November 02, 2022

PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM BAGI KUALITAS WIRAUSAHAWAN

Oleh: Marlina Christiaji (@V24-Marlina)
 

Abstrak

Seorang wirausaha adalah solusi bagi masalah ekonomi yang sedang dikita hadapi, salah satu masalah ekonomi terbesar yaitu pengangguran, dengan adanya wirausaha maka bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya pada masyarakat disekitar wilayah tersebut. Seorang wirausahawan tidak cukup hanya mengetahui konsep dasar jika ingin membuka usaha, tapi juga harus mempunyai pengetahuan, pengalaman maupun kemampuan teknis, serta harus memiliki beberapa karakteristik wirausahawan dalam menjalankan sebuah usaha. Keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung dari kinerja karyawan yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu peranan karyawan sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Karyawan dengan kinerja tinggi mampu memberikan hasil maksimal bagi kemajuan perusahaan. Salah satu cara untuk menciptakan karyawan yang memiliki produktivitas dan kinerja tinggi adalah melalui program pelatihan dan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang baik. 

Kata kunci : pelatihan, pengembangan, sdm

PENDAHULUAN

    Saat ini perekonomian Indonesia sedang mengalami penurunan, seiring dengan adanya wabah pandemi Covid 19. Seorang wirausaha adalah solusi bagi masalah ekonomi yang sedang dikita hadapi, salah satu masalah ekonomi terbesar yaitu pengangguran, dengan adanya wirausaha maka bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya pada masyarakat disekitar wilayah tersebut. Wirausaha dapat didefinisikan sebagai seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi, dan kemajuan di perekonomian akan datang dari para wirausaha, orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil resiko dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dalam upaya membuka sebuah usaha, seseorang harus mengerti pengetahuan dasar dari kewirausahaan. Seorang wirausahawan tidak cukup hanya mengetahui konsep dasar jika ingin membuka usaha, tapi juga harus mempunyai pengetahuan, pengalaman maupun kemampuan teknis, serta harus memiliki beberapa karakteristik wirausahawan dalam menjalankan sebuah usaha. Kesuksesan akan mudah tercapai, jika wirausahawan ini sungguh-sungguh dalam menjalankan usahanya dan menjaga karakteristik dan apa yang harus dilakukan oleh seorang pengusaha untuk mengembangkan dan mempertahankan usahanya hingga bisa berkelanjutan jangka panjang. 

PEMBAHASAN

I. Wirausaha

    Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Kewirausahaan atau enterpreneurship muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaa organisasi usaha. 

    Menurut Josep Schumpeter wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Secara sederhana arti wirausaha (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Menurut Alma (2007:5), wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat-lihat peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikira untuk menaklukkan cara berpikiran malas dan lamban. Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru, yang merupakan gabungan dari lima hal, yaitu: 

  • Pengenalan barang
  • Metode produksi baru
  • Sumber bahan mentah baru
  • Pasar-pasar baru
  • Organisasi industri baru
    Kemampuan berwirausaha di dasari atas sebuah kepentingan membaca peluang untuk pengembangan sebuah usaha, tersedianya cukup waktu untuk mengimprofisasikan kreatifitas usahanya, dan dorongan yang kuat dalam menguasai pasar. Wirausaha memiliki beberapa manfaat yang dapat dipetik oleh seorang wirausahawan dalam rangka usahanya antara lain: 
  • Membuka lapangan kerja baru 
  • Sebagai generator pembangunan lingkungan
  • Sebagai contoh pribadi unggul, terpuji, jujur, berani dan tidak merugikan orang lain
  • Menghormati hukum dan peraturan yang berlaku
  • Mendidik karyawan jadi orang mandiri, disiplin, jujur dan tekun
  • Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun dalam kepemimpinan.

II. Pelatihan dan Pengembangan
    Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja (Simamora:2006). Menurut Gomes (2003), Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggungjawabnya. Pelatihan Iebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian SDM organisasi yang berkaitan dengan jabtan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan saat ini (current job oriented). Sasaran yang ingin dicapai dan suatu program pelatihan adalah peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsi saat ini.
    Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi pendidikan. Pengembangan (Developrnent) mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan sifat-sifat kepribadian. Pengembangan cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipai perubahan yang mungkin terjadi tanpa direncanakan (unplaned change) atau perubahan yang direncanakan (planed change). 
    Menurut Sjafri (2003), istilah pelatihan dan pengembangan merujuk pada struktur total dan program di dalam dan luar pekerjaan karyawan yang dimanfaatkan perusahaan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, utamanya untuk kinerja pekerjaan dan promosi karir. Biasanya pelatihan merujuk pada pengembangan keterampilan bekerja (vocational) yang dapat digunakan dengan segera.

III. Pengembangan Sumber Daya Manusia

    Pengembangan menurut Suprianto adalah suatu kegiatan untuk memperbaikan kemampuan pegawai dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pengertian pengetahuan umum termasuk peningkatan penguasaan teori, pengambilan keputusan dalam menghadapi persoalan organisasi. Menurut Mathis (2002), pengembangan adalah usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam lingkungan pekerjaan untuk menghadapi berbagai penugasan. SDM atau Sumber Daya Manusia adalah suatu potensi yang dimiliki oleh setiap orang untuk mewujudkan sesuatu sebagai makhluk sosial. Atau sumber daya manusia yaitu kemampuan daya pikir dan daya fisik yang dimiliki seorang individu dan berprilaku dipengaruhi oleh keturunan maupun lingkungannya serta bekerja karena termotivasi oleh keinginannya untuk memenuhi kepuasannya. Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keterampilan, pengetahuan dan kretifitas. Seperti peranan setiap orang terhadap lingkungannya yang tidak lepas dari sikap pengembangan dan potensi yang ada dalam diri untuk mengembangkan lingkungan, membina, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
    Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas pegawai agar menguasai pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan wawasan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Nurul, 2016). Menurut Andrew F. Sikula dalam Suwatno dan Donni Juni Priansa, pengembangan Sumber Daya Manusia adalah suatu proses pembelajaran jangka panjang yang menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan terorganisasi dengan mana manajer belajar pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum. Pengembangan sumber daya manusia yaitu kegiatan perusahaan atau organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dari SDMnya dalam kurun waktu tertentu. Pengembangan sumber daya manusia adalah upaya untuk mengembangkan kualitas atau kemampuan sumber daya manusia melalui proses perencanaan pendidikan, pelatihan dan pengelolaan tenaga atau pegawai untuk mencapai suatu hasil optimal. 
    Tujuan pengembangan SDM menurut pendapat Martoyo adalah untuk memperbaiki efektivitas dan efisiensi kerja dalam melaksanakan dan mencapai sasaran program-program kerja yang telah ditetapkan. Perbaikan efektivitas dan efisiensi kerja dapat dicapai dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap terhadap tugas-tugas yang diemban. Dengan tujuan pengembangan tersebut dapat ditingkatkannya kemampuan, keterampilan dan sikap karyawan/anggota organisasi sehingga lebih efektif dan efisien dalam mencapai sasaran-sasaran program ataupun tujuan organisasi.

III. Pelatihan Sumber Daya Manusia
    Menurut Mathis (2002), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas. Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini. Terkadang ada batasan yang ditarik antara pelatihan dengan pengembangan, dengan pengembangan yang bersifat lebih luas dalam cakupan serta memfokuskan pada individu untuk mencapai kemampuan baru yang berguna baik bagi pekerjaannya saat ini maupun di masa mendatang. 
    Pelatihan (training) adalah sebuah proses sistematis untuk mengubah perilaku kerja seorang/sekelompok pegawai dalam usaha meningkatkan kinerja organisasi. Pelatihan terkait dengan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan yang sekarang dilakukan. Pelatihan berorientasi ke masa sekarang dan membantu pegawai untuk menguasai keterampilan dan kemampuan (kompetensi) yang spesifik untuk berhasil dalam pekerjaannya. Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Para karyawan baik yang baru ataupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang dapat berubah akibat perubahan lingkungan kerja, strategi, dan lain sebagainya.

IV. Manfaat Pelatihan dan Pengembangan SDM 
    Keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung dari kinerja karyawan yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu peranan karyawan sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Karyawan dengan kinerja tinggi mampu memberikan hasil maksimal bagi kemajuan perusahaan. Salah satu cara untuk menciptakan karyawan yang memiliki produktivitas dan kinerja tinggi adalah melalui program pelatihan dan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang baik. Pengembangan SDM bermanfaat untuk meningkatkan kualitas para karyawan atau individu melalui program pendidikan dan pelatihan. Pengembangan SDM memastikan agar kesalahan produk bisa diminimalisir. Para karyawan yang akan diterima akan diberikan pelatihan terlebih dahulu untuk menjajaki sejauh mana kemampuannya dalam mengerjakan tugas dan mencapai target yang diminta. Sebelum terjun langsung ke lapangan tingkat penguasaan karyawan sudah harus teruji dan hasil pekerjaannya bagus. Selain itu, Pengembangan SDM juga meningkatkan sikap kepemimpinan. Ada beberapa kegiatan pengembangan SDM yang akan membuat karyawan mampu memiliki jiwa kepemimpinan. Jiwa leadership atau kepemimpinan membuat para karyawan tahu seberapa besar porsi dalam pekerjaannya. Karyawan juga harus mampu mengambil keputusan tepat. Karyawan harus mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. 
   Pelatihan atau training ini akan bermanfaat sekali bagi perusahaan maupun karyawannya. Dengan mengikuti sebuah training karyawan akan semakin bertambah pengetahuan dan kemampuannya sehingga perusahaan mampu untuk berkembang dan bersaing dengan kompetitornya. Setiap perusahaan pasti akan membutuhkan karyawan yang kompeten untuk meningkatkan laba perusahaan. Pelatihan merupakan proses yang akan mendidik dan melatih setiap karyawan dari segi sikap dan keterampilannya agar mampu bertanggungjawan dengan pekerjaannya. Manfaat pelatihan dan pengembangan SDM, yaitu: 
  • Wirausahawan akan dapat mempersiapkan tantangan yang akan datang. 
  • Wirausahawan akan mampu beradaptasi dengan cepat dalam kemajuan teknologi maapun alat-alat baru. 
  • Bisnis mampu bersaing dengan pesaing-pesaingnya. 
  • Wirausahawan akan mampu memberikan produk atau jasa yang berkualitas sehingga akan meningkatkan citra positif bisnisnya. 
KESIMPULAN
    Seorang wirausaha adalah solusi bagi masalah ekonomi yang sedang dikita hadapi, salah satu masalah ekonomi terbesar yaitu pengangguran, dengan adanya wirausaha maka bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya pada masyarakat disekitar wilayah tersebut. Seorang wirausahawan tidak cukup hanya mengetahui konsep dasar jika ingin membuka usaha, tapi juga harus mempunyai pengetahuan, pengalaman maupun kemampuan teknis, serta harus memiliki beberapa karakteristik wirausahawan dalam menjalankan sebuah usaha. Keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung dari kinerja karyawan yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu peranan karyawan sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Karyawan dengan kinerja tinggi mampu memberikan hasil maksimal bagi kemajuan perusahaan. Salah satu cara untuk menciptakan karyawan yang memiliki produktivitas dan kinerja tinggi adalah melalui program pelatihan dan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang baik. Pelatihan (training) adalah sebuah proses sistematis untuk mengubah perilaku kerja seorang/sekelompok pegawai dalam usaha meningkatkan kinerja organisasi, sedangkan  Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas pegawai agar menguasai pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan wawasan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. elatihan atau training ini akan bermanfaat sekali bagi perusahaan maupun karyawannya. Dengan mengikuti sebuah training karyawan akan semakin bertambah pengetahuan dan kemampuannya sehingga perusahaan mampu untuk berkembang dan bersaing dengan kompetitornya. Setiap perusahaan pasti akan membutuhkan karyawan yang kompeten untuk meningkatkan laba perusahaan. Pelatihan merupakan proses yang akan mendidik dan melatih setiap karyawan dari segi sikap dan keterampilannya agar mampu bertanggungjawab dengan pekerjaannya. 

DAFTAR PUSTAKA

As’ad, M., Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Sudarmanto, Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Hasibuan, H. Malayu S.P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara.

Kaswan, Pelatihan dan Pengembangan untuk Meningkatkan Kinerja SDM, Bandung: Alfabeta, 2011.

Suwatno, H., & Donni, J. P. , Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.