Desember 04, 2022

MENGETAHUI BRAND IDENTITY LEBIH LANJUT

 

Laykha Fitriani Az Zahra (@V12-LAYKHA)

ABSTRAK

Artikel ini membahas lebih dalam tentang brand identity yang dimana ini dapat membantu membentuk kepercayaan dan kemampuan untuk membedakan suatu merek dari kompetitor ke pelanggan. Artikel ini membahas tentang pengertian, langah-langkah, kriteria dalam brand identity, dan apa saja dimensi dari brand identity.

Kata kunci: brand identity, langkah-langkah, kompetitor

 

PENDAHULUAN

Berdasarkan pemahaman yang berkembang di masyarkat brand merupakan merek atau sesuatu yang memiliki sebuah logo, secara mendasar mereka menganggap sebuah brand adalah logo atau merek. Namun menurut, Straub dan Attner dalam (Kenedy dan Soemanagara, 2006:111) Brand mengandung sebuah nilai yang mencerminkan nama, simbol, desain atau kombinasi yang dapat mengidentifikasikan sebuah kualitas atau pelayanan dari sebuah perusahaan. Brand mengandung sebuah nilai kualitas yang didapatkan dari sebuah barang atau jasa berdasarkan pengalaman penggunaan pada satu produk atau lebih. Kualitas produk juga sangat diperngaruhi oleh beragam macam aspek lain yaitu seperti kemasan, model, dan garansi (Kenedy dan Soemanagara, 2006:11).

Dalam konsep marketing brand memiliki nilai yang sangat besar dan melebihi functional benefit yang ditawarkan brand kepada konsumennya.Jadi di dalam sebuah brand terdapat value-value tertentu yang bisa membuat orang loyal terhadap brand tersebut.Value-value itu timbul dan dipahami konsumen karena ada pergerakan yang dilakukan oleh setiap brand di mana pergerakan tersebut berdampak positif bagi banyak orang.Saya kutip dari Marketing 3.0 karangnan Phillip Kotler dan Hermawan kertajaya, di era marketing yang baru ini tidak hanya lagi service dan kualitas produk yang dijual melainkan dampak dari penjualan produk brand tersebut terhadap lingkungan sekitar itu bagaimana. Jadi factor human spirit sangatlah kuat di era marketing 3.0 ini.(Marketing 3.0 oleh Hermawan Kartajaya). Merek memegang peranan yang sangat penting, salah satunya adalah menghubungkan harapan konsumen pada saat perusahaan menjanjikan sesuatu kepada konsumen (Durianto dkk, 2001:1).

 

PEMBAHASAN

Brand Indentity

Brand identity membutuhkan keputusan lebih lanjut mengenai nama,logo,warna,tagline, dan simbol sebuah merek (Kotler,2003). Aaker dan Joachimsthaler dalam Ghodeswar (2008) menyatakan identitas merek merepresentasikan bagaimana sebuah organisasi ingin menunjukkan merek mereka kepada konsumen.

Brand Identity merupakan asosiasi merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen. Agar menjadi efektif, identitas merek perlu beresonansi dengan konsumen, membedakan merek dari pesaing, dan mewakili apa yang dapat dan akan dilakukan oleh sebuah organisasi dari waktu ke waktu (Ghodeswar,2008). Gelder (2005) menyebutkan brand identityadalah suatu kumpulan dari aspek-aspek yang bertujuan untuk menyampaikan merek: latar belakang merek,prinsip-prinsip merek, tujuan dari ambisi merek itu sendiri.

 

Elemen-elemen dalam Brand Identity

Elemen brand adalah upaya visual bahkan kadangkala fisik yang bertindak mengidentifikasi dan mendeferensiasi suatu produk atau jasa perusahaan. Elemen brand formal seperti nama, jenis logo, dan slogan bersatu membentuk identitas visual suatu brand atau perusahaan. (Kotler & Pfoertsch, 2008). Beberapa elemen brand identity adalah sebagai berikut:

A.    Nama Brand

Nama brand adalah yang pertama dan mungkin ekspresi terbesar atau wajah dari suatu produk. Nama yang dipilih dengan baik untuk suatu perusahaan, produk, atau jasa dapat menjadi aset berharga, seperti halnya brand itu sendiri. Nama brand akan digunakan dalam segala bentuk komunikasi antar perusahaan dengan konsumen prospektifnya (Kotler & Pfoertsch, 2008).

B.    Logo

Logo adalah tampilan grafis dari nama brand atau perusahaan. Kekuatan simbol tidak boleh dianggap remeh “karena manusia cenderung menjadi lebih mudah menerima citra dan simbol dibanding yang lainnya, logo yang kuat dapat memberi kohesi dan membangun kesadaran identitas brand, memudahkan pengenalan dan ingatan kembali” (Kotler & Pfoertsch, 2008).

C.    Slogan (Tagline)

Slogan brand adalah kalimat yang mudah dikenal dan diingat yang seringkali menyertai nama brand dalam program komunikasi pemasaran. Tujuan utama slogan adalah mendukung citra brand yang diproyeksikan oleh nama dan logo brand (Kotler & Pfoertsch, 2008). Contohnya, Toyota dengan “moving forward”.

D.    Kisah Merek

Kisah dapat menjadi lebih dan lebih penting dalam kehidupan perusahaan. Sebagai suatu konsep, kisah bahkan memenangkan tempat berpijak yang penting dalam perdebatan tentang cara brand masa depan akan dibentuk. Jika Anda ingin brand menjadi benar-benar spesial, Anda perlu memiliki kisah semacam legenda tentang bagaimana perusahaan dimulai (Kotler & Pfoertsch, 2008).

 

Kriteria dalam Brand Identity

Menurut Keller (2008) terdapat enam kritteria utama dalam memilih brand identity, sebagai berikut:

a.     Memorability

Bentuk elemen merek harus dengan mudah dikenali dan dapat dengan mudah diingat kembali.

b.     Meaningfulness

Dapat dijabarkan dengan jelas arti dari elemen merek tersebut secara dekriptif dan juga secara persuasif tentang hubungannya terhadap sebuah produk.

c.     Likable

Bentuk,warna atau nama harus dirumuskan secara menarik agar dapat mendapatkan perhatian konsumen dan juga memiliki nilai estetika yang baik.

d.     Transferable

Sebuah elemen merek sebaiknya bisa digunakan untuk kepentingan bisnis yang lebih besar lagi. Sebuah elemen merek juga harus dapat digunakan lintas geografi

e.     Adaptability

Kriteria kelima untuk elemen merek adalah memiliki lintas waktu yang fleksibel, atau dapat dengan mudah dilakukan pembaruan atau update.

f.      Protectability

Hasil pilihan merek tersebut harus dilindungi secara hukum maupun citra kompetitif secara internasional

 

Dimensi dalam Brand Identity

Di samping ke enam kriteria tersebut, brand identity memiliki empat dimensi seperti yang dikemukakan oleh Kotler et al. (1998) yaitu sebagai berikut:

1)    Dimensi produk, yaitu hubungannya dengan atribut dan karakteristik yang diperlukan untuk kategori produk, situasi konsumsi produk itu sendiri,segmen pasar,dan daerah asal produk tersebut.

2)    Dimensi organisasional, yaitu hubungannya dengan ide, merepresentasikan produsen dan penjual mengenai suatu produk. Program CSR, orientasi inovatif atau kualitas premium produk adalah asosiasi apa yang dapat digunakan untuk merancang identitas merek.

3)    Dimensi kepribadian, yaitu hubungannya dengan brand personality dan ikatan emosional antara merek dan konsumen

4)    Dimensi simbolis, yaitu nama merek,logo,slogan (tagline),dan metafora.

 

Langkah-langkah dalam Membentuk Brand Identity

Lebih lanjut, Reid (2006) mengemukakan beberapa langkah dalam membentuk brand identity, yaitu sebagai berikut:

1.     Membuat rancangan bisnis, visi dan misi, dan beberapa hal yang menunjukkan bahwa merek tersebut berbeda dengan lainnya.

2.     Melakukan survey atau wawancara kepada masyrakat mengenai persepsi mereka terhadap suatu produk.

3.     Melakukan penelitian terhadap merek pesaing yang memiliki kemiripan.

4.     Membuat logo,tagline, dan hal-hal lainnya yang mendukung dalam pembentukan brand identity.

5.     Melakukan survey secara berkala mengenai persepsi masyrakat terhadap merek tersebut.

 

KESIMPULAN

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa identitas merek yang kuat yang dipahami dengan baik dan dialami oleh pelanggan membantu membentuk kepercayaan dan kemampuanuntuk membedakan suatu merek dari kompetitor. Brand identity merupakan asosiasi merek yang unik yang menunjukkan janji kepada konsumen.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ghodeswar, B. M. (2008). Building brand identity in competitive markets: a conceptual model. Journal of product & brand management17(1), 4-12.

Irawan, C. (2017). Analisis Isi Brand Identity Traveloka Melalui Iklan Televisi. Jurnal E-Komunikasi5(2).

Modul Pertemuan 14 Mata Kuliah Kewirausahaan III. 2022. Universitas Mercu Buana. Jakarta

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.