 2011), penyusun teori ini menghipotensikan bahwa dalam diri setiap manusia terdapat lima tingkatan kebutuhan yaitu: 

  • Kebutuhan fisiologis, termasuk lapar, haus, tempat berteduh, seks, dan kebutuhan badaniah lainnya. 
  • Kebutuhan akan rasa aman, termasuk keamanan dan perlindungan terhadap gangguan fisik serta emosional. 
  • Kebutuhan sosial, termasuk kasih sayang, penerima oleh masyarakat, keanggotaan kelompok, dan kesetiakawanan. 
  • Kebutuhan penghargaan, termasuk harga diri, kemandirian, keberhasilan, status, pengakuan dan perhatian. 
  • Kebutuhan akan aktualisasi diri, termasuk kemampuan berkembang, kemampuan mencapai sesuatu, kemampuan mencukupi diri sendiri.

    Menurut maslow, bila kebutuhan tingkat pertama terpenuhi, kebutuhan tingkat berikutnya menjadi dominan. Begitu seterusnya secara hierarki.

    Sedangkan, Herzberg menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaanya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan. Dua faktor tersebut adalah Maintenance Factors dan Motivation Factors. Maintenance factors merupakan faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah, seperti gaji, kondisi kerja fisik, kepastian kerja dan lain-lain. Sedangkan Motivation Factors adalah faktor yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan, seperti kemajuan, perkembangan, tanggung jawab, penghargaan, prestasi, pekerjaan itu sendiri. Menurut teori ini, motivasi ideal yang dapat merangsang usaha adalah peluang untuk melaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untuk mengembangkan kemampuan.

5. Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan

    Motivasi merupakan masalah yang kompleks dalam organisasi, karena setiap kebutuhan dan keinginan tiap individu berbeda. Seseorang yang termotivasi tinggi akan menyelesaikan semua tugas yang diberikan kepadanya. Manfaat utama dari motivasi adalah meningkatkan gairah kerja sehingga produktivitas kerja tercapai. Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat. Artinya pekerjaan dilakukan sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang ditentukan, serta orang senang melakukan pekerjaannya (Suharto & Cahyono 2005).

    Setiap karyawan mempunyai kebutuhan bersifat material dan non material yang selalu meningkatkan intensitasnya dan mendorong atau mengarahkan kinerja. Motivasi merupakan predisposisi psikis bagi perilaku, yakni manusia berperilaku adalah tergantung pada motivasinya. Dengan terpenuhinya setiap kebutuhan tersebut akan mendorong motivasi individu untuk mempunyai kinerja yang lebih baik. Faktor motivasi memiliki hubungan langsung dengan kinerja karyawan. Sesuai dengan pendapat David Mc. Clelland yang mengatakan bahwa motivasi kerja karyawan akan timbul bila ada pemuasan kebutuhan, yaitu: kebutuhan untuk prestasi, kebutuhan untuk kekuasaan dan kebutuhan untuk berafiliasi. Dengan terpenuhi kebutuhan tersebut akan meningkat kinerja karyawan. Semakin tinggi motivasi karyawan akan semakin tinggi pula kinerja karyawan. Semakin tinggi tingkat intensitas kerjanya, semakin karyawan memahami tujuan organisasi dan semakin tekun kerjanya maka motivasi karyawan semakin tinggi.

    Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seorang karyawan seharusnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidak efektif tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kinerja berhungan denagn motivasi. Oleh karena itu, motivasi kerja sangat berpengaruh bangi kinerja karyawan. Dengan motivasi kerja yang tinggi maka akan meningkatkan dan memaksimalkan kinerja karyawan. Kinerja karyawan yang maksimal tentunya sangat berperan penting dalam optimalisasi keuntungan sebuah bisnis.

 KESIMPULAN

    Dalam sebuah perusahaan, sumber daya manusia yaitu karyawan sangat berperan penting terhadap keberlangsungan sebuah bisnis. Meskipun teknologi semakin canggih, namun manusia tetap menjadi perancang, pelaku, dan penentu tercapainya tujuan organisasi/perusahaan. Karena sumber daya manusia menjadi sebuah aspek yang sangat penting maka dibutuhkan kinerja yang maksimal dari para karyawan. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Kinerja karyawan meliputi kualitas dan kuantitas output serta keandalan dalam bekerja. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa aspek, salah satu yang terpenting yaitu motivasi kerja. Motivasi kerja sangat berpengaruh, Hubungan antara motivasi dan kinerja berbanding lurus, artinya bahwa semakin tinggi motivasi karyawan dalam bekerja maka kinerja yang dihasilkan juga tinggi. Begitu juga sebaliknya ketika motivasi karyawan semakin rendah dalam bekerja maka kinerja yang dihasilkan akan semakin rendah dan kurang optimal. Sedangkan karyawan dapat bekerja dengan baik bila memiliki kinerja yang tinggi sehingga dapat menghasilkan kerja yang baik pula. Dengan kinerja karyawan yang maksimal tentunya hal tersebut akan memudahakan sebuah bisnis untuk melakukan optimalisasi keuntungan.

DAFTAR PUSTAKA

Mathis, R.  L.,  & Jackson, J.  H.  (2012). Manajemen Sumber   Daya   Manusia. Jakarta: Salemba Empat.

Notoatmodjo Soekodjo, 1998. Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta : PT.Rineka Cipta.

Murti H, Veronika AS. 2013. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Variabel Pemediasi Kepuasan Kerja pada PDAM Kota Madiun. Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi, 1(1): 10-17.

Permansari R. 2013. Pengaruh Motivasi dan Lingkunagan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Anugrah Raharjo Semarang. Management Analysis Journal, 2(2): 1- 9.

Suwardi, Joko U. 2011. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Pegawai (Studi pada Pegawai Setda Kabupaten Pati). Analisis Manajemen, 5(1): 75-86.

Ruky, Achmad S. 2003, SDM Berkualitas Mengubah Visi Menjadi Realitas, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.