November 13, 2022

Pentingnya Penerapa Budaya di Dalam Perusahaan

 


Indah Permata Widayanti (@V11-WIDAYANTI)

 

Abstrak

Budaya perusahaan memiliki peran penting dalam pengembangan organisasi dan pengambilan kebijakan. Budaya secara umum diartikan sebagai kumpulan nilai, gagasan, sikap dan simbol lain yang kompleks dan bermakna yang melayani manusia untuk berkomunikasi, membuat tafsiran dan mengevaluasi sebagai anggota masyarakat. Budaya dan nilai-nilainya diteruskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Secara langsung, kebudayaan juga melengkapi orang dengan rasa identitas dan pengertian perilaku yang dapat diterima di dalam masyarakat yang meliputi rasa diri dan ruang, komunikasi dan bahasa, pakaian dan penampilan, nilai dan norma serta kebiasaan kerja dan praktek. Budaya tidak hanya tercipta di lingkungan masyarakat. Dalam perusahaan, juga ditemukan model budaya atau aspek yang tentunya sesuai dengan kebiasaan yang terjadi dalam lingkup kerja tersebut.

Kata kunci : Budaya, aspek, peranan


Pendahuluan

Pada perusahaan-perusahaan dan berbagai institusi yang seperti sekarang ini, masih ada budaya perusahaan yang berpengaruh. Hal ini terutama terdapat di perusahaan kecil di daerah setempat, tetapi ini juga terdapat dalam banyak organisasi global. Walaupun faktanya perusahaan memiliki banyak lokasi, dengan beragam latar belakang pegawai dan gaya manajemen, seseorang yang bekerja untuk sebuah perusahaan perusahaan yang mengglobal dalam suatu negara akan berbagi berbagai aspek dari budaya kerjanya dengan seseorang yang bekerja diperusahaan yang sama yang berada dibelahan dunia lainnya. Hal ini bukan berarti bahwa lingkungan kerja mereka tidak memiliki banyak perbedaan dalam berbagai hal, namun budaya perusahaan yang sama, bagaimanapun juga mampu mengikis jarak dan perbedaan. Maka, artikel ini meninjau beberapa masalah utama disekitar pengembangan, pengaruh, dan manajemen budaya perusahaan serta peran para pemimpin perusahaan dalam menciptakan dan memelihara budaya.


Pembahasan

Budaya merupakan suatu pola asumsi dasar yang dimiliki oleh anggota perusahaan yang berisi nilai-nilai, norma-norma dan kebiasaan yang mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku dan cara kerja karyawan sehari-hari, sehingga akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan.

Menurut Denison, Daniel R (1990:2), budaya sendiri juga dapat dilihat dari empat aspek, yaitu :

1.      Aspek keterlibatan

Tingkat keterlibatan yang tinggi dari karyawan akan meningkatkan rasa tanggung jawab yang secara tidak langsung meningkatkan komitmen mereka terhadap perusahaan.

2.      Aspek konsistensi

Konsistensi menekankan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan termasuk masalah komunikasi, kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, toleransi dan penghargaan terhadap prestasi.

3.      Aspek adaptabilitas

Adaptabilitas sangat penting untuk mempermudah proses penyesuaian di dalam perusahaan terhadap berbagai perubahan lingkungan yang terjadi.

4.      Aspek misi

Menekankan pada pentingnya kejelasan misi dan tujuan dari organisasi bagi para anggotanya.

Dalam hidup, manusia dipengaruhi oleh budaya dimana dia berada,
seperti nilai-nilai, keyakinan dan perilaku social atau masyarakat yang kemudian menghasilkan budaya sosial atau budaya masyarakat. Hal yang sama juga akan terjadi bagi para anggota organisasi dengan segala nilai, keyakinan, dan perilakunya dalam organisasi yang kemudian menciptakan budaya organisasi.

Wheelen dan Hunger (1986) secara spesifik mengemukakan sejumlah peranan penting yang dimainkan oleh budaya organisasi, yaitu :

a.         Membantu menciptakan rasa memilki jati diri bagi pekerja

b.        Dapat dipakai untuk mengembangkan keikatan pribadi dengan organisasi

c.         Membantu stabilisasi organisasi sebagai suatu sistem sosial

d.     Menyajikan pedoman perilaku, sebagai hasil dari norma-norma perilaku yang sudah terbetuk.

  

Kesimpulan

Budaya perusahaan tidak hanya menjadi salah satu variabel yang berhubungan dengan penentuan peningkatan kinerja perusahaan, tetapi memiliki fungsi di dalam suatu organisasi antara lain memiliki suatu peran dalam batas-batas tertentu yaitu menciptakan perbedaan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Selain itu, budaya digunakan untuk menyampaikan identitas bagi anggota-anggotanya. Apabila setiap orang dalam perusahaan mampu menyelaraskan budaya dengan strategi organisasi, maka tujuan perusahaan akan lebih efektif untuk dicapai. Salah satu cara yang efektif untuk dilakukan adalah memiliki budaya perusahaan yang unggul. Dengan begitu, perusahaan akan memiliki modal untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. 

Daftar Pustaka

(n.d.). Retrieved from pakarkinerja.com: https://pakarkinerja.com/artikel-yang-sangat-bagus-tentang-budaya-perusahaan-corporate-culture/

Donelly, Gibson. 1996. Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses. Jakarta: Penerbit Erlangga

Arijanto, Agus. 2011. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Jakarta.Rajawali Pers.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.