Desember 01, 2022

Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Karyawan



Abstrak

Dalam semua organisasi, untuk mencapai tujuan bersama tidak hanya diperlukan kerja sama, kinerja yang baik dan kekompakan, namun perlu juga ditanamkan motivasi kerja pada setiap karyawan. Artikel ini akan membahas mengenai hubungan motivasi kerja terhadap kinerja yang diberikan karyawan.

Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan, Organisasi

Pendahuluan

Pertumbuhan SDM pada era globalisasi ini merupakan bonus demografi bagi Negara, keberadaan suatu SDM menjadi peranan penting bagi setiap aspek dalam perusahaan. Baik buruknya citra perusahaan dapat dilihat dari pencapaian karyawan dan kinerja karyawan bagi perusahaan. Untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas dan meningkatkan potensi karyawan, maka perusahaan harus memberikan motivasi kerja. Adanya motivasi kerja ini akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan perusahaan.

Pembahasan

  • Organisasi

Organisasi dapat didefinisikan sebagai kelompok orang yang sudah awam untuk mematuhi perintah pimpinannya serta yang tertarik pada suatu keberlanjutan dominasi keikutsertaan mereka dan keuntungan yang dihasilkan, yang membagi di antara mereka praktek-praktek dari fungsi tersebut yang siap untuk melayani praktek mereka. Perilaku yang dimiliki organisasi ini dibentuk melalui individu yang tergabung di dalamnya sehingga baik buruknya citra organisasi dapat dilihat dari tingkah laku individu yang tergabung di dalmnya. Ruang lingkup perilaku organisasi hanya sebatas dimensi internal suatu organisasi.


  • Teori Motivasi Kerja

Motivasi kerja sebenarnya diadopsi dari bahasa latin yakni “Movere” yang diartikan sebagai dorongan atau menggerakkan. Umumnya, individu mau bekerja didorong oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (bertahan hidup). Adanya dorongan keinginan bekerja setiap orang ini akan berbeda antar satu individu dengan individu yang lain bahkan mau itu ditempat kerja sekalipun atau di dalam organisasi yang sama sekalipun. Menurut Vroom (Purwanto, 2015), motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikehendaki. Latar belakang pendidikan seseorang dan keberhasilan pencapaian pendidikan individu sangat sering dikaitkan oleh motivasi kerja yang dimilikinya.


  • Komponen Motivasi Kerja

Salah seorang ahli dibidangnya yakni Purwanto (2015) berpendapat bahwa motivasi kerja mengandung tiga komponen yakni :

1. Menggerakkan, hal ini bermaksut untuk menimbulkan kekuatan pada diri sesorang kemudian memimpin individu agar mau bertindak dengan cara tertentu sesui yang diintruksikan.

2. Mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku, dalam hal ini organisasi berarti menyediakan adanya orientasi tujuan dan mengarahkan tingkah laku individu pada sesuatu yang diinginkannya.

3. Menjaga atau menopang tingkah laku, keberadaan lingkungan sekitar hendaknya harus menguatkan (reinforce) secara intensitas, dorongan-dorongan serta kekuatan dari dalam diri sesorang.


  • Jenis-jenis Motivasi Kerja

Menurut Hasibuan (2016) jenis-jenis motivasi kerja dibagi menjadi dua, yakni :

1. Motivasi positif (insentif positif), dalam hal ini manajer akan memotivasi karyawan dengan cara memberikan afeksi berupa hadiah kepada karyawan-karyawan yang dianggap berprestasi. Hal ini akan meningkatkan semangat danmotivasi kerja karyawan dalam menyukseskan perusahaan.


2. Motivasi negative (insentif negative),manajer akan memotivasi karyawan melalui hukuman terhadap mereka-mereka yang dianggap memiliki kinerja buruk. Dengan tindakan seperti ini maka motivasi kerja dan semangat karyawan secara tidak langsung akan meningkat dengan sendirinya karena tidak ingin mendapat hukuman.


  • Kinerja Karyawan

Prof. Dr. Moeheriono M. Si. Mendefinisikan kinerja karyawan sebagai hasil kinerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif, sesuai dengan kewenangan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai dengan moral ataupun etika. Peranan karyawan ini sangat penting dalam pencapaian perusahaan. Terdapat beberapa faktor yang dirasa penting dalam memengaruhi kinerja karyawan di antaranya adalah :

1. Sikap disiplin, hal ini berarti untuk melihat seberapa besar konsistensi karyawan dalam mengikuti aturan perusahaan.

2. Motivasi kerja, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dengan pemberian motivasi kerja maka akan berpengaruh terhadap pencapaian perusahaan.

3. Kompensasi atau insentifitas, kompensasi dapat diberikan dalam bentuk bonus untuk meningkatkan semangat dan motivasi kerja karyawan

4. Gaya kepemimpinan, cara pemimpinan memerlakukan bawahan biasanya akan memengaruhi performa karyawan dalam perusahaan.

5. Lingkungan kerja, Lingkungan kerja yang bersih dan nyaman akan membuat suasana hati karyawan tenang dan bisa lebih fokus dalam pekerjaannya. Ketersediaan peralatan kerja yang lengkap juga membuat performa karyawan lebih maksimal.


Daftar Pustaka

Octaviansari, P. (2017). Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Kinerja Karyawan. Universitas Muhammadiyah Surakarta (2017). Diakses dari http://eprints.ums.ac.id/52643/12/NASKAH%20PUBLIKASI_HUBUNGAN%20ANTARA%20MOTIVASI%20KERJA%20DENGAN%20KINERJA%20KARYAWAN.pdf

Abduh, adha.M. (2021). Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Pegawai Di Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kabupaten Bone. Universitas Muhammadiyah

Makassar (2021). Diakses dari https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/14723-Full_Text.pdf

Insight Talenta (2022). Apa Itu Pengertian Kinerja Pegawai Atau Karyawan Adalah?. Diakses pada 24 November 2022 Pukul 19:06 dari https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/kinerja-karyawan-dan-faktor-faktor-yang-memengaruhinya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.